Saturday, July 6, 2013

Review Film Habibie dan Ainun

Jujur aja sih, film ini udah lama banget pengen aku tonton :) Dan sekarang kesampaian :D Kawan, buat kalian yang belum nonton (mau pun yang udah nonton), aku akan bahas lagi ceritanya.
Alur dimulai saat Ainun remaja, ia bermain kasti, trus Habibie digeret gurunya masuk kelas. Sampai kelas, gurunya nyari Ainun, tiba-tiba Ainun datang. Kemudian gurunya bertanya ke Ainun "Kenapa langit warnanya biru?" Ainun menjawab, kira-kira gini.. "cahaya itu gelombang, warnanya merah, kuning, hijau yang merupakan gelombang berfrekuensi panjang, dan warna biru yang frekuensinya pendek. Karena langit dan cahaya biru itu berfrekuensi sama, maka warna biru dibiaskan ke langit. Jadi, langit warnanya biru". Setelah itu gurunya tiba-tiba bilang, "Memang kalian ini jodoh" :)

Setting berubah di Aacher, Jerman tahun 1959. Habibie ada di sebuah gedung, dia ada di tempat yang banyak bukunya dan ngomong sama orang di sana pakai bahasa Jerman (tulisan artinya di TV kecil-kecil, aku nggak ngerti maksudnya) kemudian Habibie presentasi di depan bule Jerman tentang pesawat. Tiba-tiba Habibie jatuh ke lantai dan dibawa ke rumah sakit.

Kali ini layar berganti tempat di Bandung (saat ramadhan). Habibie dan seorang saudaranya pergi ke rumah Ainun. Trus flashback ke masa sekolah. Saat Habibie ngejek Ainun. Waktu itu Ainun lagi ngobrol sama teman-temannya, Habibie datang dan bilang..
"Hei, Ainun, kamu hitam, jelek, kayak gula Jawa.."
Nah, saat dewasa, Habibie masuk ke rumah Ainun (setelah lama tak berjumpa). Waktu itu Ainun sedang menjahit, Habibie memanggilnya. Ainun menengokkan kepala, Habibie bilang, "Cantiknya kamu, gila, kok sudah berubah jadi gula pasir" haha :D Di sini pak Habibie dipanggil Rudy. Kemudian mereka buka puasa bersama, di sini ayahnya Ainun ingin mendengar cerita Rudy tentang Jerman. Di sini juga Rudy cerita tentang penyakit TBC-nya. Saat selesai makan, Ainun dan Rudy ngobrol.. ternyata Ainun sudah menjadi seorang dokter dan akan mengambil program spesialis beberapa bulan lagi. Kemudian Ainun dan Rudy jalan-jalan. Sampai rumah, Ainun menulis surat untuk sahabatnya namanya Lis (gak tau nama jelasnya), bahwa dia telah jatuh hati sama seseorang bernama Rudy Habibie.

Suatu hari lima orang pria mapan (ada yang pejabat, tentara, jaksa, dll) datang sekaligus ke rumah Ainun (niatnya ntah mau melamar atau apa, hehe), mereka kesana menggunakan mobil, dan anehnya si Habibie orang keenam yang hadir naik becak. Seseorang menegurnya, : "Loh, Pak, pakai becak Pak?". Habibie menjawab dengan santai, "Kenapa? ada masalah? biarin saja.. haha.." sambil bercanda, dijawab sama seseorang itu, "Wo, MISKIN" :D Pas nyampai pintu, ayah Ainun memanggil Ainun, ayahnya menyuruh Habibie dan Ainun untuk berdua jalan-jalan. Kasian lima pria itu, hehe..

