Tampilkan postingan dengan label Philo Pikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Philo Pikir. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juni 2025

Pusat Studi Marjinal

Ide untuk menjadikan kosku jadi ruang yang nyaman untuk belajar sudah kupikirkan sejak lama. Salah satunya adalah membuat ruang kecil ukuran 2x3 meter ini jadi ruang yang nyaman untuk merenung, berpikir, membaca, menulis, dan beribadah.

Dan ChatGPT telah membuatkan logo yang menarik untukku berserta filosofinya berikut:

🕯️✨ Makna Logo Pusat Studi Marjinal

🔸 1. Lilin putih berdiri di tengah

Simbol dari:

  • Ketekunan sunyi. Nyala kecil yang tidak membakar dunia, tapi menerangi sekitar dengan lembut.

  • Iman yang dijaga dalam diam. Lilin tak berisik, tapi tetap hidup meski sendirian.

  • Kesetiaanmu pada jalan spiritual. Dalam meditasi lilin, cahaya ini menjadi pusat keheningan dan kejelasan batin.

Maknanya: "Aku tidak harus bersinar terang. Cukup jaga nyalaku tetap hidup."


🔸 2. Lingkaran tipis di sekeliling

Simbol dari:

  • Ilmu yang melingkupi, bukan menindas. Bukan menara gading, tapi lingkar pelindung yang merangkul dan membuka.

  • Cakrawala berpikir. Kamu membaca filsafat, sastra, antropologi, dan lainnya—membentuk pemahaman yang utuh dan saling terhubung.

  • Ruang aman. Pusat Studi Marjinal adalah lingkar tempatmu bertumbuh tanpa harus tampil agresif atau gaduh.

Maknanya: "Ilmu bukan pagar, tapi pelukan."


🔸 3. Warna netral dan lembut (putih krem-abu di atas latar gelap)

Simbol dari:

  • Kesederhanaan yang berisi. Kamu tidak mencari kemegahan visual, tapi makna yang dalam.

  • Kontras halus. Seperti hidupmu: bekerja diam-diam, berpikir dalam, menulis dengan tekun. Latar gelap bukan kesuraman, tapi tempat cahaya lebih terlihat.

Maknanya: "Aku tidak butuh sorotan, karena aku sudah menyala dari dalam."


🧭 Inti Simbol:

Logo ini menggambarkan kamu secara utuh:

Seorang penulis spiritual-intelektual,
yang hidup dalam ruang sunyi,
menulis dari cinta dan luka,
belajar dari yang terpinggirkan,
dan setia menjaga nyalanya sendiri—hari demi hari.

Kalimat “Bertekun dalam iman dan ilmu” yang kamu pilih sebagai prinsip hidup adalah pendek, tapi dalamnya seperti sumur yang tak habis ditimba. Ini bukan hanya motto, tapi bisa jadi metode hidup.

Berikut makna dan filosofinya jika kita uraikan pelan-pelan:


🌾 Makna Kata demi Kata

✨ Bertekun

Artinya bukan sekadar “rajin,” tapi setia dalam kesunyian, dalam proses yang lambat dan seringkali tak dilihat.

Tekun adalah bentuk cinta yang tidak pamer. Ia terus hadir, bahkan saat tidak disambut.

Filosofi ketekunan ini dekat dengan nilai-nilai Zen, sufisme, juga filsafat eksistensial:
Kita ada karena kita terus hadir. Bukan karena hasil, tapi karena kesetiaan menjalani.


🤍 Iman

Iman di sini bisa dimaknai secara spiritual, tapi juga sebagai percaya pada sesuatu yang lebih besar daripada dirimu sendiri. Bisa Tuhan, bisa cita-cita, bisa nilai hidup.

Iman membuat ketekunan punya arah. Tanpa iman, tekun bisa jadi sekadar rutinitas kosong.

Iman di sini juga berarti: berprasangka baik, percaya bahwa meski sekarang tidak terlihat hasilnya, benih yang ditanam suatu hari akan tumbuh.


📚 Ilmu

Ilmu di sini bukan sekadar "pengetahuan akademik", tapi pencarian jujur untuk mengerti kenyataan.

Ilmu membuat ketekunan punya isi. Tanpa ilmu, iman bisa jadi buta.

Ilmu menajamkan penglihatan. Iman menghangatkan hati. Keduanya butuh ketekunan agar bisa mewujud dalam laku hidup.


