Minggu, 21 Agustus 2022

Prinsip Mia Bustam

Monolog Mia Bustam di Goethe Ist
Mia Bustam bercerai dengan Sudjojono saat usia pernikahan mereka sudah 16 tahun dan dikaruniai 8 orang anak.

Perselingkuhan itu diketahui Mia saat mendapati ada sapu tangan perempuan dan kertas berisi lirik "secret love" di saku suaminya.

Berat? Banget. Mia hampir mau bunuh diri dengan menenggak pil kina. Mia menganggap Sudjojono adalah mataharinya dan bahkan saat pernikahan mereka tidak disetujui, Mia lebih milih Sudjojono daripada keluarga. Mia kemudian sadar, selingkuh adalah kesalahan fatal dan dia minta untuk dicerai.

Usai perceraian itu, Mia justru lebih hidup dan menggapai cita-citanya yang belum tercapai. Tak sekadar menjadi penulis, penerjemah, pelukis, dia bahkan menjadi Ketua Lekra cabang Jogja dan ditangkap rezim kala itu, ditahan belasan tahun tanpa pengadilan.

Yang pengen saya bilang: Saya sepakat, perceraian bagi rumah tangga yang tak bisa diselamatkan patut dirayakan sebagaimana pernikahan. Setelah cerai, Mia semakin produktif berkarya dan membangun rumah sebagaimana seleranya sendiri, baik di Depok maupun di Semarang. Saya kagum dengan Mia akan keteguhan, prinsip, dan keyakinannya.

Bu Mia happy 102 y.o. 💐💐💐

21 Agustus 2022

Dalam suatu diskusi, Fatris MF ditanya: Pekerjaan mana yang lebih kamu pilih dan menubuh di kamu, sebagai fotografer atau penulis? Dijawab oleh Fatris, "penulis".

Tak ada pikiran lain yang saya persoalkan selaian: What a life! Saya suka cara hidup, metode survive, dan personal statement dia soal karya-karyanya. Dari Aceh, suku aneh di Tambora, Sumba, Suku aneh yang sering bunuh lumba-lumba buat makan 4 bulan, Toraja, orang-orang Rimba, dan aneka 'kerja' menarik lainnya; kek buka mata saya: WTF, this is the real life that I wanna go through!

Dia gak cuma merlihatkan saya keindahan petualangan ala Wallace, jurnalisme, fotografi, antropologi, tapi juga gimana jadi orang yang bisa definisiin kemerdekaan kerja versi dia sendiri.

Senin, 15 Agustus 2022

The Smiths (More)

The Smiths melampaui masanya. Lirik-lirik dan musik The Smiths banyak menyembunyikan kehidupan nyata. Liriknya jujur, gelap, brutal, tapi tak selalu sedih karena nadanya yang mengajakmu untuk bisa terus menari di antara banyak kesedihan dan kepahitan hidup. 

Lagu "There is a Light That Never Goes Out" misal, kukira line ini diciptakan Stephen Morrissey bukan saat sedang bucin tingkat dewa; dilihat dari keseluruhan lagunya diciptakan dia saat lagi depresi. Saat dia gak pengen pulang ke rumah, tak diterima keluarga, dan cuma pengen ngabisin waktunya di jalan melihat musik, orang-orang, dan cahaya (bersama orang yang dicintainya). 

 And if a double-decker bus. Crashes into us. To die by your side, is such a heavenly way to die 

And if a ten ton truck, kills the both of us... To die by your side, well, the pleasure, the privilege is mine

Benar, line ini memang gelap, tapi tak seputus asa nadanya. Jika digali line ini lebih nyesek lagi: bisa mencintai sedalam itu adalah keindahan puncak nan egois sebagai manusia.

The Smiths lahir di Machester, sebagai tempat dengan ekosistem Kelas Pekerja yang kuat. Selain lagu tersebut, beberapa lagu lain dari The Smiths yang kukenal juga indah. Aku ingin lebih belajar lagi dari mereka. Makasi The Smiths...

Jumat, 12 Agustus 2022

Leftover Soul - Putu Oka Sukanta


 Nemu cerpen Putu Oka Sukanta ini di Project Muse, terbit sekitar 12 tahun yang lalu. Saya mencari karya Beliau karena tertarik dengan buku terbarunya "The Turning Wheel" yang terbit baru-baru ini.

Judul cerpen sangat syahdu "Leftover Soul", kalau saya terjemahkan secara bebas "Sisa Jiwa". Dibuka dengan percakapan terkait karma, tak heran karena beliau orang Buleleng, Bali, karma adalah hal-hal yang dekat.