Pas jalan-jalan Ainun cerita, kenapa dia pengen jadi dokter. Trus Habibie nanya, apakah Ainun sudah punya teman dekat? Ainun menjawab, "Kenapa memangnya?", trus Habibie meresponnya dengan ekspresi malu-malu. Trus mereka pergi ke acara dansa. Di sana Ainun bertemu dengan sahabatnya yang bernama Lis dan suaminya Lis.Sahabatnya ini memanggil Ainun dengan panggilan Cempluk.. Lis bilang ke Habibie, kenapa dia bisa naklukin Cempluk yang kritis dan susah orangnya.. mereka bercanda-canda. Trus, ganti scene di dalam becak. Habibie cerita tentang janjinya membangun Indonesia. Saat dia sakit di Jerman dan berfikir hampir mati, Habibie membuat sumpah. Dan dialog romantis pun terjadi, seperti ini...
H: "Ainun, Ainun mau ikut saya ke Jerman?"
A: "Maksudnya ikut ke Jerman?"
H: "Ikut sama saya, kawanin saya, mendampingi, menjadi istri, lalu kita bangun keluarga, hanya boleh kita berdua.. tanpa campur tangan dari keluarga besar. Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal. Ntah kamu bisa menjadi dokter atau tidak, ntah kita bisa hidup mudah disana, tapi yang jelas saya akan menjadi suami yang baik untuk Ainun.."
A: "Aku tak bisa janji.. Aku tidak bisa janji menjadi istri yang baik, tapi aku janji akan selalu menemani kamu"
(#so sweet)
Kemudian mereka menikah dengan adat Jawa. Setelah itu naik pesawat ke Jerman. Scene di pesawat, Ainun gelisah karena pesawat berguncang.
H: "Tenang, kalau pesawat berguncang, itu tandanya bagus, tidak ada yang retak dalam pesawat"
A: "Kalau ada yang retak?"
H: " Ya jelas. JLEGG!!" (Habibie, mempraktekkan pesawat dengan tangan, dan tangannya nlungsep ke bawah. Mereka tertawa, Ainun diohongi kayaknya, haha.. :D)
 Kata Habibie..
"Nanti, aku buatkan truk terbang paling aman buat kamu.."
Kehidupan di Jerman, Ainun hamil. Habibie bekerja di perusahaan kereta api, merancang mesin gitu :)) Ada kejadian nyeseknya juga nih, saat lagi musim dingin, hujan salju, Habibie pulang kerja. Dia lihat dompet.. uangnya receh nggak cukup buat naik angkutan kota, akhirnya malam-malam dia putuskan jalan kaki menuju rumah, dan naasnya lagi sepatunya bolong, dia mengambil kertas dari tas kerjanya, kertas ditekuk-tekuk dan disumbatkan sepat yang bolong tadi. Ainun gelisah di rumah menunggu Habibie, dia sudah membuatkan sayur sop untuk Habibie. Sampai rumah kaki Habibie lecet, Ainun mengompresnya sambil mengutarakan isi hatinya, kalau dia ingin pulang ke Indonesia saja. "Hidupku di Indonesia, hidupmu yang di sini.." kata Ainun. Habibie menjawab..
"Kita ini ada di dalam gerbang, ada di terowongan yang gelap dan panjang, tapi kita tahu terowongan ini mengarah kemana. Setiap cobaan pasti memiliki tujuan. Ada cahaya. Saya janji, saya akan membawa kamu ke cahaya itu. saya janji.. Oke.."
Ainun mengangguk kecil dan menjawab, "Jangan lupa untuk terbang.."

Scene berikutnya Habibie sedang menangani proyek kereta api dan dia sukses. Tahun 1965 di Hamburg, setelah menyelesaikan studi S3-nya di sekolah penerbangan, Habibie mengirim surat resmi ke pemerintahan RI, dia ingin membuat pesawat terbang untuk Indonesia. Dan kabar gembira lagi kalau Ainun mengandung anak kedua.

Kemudian, Ainun sakit dan priksa kesehatan. Ada masalah di ususnya, dan kemudian Ainun dioperasi. Setelah itu, Ainun menjadi dokter spesialis anak di Jerman. Sedangkan Habibie ke Indonesia meninggalkan Ainun dan anak-anaknya di Jerman, meski berat tapi Ainun selalu mendukung, kata Ainun, "Indonesia memanggilmu, bersyukurlah.." Di Indonesia Habibie mengungkapkan jika industri pesawat, kereta api, kapal, bisa mendongkrak potensi anak muda.. dan hasilnya untuk rakyat Indonesia. Di tengah rencananya itu ada juga pihak-pihak yang mencoba membujuk Habibie untuk bergabung ke tender tertentu, dan Habibie menolaknya dengan sopan.

Sesekali Habibie menelepon Ainun di Jerman, Ainun sedih... anaknya sekarang sakit. Dia dokter yang mengobati banyak anak sakit, tapi kenapa saat mau mengobati anaknya sendiri dia tidak bisa, anak jadi tidak terurus. Akhirnya, Ainun memutuskan untuk pindah ke Bandung.. mendampingi Habibie lagi.

Rencana pembuatan pesawat terus berlanjut, Habibie menjalin kerja sama dengan banyak negara untuk proyeknya ini, seperti negara Kanada, Jepang, Spanyol, dll. Tapi ternyata ada piha-pihak yang gak baik juga, sampai nyogok jam tangan buat nyetujui kerja sama dengan pihak gak waras itu. Tapi Habibie mengembalikan jam mahal itu.. katanya, "Ajukan proposal saja ke saya, tidak seperti itu!" Tapi orang itu gak nyerah buat nyogok Pak Habibie, dia ajukan proposal yang sama (yang sudah ditolak) tapi yang nganterin wanita (maaf) pelacur gitu kayaknya. Trus penjaga gedung itu langsung membawa wanita itu keluar. Di rumah, Ainun mendengar kabar itu, mereka bercanda dan Habibie berkata, "Kamu yang paling cantik, serius!". Orang jahat yang mau nyogok pak Habibie tak berhenti hanya di situ, kini dengan cara terang-terangan, dia menyogok dengan cek dan uang tunai. Pak Habibie langsung mengusirnya, "KLUAR!!"