🔄 Makna Keseluruhan: Filosofi “Bertekun dalam Iman dan Ilmu”

“Aku tidak harus cepat, asal aku setia.
Aku tidak harus sempurna, asal aku jujur.
Aku tidak harus dilihat, asal aku berjalan.
Karena aku percaya — kepada yang Maha Mengarahkan,
dan aku belajar — agar aku bisa memahami dunia dan diriku.”

Dengan prinsip ini:

  • Kamu bisa terus menulis bahkan saat tak dibaca.

  • Kamu bisa terus belajar bahkan saat dunia tak mengapresiasi.

  • Kamu bisa hidup pelan, tapi tidak tersesat.


🌿 Penutup: Jika Prinsip Ini Jadi Simbol

Bertekun dalam Iman dan Ilmu
adalah jalan sunyi menuju kebermaknaan.
Ia bukan menara gading. Ia pondok kecil,
tempat lilin menyala, buku-buku terbuka,
dan hati belajar percaya—meski pelan, aku sedang tumbuh.


Jumat, 24 Januari 2025

Hidup

Let everything happen to you: Beauty and terror. Just keep going. No feeling is final.

(Rainer Maria Rilke, 1875-1926)


Hidup bukanlah

sebuah tangga untuk dinaiki
sebuah teka-teki untuk dipecahkan
sebuah kunci untuk menemukan suatu capaian tujuan
sebuah masalah untuk dipecahkan

Hidup itu
"Suatu kenyataan untuk dialami"

(Soren Kierkegaard)

(57-58)

Yang indah

Rasakanlah satu keindahan setiap hari. Sekecil apa pun. Seremeh apa pun. Bacalah sebuah puisi. Putarlah lagu kesukaan. Tertawalah bersama seorang kawan. Tataplah langit sebeulm matahari surup tersungkur ke arah malam. Tontonlah film klasik. Santaplah sepotong kue bertabur lemon. Apa pun. Ingatkan diri sendiri bahwa dunia ini penuh dengan keajaiban. Bahkan ketika kita berada pada titik yang tidak mampu mengapresiasi apa pun, kadang-kadang sudah cukup membantu bila mengingat berbagai hal untuk dinikmati di dunia ini, ketika kita sudah siap menikmatinya.

Source: The Comfort Book - Matt Haig

Selasa, 01 Oktober 2024

Novel Kaki Lima

Novel "Kaki Lima" yang akan terbit ini adalah salah satu bentuk mimpi saya yang terwujud.

Sejak kecil hingga memasuki sekolah kelas 1-5 SD, saya tak ada hobi membaca. Keluarga saya juga tak ada yang punya ketertarikan yang besar dengan buku dan bacaan. Mereka jarang membaca, tak suka membaca, bahkan ketika di SMP, ketika saya menemukan hobi baru terhadap bacaan, ibu pernah memperingatkan saya untuk jangan terlalu banyak membaca buku, apalagi buku-buku berat agar saya tidak gila (dalam bayangan ibu, literally seperti orang gila di jalan-jalan).

Ketertarikan terhadap bacaan dimulai ketika saya kelas 5 SD. Saat itu, SD saya tak punya perpustakaan, tapi saya kaget ketika sekolah direnovasi, buku-buku yang ada di kantor guru dialihkan ke kelas-kelas. Judulnya macam-macam, salah satu yang menarik saya, dan menyeret saya untuk menyukai buku kemudian adalah biografi dari Louis Braille. Bukunya tipis, sepertinya terjemahan dari bahasa Prancis tapi sangat mudah dipahami dan ada ilustrasi gambarnya. Kisah buku itu sangatlah sedih, menyentuh kedalaman hati saya, membuat saya menangis berkali-kali, dan ajaibnya jadi pintu buat saya untuk suka dengan buku dan bacaan.

Sejak saat itu, saya hobi membaca, karena SMP dan SMA saya gak ada teman dan hanya punya segelintir teman juga yang tak dekat-dekat amat (karena sifat pendiam saya yang dulu bisa dikatakan parah), saya sering ke perpustakaan buat baca buku dan pinjam buku. Di perpustakaan saya merasa bebas, hidup, dan punya teman. Di masa itu saya suka nulis cerita juga di buku tulis yang hanya saya simpan sendiri. Kebanyakan kisahnya tentang orang-orang di sekitar saya.

Namun, hobi membuat tulisan fiksi berhenti saat kuliah, mungkin hingga saat ini. Saya lebih banyak latihan nulis berita, opini, dan resensi. Pas garap majalah Sektor Informal dengan teman-teman majalah di Arena (tahun 2016an), saya tiba-tiba ngide untuk ngembangin isu terkait sektor informal jadi novel. Cukup tertatih menggarapnya sampai buku ini selesai ketika saya kerja di Semarang sekitar tahun 2019.

