Sunday, May 31, 2015

Elegi Pengusir Minor

masih juga di tempat ini
tempat yang mampu membuatku merasa dengan ikhlas
menjadi debu-debu beterbangan.
pada saatnya nanti kamu akan mengerti sendiri
ada hal sendu yang coba diucapkan bunga pada lebah yang menganggapnya biasa saja
juga tentang huruf yang tersesat pada rangkaian takdirnya sendiri
ke dalam kertas-kertas yang kadang dibaca dan dilupakan

berdua, kita memang pernah saling membaca
tak perlu saling bicara
aku disentil seseorang: kamu tak memberiku harapan
baiklah, aku paham, aku akan mengubur pelan
ini biasa saja
aku tak menyesal
aku tak perlu bersembunyi
biarkan kita saling beterbangan

dekomposisi
lagi, lagi, lagi

No comments:

Post a Comment