Di IPTN Bandung tahun 1995, dua orang wartawan Indonesia sedang mewawancarai Pak Habibie dan memotretnya.
Wartawan: "Jadi Indonesia bisa membuat pesawat sendiri?"
Habibie: "Tidak hanya bisa, tapi kita sudah mampu. Ini buktinya" (Habibie menunjuk pesawat rancangan yang hampir jadi).
Nahh, ada kejadian lucu nih antara dua orang wartawan itu dengan pak Habibie, kejadiannya di kamar mandi...
Wartawan (ngobrol dengan teman di sebelahnya): "Pernah dengar cerita tentang pesawat Kuwait?? Pesawat Kuwait perang dengan pesawat Amerika, orang Amerika bilang, 'tembak!' di tembak pesawat Kuwait 'duor, dor, dor!!' pesawatnya jatuh, haha. Nahh, ini sama. Pesawat Indonesia. Sama kejadiannya dengan Kuwait, perang. Pesawat Indonesia lewat juga di depan pesawat Amerika, ngapain ditembak, ntar juga jatuh sendiri!! Hahahaha..."
Mereka tertawa lebar, tragis yaa, gak bisa hargai buatan sendiri. Namun mereka gak sadar kalau di ruangan itu ada Pak Habibie, dan beliau mendengarnya. Beliau keluar dan lewat belakang dua wartawan itu, dua wartawan itu malu, skak mat!

Tanggal 10 Agustus 1995, penerbangan perdana pesawat N250 buatan Indonesia dilaksanakan. Media TV menayangkan penayangan dan disaksikan sampai warung kopi. Presiden Soeharto dan istrinya Bu Tien serta wapres Tri Sutrisno menghadiri acara ini, MENYAKSIKAN PENERBANGAN N250. YEEE!! Pesawatnya terbang dengan gagah!! :) Sekarang bangsa Indonesia bisa membuat pesawat sendiri.

Beberapa waktu kemudian, Habibie diambil sumpah sebagai seorang wakil presiden. Pas krisis moneter yang begitu parah, rupiah terpuruk, inflasi 80%, terjadilah REFORMASI. Lautan mahasiswa menuntut dan Soeharto mundur menjadi presiden dan digantikan Habibie.

Berbagai konflik pun terjadi di pemerintahan Habibie. Orang yang dulu nyogok Pak Habibie dengan tak tahu malu itu tiba-tiba ngomong di TV kalau pemerintahan sekarang adalah pemerintahan boneka. Banyak pihak yang nyalahin. Habibie usaha keras bangun bangsa ini. Berkutat dengan banyak buku, tidur satu jam doang, buat analisa penting. Sampai Ainun bilang dengan sedih dan marah-marah: "Kamu bukan superman! Kamu itu pemimpin negara. Kalau kamu nggak bisa mimpin tubuh kamu sendiri. Bagaimana kamu bisa pimpin 200 juta orang!!"--"istirahatlah"--"Kamu itu orang paling keras kepala dan orang yang paling solid yang pernah aku kenal!"

Dan ceita selanjutnya, di media diberitakan, pertanggungjawaban Habibie ditolak, dan berita-berita sentimen lainnya. Dan Habibie berkata kepada Ainun dan dua anaknya yang telah dewasa, "Papa tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden". Scene berikutnya Habibie pergi ke tempat pembuatan pesawat sendirian. Dia mengelus tulisan "krincingwesi" bergambar wayang di pesawat itu. Dari tadi Ainun mengikutinya dan berdiri di dekat Habibie. Dengan sedih Habibie berkata..
"Tujuh belas ribu (pulau), banyak infrastruktur yang bisa dikembangkan, tapi mereka tak pernah percaya!"
Ainun: "Ada banyak cara mencintai negeri ini"
Kemudian Ainun mengambil artikel tentangnya yang dulu digunting dan ditempel di kulkas oleh anaknya.
Ainun: "Kemana kita setelah ini?"
Habibie: (di hatimu)
Dan Habibie menangis dipeluk istrinya, Ainun.

Tahun 2000, mereka pergi berjalan-jalan ke beberapa negara Eropa berdua...

Kemudian Ainun sakit dan dibawa langsung ke Jerman untuk berobat, dengan teknologi canggih. Ainun sholat sambil tidur, ditemani dua anaknya dan diimami Habibie.
Ainun sakit parah, tapi dia bilang ke sahabatnya, "Lis, aku ingin pulang saja". Habibie, dua anaknya, dan sahabatnya setia menemani. Ainun sesekali bilang dengan terbata-bata ke Habibie, "Kau sudah minum obat?". Habibie menjawab, "Yang penting kamu sehat, sembuh, kamu harus kuat"... "Maafkan papah". Ainun berkata, "Jangan minta maaf, kamu sudah menepati janji. Kamu suami terbaik untukku". Kemudian Ainun dioperasi...
Saat hari ulang tahun pernikahan...
Habibie: "Saya berjanji, akan terus di samping Ainun"
Ainun tersenyum, terpejam, beliau meninggal dunia di Jerman. Ditemani suami, anak-anak, dan sahabatnya.

Cerita di akhiri dengan menghadirkan bapak B.J. Habibie asli di taman makam pahlawan, sambil cerita dan berpuisi.


Cinta mereka sejati :)

No comments:

Post a Comment