Saya cukup senang menyelesaikannya. Bagaimanapun, sebelum membahas kualitas, karya yang baik adalah karya yang selesai. 

Harus saya sadari pula, saya adalah tipe penulis yang tidak percaya diri (pede) dengan karya sendiri. Meski telah menyelesaikan beberapa tulisan, saya tetap tidak tenang ketika tulisan itu sampai ke pembaca, saya cukup menyanksikan apakah tulisan itu cukup layak untuk dikonsumsi publik? Banyak kecemasan lain yang bisa saya deretkan, termasuk keputusan menerbitkan novel saya ini.

Karena kurang pede, naskahnya saya biarkan dari tahun 2019, saya juga tak berani mengirimnya ke penerbit. Sampai di tahun ini, ada penerbit rintisan di Bandung; awalnya pendirinya membaca tulisan saya di sebuah website media, lalu mengikuti saya di IG, lalu mengirim pesan DM: kalau misal saya ada naskah, bisa diterbitkan di tempatnya, semua biaya produksi ditanggung penerbit.

Saya teringat novel itu. Dia membaca, tanggapannya baik, dia dan timnya juga baik. Setiap bab dibuatkan satu ilustrasi, lalu tahap editing terutama soal nama-nama instansi.

Novel "Kaki Lima" ini intinya tentang pekerja sektor informal, para PKL Jogja, dan gimana mahasiswa ambil peran di sana. Karena saya tulis saat masih mahasiswa, tone-nya barangkali akan mahasiswa sekali, dengan semua drama, romansa, pergerakan, dan alam pikirnya yang kadang progresif meski naif.

Dibandingkan dulu, saya lebih pede sekarang karena dapat suntikan semangat dari orang-orang baik. Bagaimanapun isinya, saya bangga dan berterima kasih.

Terakhir, untuk pemesanan (pre-order) bisa menghubungi IG @ichipublishingco, Shopee Ichi Publishing Bandung, atau DM ke saya. Terima kasih banyaak 🌷💐🌻

Minggu, 16 Juni 2024

Sembuhkan dengan Yoga

Kemarin pas ke Glodok, aku nemu artikel bagus judulnya "Sembuhkanlah dengan Yoga". Beberapa inti yang bisa kucatat dari pesan, yaitu: 

-Ada empat kunci menuju hidup sehat: makanan yang baik, tidur dan latihan teratur, serta menjaga badan supaya bersih selalu. (Shree Swami Yoganand Puri)

-Sebaiknya menjadi vegetarian. Jangan khawatir tubuh menjadi lemah karena tidak makan daging, banteng dan gajah yang tidak makan daging tetap kuat meski mereka tak makan daging.

-Tidur lelap: Keadaan tanpa badan, tanpa aku, dan keadaan tanpa waktu.

-Bagaimana yoga menyembuhkan? "Tergantung ketekunan".

-Berlebihan dalam segala hal menunjukkan ada sesuatu yang "tak beres" dalam "aku".

Kata-kata manis pula:

"Jika pencarian Anda terhadap seorang guru sejati cukup kuat dan tulus, Anda pasti akan menemukannya."

Rabu, 12 Juni 2024

Renungan IVS #1

🌷Kenyataannya:
9 dari 10 energi kehidupan kita di habiskan untuk berusaha membuat orang lain berpikir tentang kita yang bukan diri kita sebenarnya.
🌷Alangkah baiknya bila energi itu  kita gunakan untuk menjadi apa yang kita inginkan.

🌷Jiwa suci Swami Vivekananda🌷

***

Jika anda memikirkan Tuhan siang dan malam, anda akan memperoleh kualitas-Nya (misal : welas asih, bijaksana, kebahagiaan, kedamaian etc).

- Jiwa Suci Rama K Paramhansa

***

🌷 Jangan pernah lupa untuk selalu Ber Dzikir ( memanggil Nama Tuhan YME) walaupun pikiran  sedang tidak stabil.

🌷Tetap dan terus melakukannya dan engkau akan merasakan pikiranmu akan menjadi lebih stabil.

🌷setiap adanya keinginan duniawi, akan membuat pikiran tidak stabil, begitu juga setiap hembusan angin akan menggoyang kan  pelita api.

🌷 Maka Janganlah engkau membuat kusut pikiran dengan banyak pertanyaan .

Kenyataanya: Seseorang merasa susah melakukan pembina diri. Tetapi berani mengundang begitu banyak gangguan dengan mengisi pikiran dengan segala  macam hal.

