Sunday, June 11, 2017

Lirik Lagu Pejalan - Sisir Tanah

Siapakah kita ini manusia?
Yang dalam diam riuh, ragu, dan tak mampu
Ada rahasia, tidak rahasia
Ada di sini, ada di situ, diseret-seret waktu

Kita berjalan saja masih, terus berjalan
Meskipun kita tak tahu
Berapa jauh jalan ini nanti
Dan kita tak juga rela tunduk pada jarak
Dan kita tak juga rela tunduk pada jarak

Kita berjalan saja masih selalu berjalan
Meskipun kita tak kunjung tahu ujung jalan ini
Dan kita tak kuga kan terhenti, selalu berjalan
Dan kita tak juga kan terhenti, selalu berjalan

Bertahankah kita ini, manusia
Yang dalam riang, ringking, rumit, dan terhimpit
Ada bahagia, tidak bahagia
Ada di sini, ada di sana
Ditikam-tikam rasa

Kita berjalan saja masih, terus berjalan
Meskipun kita tak tahu berapa jauh, jalan ini nanti
Dan kita tak juga rela tunduk, pada jarak
Dan kita tak juga rela tunduk, pada jarak

Kita berjalan saja masih, lalu berjalan
Meskipun kita tak kunjung tahu ujung jalan ini
Dan kita tak juga kan terhenti, selalu berjalan
Dan kita tak juga kan terhenti, selalu berjalan

Kita berjalan saja masih, terus berjalan
Meskipun kita tak tahu berapa jauh jalan ini nanti
Dan kita tak juga rela tunduk pada jarak
Dan kita tak juga rela tunduk pada jarak

Kita berjalan saja masih, selalu berjalan
Meskipun kita tak kunjung tahu ujung jalan ini
Dan kita tak juga kan terhenti selalu berjalan
Dan kita tak juga kan terhenti, selalu berjalan


-Sisir Tanah-

Sunday, April 30, 2017

Lirik Kita Yang Baik - Sisir Tanah

Kita yang baik
Menghadapi kemenangan dan kekalahan sekokoh batu
Meredam musim, melampaui batas ruang, batas waktu

Kita yang baik
Bertahan dalam setiap kehilangan dan perubahan
Memahami dan menghormati perbedaan-perbedaan

Kita yang baik, menjadi orang baik
Membebaskan beragam perasaan yang terpanjara karena kita

Kita yang baik 
Bergelimang rasa syukur dan kesederhanaan yang tegar
Meraih dukungan banyak pihak
Sebab harum cinta kita menyebar
Harum cinta kita menyebar

Kita yang baik
Menumbuhkan pepohonan menyembuhkan luka
Merawat damai menjaga kita indah sebagai manusia
Merawat damai menjaga kita indah sebagai manusia
Merawat bumi, menjaga hidup indah

-Sisir Tanah-

Lirik Kita Tak Perlu - Sisir Tanah

Kita tak perlu terburu-buru
Kita tahu ada banyak waktu
Untuk saling mengenal diri
Menambal celah yang belum terisi

Dan akan selalu ada banyak cara
Untuk kita saling suka
Saling percaya saling menjaga
Karena kita manusia

Nyalakan saja api cinta kita
Biarkan terus menyala dan tetap menyala
Nyalakan saja api cinta kita
Nanti maut pun tak akan mampu memadamkannya

Dan akan selalu ada banyak cara
Untuk kita saling suka
Saling percaya, saling menjaga
Karena kita manusia

Nyalakan saja api cinta kita
Biarkan terus menyala dan tetap menyala
Nyalakan saja api cinta kita
Nanti maut pun tak akan mampu memadamkannya

Nyalakan saja api cinta kita
Biarkan terus menyala dan tetap menyala
Nyalakan saja api cinta kita
Nanti maut pun tak akan mampu memadamkannya


-Sisir Tanah-

Lirik Lagu Romantis - Sisir Tanah

Kasih, melangkah denganku
Lalui luka, hadapi gelap
Kasih, pegang erat tanganku
Nikmati gitar, tanpa air mata

Menarilah... Tergelincir... 
Berlumur tanah, hapus gelisah

Kasih, basahi jiwaku
Sirami rasa, suburkan cinta

Menarilah... Tergelincir...
Berlumur tanah, hapus gelisah

Menarilah... Tergelincir...
Berlumur tanah, hapus gelisah
Hapus gelisah, hapus gelisah