Di halaman kelima, saya menitikkan air mata, entah, lama sekali rasanya saya tak menangis karena cerpen.

Secara singkat, cerpen ini berkisah tentang seorang eksil yang dipenjara bernama Mawa. Dulunya dia adalah guru, yang sempat cekcok dengan kakaknya persoalan tanah.

Orangtua dan leluhur Mawa adalah petani. Profesi petani sungguh digambarkan dengan indah di sini, salah satu kalimat yang berkesan antara Mawa ke ayahnya:

“You are the more noble person, Bapak, because you produced food not just for me but for others. Here I am, bent over, just like you when you were putting in seedlings—not because I share your profession but because I tried to stand beside you to build a better world.

Di dalam penjara, Mawa mengenang masa-masa hidupnya di kampung. Bagaimana dia takut melewati kuburan yang setiap perkabungannya orang yang berduka harus menanam pohon. Kuburan itu sangat rindang, dengan bambu, tamarin, dan randu.

Tapi Mawa tetap takut tiap melewati kuburan itu dan dalam penjara dia bertanya: Mengapa takut pada jiwa orang-orang yang tidak pernah kamu temui?

Cerpen terdiri dari dua babak. Di babak kedua adalah dialog daging antara Mawa dan Rota. About commie, cell, colonialism, imprisonment, government, humanity, scholar, etc.

“But then foreign scholars write unbiased books that really confuse Indonesians. These books seem to show that our own scholars are not only uncritical but bootlickers as well.”

Sukanta, P. O., & Samson, L. (2000). Leftover Soul. Manoa, 214-223.

Link: https://doi.org/10.1353/man.2000.0034

12 Agustus 2022

Kupikir, aku harus berhenti dengan diri sendiri, entah kapan sampainya, tapi harus berusaha. 

Dan mulai memikirkan orang lain, komunitas, masyarakat, dan umat manusia semuanya.

Dimulai dari pikiran, perbuatan.

Bukan berkutat pada busana, gaya hidup, brand, standard, validasi, pengakuan...

Hal-hal yang nampak dan tidak nampak, yang cuma berkutat dengan diri sendiri.

Kamis, 04 Agustus 2022

Eksploitasi Algoritma Driver Ojol

Isbah, M.F., & Prabowo, E.F. (2022). Algorithmic Exploitation: Understanding Labor Process and Control among Ride-Hailing Platform Workers. Jurnal Sosioteknologi, 21 (2), 164-181.

Studi ini menganalisis terkait proses ketenagakerjaan pekerja ojek dan bagaimana perusahaan platform mengontrol mereka. Metodenya menggunakan wawancara mendalam dengan sopir Go-Jek dan Grab antara bulan Juni 2020 dan Juni 2021 di Yogyakarta, Kediri, dan Jakarta. Setidaknya ada 15 driver yang diwawancara. 

Artikel ini menganalisis bagian yang paling relevan dari gig ekonomi yang berkembang di Indonesia. Berfokus pada platform yang dimediasi oleh layanan transportasi dan pengiriman makanan. Go-Jek dan Grab merupakan dua platform terbesar yang memberi layanan penumpang di ekosistem digital. Mereka menghubungkan antara pekerja, konsumen, restauran, toko, dlsb.

Tahun 2016, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 9,78%.  Dari data Perkumpulan Prakasa (2016), tiga alasan mengapa driver bergabung pada platform digital: waktu yang fleksibel (24,2%), menambah pendapatan (19,2%), dan bonus yang tinggi (10,9%). Fleksibilitas dan otonomi bagi pekerja ini menjadi keuntungan vital di masa ekonomi berbagai seperti sekarang ini.

Riset ini menggunakan Teori Proses Ketenagakerjaan (Labour Process Theory, LPT). LPT menyelidiki  "gerakan konversi" yang mengubah pekerja ke dalam komoditas, untuk memberikan penjelasan tentang metode manajerial dan pengawasan yang ditegakkan oleh digital platform, serta peran teknologi dalam mentransformasi pekerjaan menjadi komoditas. 

Dalam LPT, prioritas manajemen utama dalam ekonomi kapitalis adalah pekerja. Aktivitas produktif mengizinkan adanya ekstrasi surplus nilai yang ada dalam struktur kontrol yang hirarkis. Riset ini menunjukkan, pekerja diubah menjadi komoditas, di mana permintaan dan penawaran kerja dimediasi oleh platform digital.