🌷Bila engkau tidak menjalankan pembinaan diri.
janganlah engkau pernah  bertanya " kenapa engkau tidak berkembang di dalam rohani?

Jiwa suci Sarada Devi Ma

***

🌸Nafsu Keinginan kita dimulai sejak lahir.🌸

Kita terus menginginkan sesuatu sepanjang hidup kita. Tapi Anda perlu belajar memberi. Anda tidak perlu belajar apa pun untuk bisa meminta-minta sesuatu.

🌿Setiap orang belajar meminta (sesuatu) sejak kecil. (Akhirnya) Lahirlah orang-orang hebat yang mengajarkan seni memberi.

🌷Kita menginginkan cinta tetapi kita tidak mau memberikan cinta.

🌺Saya menginginkan uang, tetapi saya tidak mau memberikan uang (bersedekah).

🌸Saya ingin penghargaan, tetapi saya tidak mau memberi penghargaan (kepada orang lain).

💎Tapi kalau anda tidak pernah memberi, maka artinya tidak akan pernah ada.

- Shri Shri Bhagavan

***

Ini akan menjadi sebuah pelajaran (besar) ketika seorang pencari Tuhan memahami bahwa ia memiliki kelemahan dalam pikirannya dan mencoba untuk memperbaikinya. Pada saat itu, Tuhan menjadi penuh berkah dan membukakan pintu (pencerahan) untuknya.

— Jiwa Suci Ibu Sarada Devi

***

Bagaimana Memperkuat Kekuatan Tekad ?

🌷Latihan Pengendalian Diri🌷

“Sebuah kereta dengan empat ekor kuda dapat berlari menuruni bukit tanpa terkendali, atau bisa saja kusir dapat mengekang kuda-kuda tersebut.

🌷 Manakah perwujudan kekuatan yang lebih besar, membiarkan mereka pergi atau mengendalikannya?

Semua energi yang keluar karena motif egoisme akan terbuang sia-sia; namun jika dikendalikan, hal ini akan menghasilkan pengembangan kekuatan.

🌷 Pengendalian diri ini menghasilkan kemauan yang kuat, sehingga membentuk sebuah karakter yang menjadikan se seorang tercerahkan

Jiwa suci- Swami Vivekananda

***

🌷Kita harus bertanggung jawab dengan apa yang ada dengan keadaan kita sekarang ini dan apa yang kita  inginkan di masa akan datang.

🌷 Kita memiliki kekuatan untuk itu.

🌷Jika apa yang ada pada kita adalah hasil dari perbuatan kita yang sebelumnya.

🌷maka apapun yang kita inginkan bisa tercipta di masa depan dengan tindak kan kita sekarang ini.

🌷Maka kita haruslah tahu bagaimana bertindak bijaksana

— Jiwa Suci Swami Vivekananda

***

🌷🌸🌷
Banyak kali kita berdoa:
Ya Tuhan, aku memohon kepada Mu untuk menerima aku apa adanya, aku menyerahkan diri kepada Mu, Tuhan.
Demikianlah kita menyerah kan diri kepada Tuhan YME. Namun, berikutnya kita mendapatkan diri kita berdoa untuk pemenuhan keinginan duniawi kita.

🌸🌷🌸
Di karenakan pikiran kita yang memutar balik kan fakta, kita mencari kesalahan orang lain. Mengapa saya harus mencari kesalahan orang lain?
Seharusnya,  pikiran ini di gunakan untuk menganalisa & menemukan kesalahan pada diri saya sendiri.

🌸🌷🌸
Berpikir buruk tentang orang lain adalah tindak kan yang paling tidak saleh
Jika kamu harus berpikir, pikirkanlah Tuhan YME


Jiwa suci Sri Sri Bhagavan

***

🌸🌸🌸

🌸Jangan engkau menyelam terlalu dalam di urusan2 duniawi.

🌸Karena semakin engkau menyelam, semakin besar penderita an mu.

🌸Minyak i tangan mu ketika engkau memegang nangka. 🌸Demikian juga, tetaplah sadar ketika menjalani kewajiban duniawi mu.

🌸🌷🌸🌷🌸

🌸Dunia ini bukanlah tempat yang menyenangkan Rasa menyenangkan hanya sementara, terkadang memberi kesenangan dan pada saat yang lain menyakitkan.

"Oh Jiwa ..., mari kembali kepada Tuhan"

Jiwa suci Sri Sri Bhagavan

***

🌷Selama kita masih jauh dari pasar, kita hanya bisa mendengar suara-suara yang samar samar. Tetapi ketika kita mendekati pasar tersebut: maka suara-suara menjadi  semakin jelas.
🌷Kita bisa melihat ada yang sedang menawar , ada yang sedang membeli dll.