-Sisir Tanah-

Lirik Lagu Bahagia - Sisir Tanah

jika aku adalah cinta
aku hanya ingin mencinta
menjadi kupu-kupu
menjadi kupu-kupu di perutmu
menjadi bunga-bunga di benakmu

jika aku adalah cinta
aku hanya ingin mencinta
menjadi lagu-lagu 
menjadi lagu-lagu di telingamu
menjadi buku-buku di pikiranmu

jika aku adalah cinta
aku hanya ingin mencinta
menjadi kabut bukit
menjadi kabut bukit di kulitmu
menjadi alam liar lamunanmu

nyanyikanlah harapan
perjuangkan tujuan
bahagia kehidupan
bahagia kehidupan

nyanyikanlah harapan
perjuangkan tujuan
bahagia kehidupan
bahagia kehidupan

-Sisir Tanah-

Thursday, March 23, 2017

Aku Elemen Paling Tidak Penting


Kadang aku ingin pergi ke tempat yang jauh. 
Sebab hidup tak memikat lagi.
Melenyapkan diri dalam pasir kecil di sebuah pantai, 
atau debu-debu mikro yang terapung-apung di dalam septic tank. 
Hidup di antara tai-tai.

Aku masih berpikir bagaimana caranya menjadi elemen paling tidak penting di bumi. 
Agar sekalian saja aku tak bermakna.  
Aku selalu gagal. Selalu jalan buntu yang aku temui.
Menyuruhku kembali.

Sampai aku lelah sendiri akan ketidakbermaknaan.
Sadarnya aku ditakdirkan bermakna.
Sebab aku 'Manusia'

(im exist, 23032017)

Tuesday, March 21, 2017

24 Years: Wish, Utopia, and Reality

I/
Hari itu tanggal 2 Januari 2017. Sore terpanjang selama 24 tahun aku hidup. Sore terlama aku diam dalam kondisi sadar. Lalu aku menanyaimu tentang pertanyaan-pertanyaan esensial terkait hidup. Setelah itu, pikiranku berubah untuk selamanya.

II/
Hutan berkabut. Hitam kayu, hijau daun, lembab tanah, pada Maret yang untuk siapa. Kawanku mengatakan dengan bahasa Inggris yang intinya: Pohon-pohon adalah hasil lukisan bumi. Dia melukisnya dari atas langit.

III/
Di 24 tahun usia mata. Aku tadi telah bangun dengan segar setelah semalaman suntuk berdiskusi tentang Hikayat Kebo, tujuan, visi, misi, target, metode, dan output bersama tim majalah. Jatah nokturnal menyenangkan bagi pembangkang semacam kita.

Akan kita rintis formulasinya: selesai, menampar, alternatif, menyejarah, wacanais; membaca, menulis, diskusi, berjejaring, saling kritik; cetak, teori dan teknis seimbang, mendunia, diskursus, pelopor.

IV/
Orang-orang banyak yang berdatangan ke Jogja. Saling jepret entah sampai berapa kali. Mereka tak ubahnya serigala yang mengencingi daerah taklukannya. Untuk kenang-kenangan, atau agar semua orang tahu.

V/
 Max Perkins dalam film Genius:

 Aku pikir: Jumlah usia tidak penting, untuk menyampaikan hidup yang penting.

VI/
Ruang kerja. Sungguh aku butuh ruang kerja.
Lebih dalam dari itu, aku mau rumah untuk menyimpan buku-bukuku yang banyak.
Aku pusing meletakkannya di mana.


VII/
Tuhan, sekarang aku sudah Semester Delapan.
Aku mau cepat-cepat Kerja Praktek, KKN, skripsi, munaqosah, dan wisuda.
Biar hidupku tak memberatkan prodi dan orang tua. Lancarkan ya tuhan, amin.

Atau, tuhan... berikan aku kerja yang sesuai bakatku.
Biar aku bisa mengatur hidupku sendiri.

VIII/
Aku sebenarnya masih sangat mencintainya.
Tapi aku lebih mementingkan kebebasannya.
Semoga dia selalu bahagia ya tuhan...
Dengan siapapun dia hidup

IX/
Ini namanya Akeboshi.
Penyanyi favoritku.
His music unlike other.
Bersamanya aku teduh.

X/
Suatu hari aku akan ada di taman yang sepi. Tamannya indah, banyak bunga dan pohonnya. Mataharinya berwarna seperti air, bulannya berwarna kuning, dan hujannya berwarna ungu.

XI/
24 tahun. aku belum bisa memberi apa-apa.
terlebih untuk orang tua dan adik-adik.
aku masih terlena dengan kesenangan sekunder.
aku selalu saja merepotkan.
entah sampai kapan?

XII/
aku hanya ingin berguna bagi Rakyat.
itu saja.

XIII/
Brengsek! Ngapain aku umbar sih ini!
Ah, persetan!


Yogyakarta, 21 Maret 2017