Dalam konsep ekonomi-politik Marx, proses kerja adalah transformasi atau perubahan gerak dari proses produksi menuju komoditas konkret atau layanan yang menciptakan nilai; di mana keuntungan ini berguna bagi kapitalis. Dalam sistem kapitalis, kerja dianggap sebagai tema eksploitasi yang menguras nilai dari pekerja.  

"Work processes can be traced back to the struggle for autonomy, and they can be opportunistic or even supportive of managerial objectives." 

Manajemen algoritma digunakan dalam industri ojol ini serta memainkan perna signifikan, termasuk dalam mekanisme kontrol dan pengawasan di tempat kerja. Seperti penggunaan sistem timbal baik (feedback), bintang (rating), dlsb. 

Studi ini memperlihatkan adanya ketidakseimbangan relasi kuasa yang menimbulkan ketidakpuasan dan konflik. Proses kerja yang mengalienasi, perusahaaan mempromosikan eksploitasi pekerja di bawah bingkai retorika kebebasan, fleksibilitas, dan kemtiraan.

Proses tersebut yang dinamai oleh peneliti sebagai "eksploitasi algoritma", di mana perusahaan platform secara bebas menggunakan teknologi dan melakukan proses kontrol melebihi operasi pada pekerja dengan menerapkan standar pelayanan yang tinggi. Sementara pekerja terjebak dalam kata-kata manis "partner" (mitra).  

"The relationship between the platform and the driver as a partner relationship and not as a worker and employer, makes the platform party the beneficiary."

Kontrak yang bias juga berisiko bagi pekerja. Seperti terkait perlindungan kerja, gaji yang di bawah standar, sedikit jaminan kerja, dan menghadapi ketidakamanan dalam pekerjaan. Pekerjaan ojol ini juga berhubungan dengan emotional labor yang tinggi. "Upon receiving an order for food, the location was far away, the queue was long, and the customers were occasionally impatient...." A, driver Jakarta, yang tentu ini berdampak pada kesehatan mental. 

Kerja emosional ini didefinisikan sebagai proses di mana pekerja mesti memberikan emosi mereka dalam mengikuti standar organisasional dan guideline yang ditetapkan oleh pemberi kerja. Seperti driver harus mengendalikan kontrol emosi mereka secara positif, driver harus sopan, driver harus berkata baik, dll.

Proses ojol terdiri dari: tahap registrasi, mendapat orderan (tawaran)--dalam proses ini, pemilihan konsumen ditentukan oleh platform berdasarkan pada elaborasi algoritma yang tak bisa diakses oleh driver--, hingga tahap evaluasi menggunakan rating/bintang. 

Selain itu, driver juga dikontrol melalui GPS atau data GPS, yang memperlihatkan lokasi dan tujuan. Serta dapat diawasi kecepatan mengendarai, tidak lebih dari 50 km/jam. Data ini bisa dipakai oleh perusahaan platform untuk kepentingan mereka. Pada proses-proses tersebutlah, terjadi asimetri informasi yang menciptakan mekanisme kontrol yang berdampak pada proses kerja dan pekerja.

Sistem manajemen kerja samaran diterapkan dengan dua cara, manajemen pelanggan dan penerapan metode gamifikasi. Driver akan diberikan prioritas berdasrkan rating performa mereka, yang berimbas pada kuantitas orderan. Gamifikasi dibuat untuk menguasai pekerja. 

Sementara untuk gamifikasi merupaka proses di mana pekerja "seolah-olah" menciptakan sendiri aturan mereka, sering berbentuk tujuan personal, untuk memotivasi pekerja dan mengurangi tekanan dengan mengikuti regulasi perusahaan. "Setting a personal goal may motive workers to work harder to meet the next goal."

Selasa, 02 Agustus 2022

2 Agustus 2022

Dengerin lagu-lagu yang kusuka menjadikanku merasa menjadi diriku sendiri. Seperti mendengarkan lagu-lagu Alex Turner, yang "Stuck on The Puzzle" atau "Piledriver Waltz". Apalagi ada latar film Submarine dengan tokoh yang menyerupai hidupku, dan rasanya tak butuh validasi apa pun dari orang lain. Hal-hal yang personal lebih patut dinikmati sendiri. Greets from Turner..... Isma......

Vokalis Arctic Monkeys Anggap Metallica Tak Cocok di Glastonbury - ShowBiz  Liputan6.com