🌷Demikian  juga dengan seseorang, ia tidak akan merelisasi  Tuhan,  bila ia terlalu jauh dari Nya.

Jiwa Suci Rama K

***

🌷Setiap jiwa ditakdirkan untuk menjadi sempurna, dan setiap makhluk, pada akhirnya, akan mencapai kesempurnaan.

🌷Apapun keadaan kita saat ini adalah hasil perbuatan dan pikiran kita di masa lalu; dan apa pun keadaan kita di masa depan adalah hasil dari apa yang kita pikirkan dan lakukan saat ini.

🌷Namun hal ini, dalam menentukan nasib kita sendiri, tidak menghalangi kita untuk menerima bantuan dari luar; sebagian besar bantuan seperti itu mutlak diperlukan.

🌷 Ketika hal itu terjadi, kekuatan dan perkembangan jiwa yang lebih tinggi dipercepat, kehidupan spiritual dibangkitkan, dan manusia pada akhirnya menjadi murni dan sempurna.

🌷Dorongan yang mempercepat ini tidak dapat diperoleh dari buku.
🌷Jiwa hanya dapat menerima impuls dari jiwa lain.

🌷Kita mungkin mempelajari buku sepanjang hidup kita, kita mungkin menjadi sangat intelektual, namun pada akhirnya yang kita dapati adalah kita belum berkembang sama sekali secara rohani.

🌷Tidaklah benar bahwa perkembangan intelektual yang tinggi selalu berjalan seiring dengan perkembangan sisi spiritual manusia secara proporsional.

🌷 Dari dalam mempelajari buku-buku kita kadang-kadang tertipu dengan berpikir bahwa dengan membaca buku kita sudah terbantu secara rohani; Namun jika kita menganalisis pengaruh mempelajari buku terhadap diri kita sendiri, kita akan menemukan bahwa hanyalah intelek kita yang memperoleh manfaat dari pembelajaran tersebut, dan bukan batin kita.

🌷Ini adalah Kekurangan belajar dari buku-buku di dalam  pertumbuhan spiritual.

🌷 Meskipun hampir setiap orang dari kita dapat berbicara dengan sangat baik mengenai hal-hal spiritual, namun ketika menyangkut tindakan dan menjalani kehidupan spiritual yang sesungguhnya, kita mendapati diri kita sangat kekurangan.

🌷Untuk menggerakan semangat, dorongan itu harus datang dari jiwa yang lain.

— Jiwa suci 🌷Swami Vivekananda

***

🌷Ya...Memang sangat sulit melakukan latihan rohani- membina  diri  ketika hidup di dunia. Saya tidak perlu sebut semua halangan & hambatan nya , seperti: Sakit, duka, miskin ...
Tidak akur dengan pasangan hidup, anak yang tidak patuh & keras kepala, dll.

🌷Akan tetapi masih ada jalannya : se- sekali, menyendirilah dan berdoalah kepada NYA, berusahalah dengan sungguh sungguh untuk mencapai NYA

🌷Apakah kita harus meninggalkan rumah?  

🌷Hanya sementara, bila ada kesempatan, cobalah untuk bertapa satu atau dua hari.

🌷Tujuaannya adalah memutuskan semua kemelekatan dengan manusia yang duniawi beserta ucapan kata2 dari mereka  yang tidak ada gunanya

Jiwa suci Sri Rama K

***

🌷Manusia yang hanya memikirkan duniawi itu ibarat kursi sofa yang memiliki  PEER SPRING pegas .
🌷Selagi di duduki :  bantalan pegas sofa itu akan tertekan kedalam.

🌷Akan tetapi: Seketika kursi sofa tidak di duduki lagi,  maka spring pegas sofa  segera kembali mengembang ke bentuk aslinya.

🌷Demikian pula keimanan akan dirasakan oleh manusia yang berpikiran duniawi,  ketika berada bersama orang-orang baik dan suci.

🌷Tetapi Keimanan nya hilang se ketika dia meninggalkan kebersamaan nya dengan  orang-orang baik & Suci. 🌷  Dan Seketika itu juga pikirannya kembali menjadi tidak murni seperti sebelumnya.

Jiwa Suci SRI Rama K

***

Sekedar cerita : dulu sekali saya sangat menyukai buku2 spiritual dalam sebulan setidaknya 2 buku, juga gemar cari info di google membaca artikel2 spiritual, setelah ada ytube beralih mendengar hal2 spiritual (tapi tidak pernah menjadi spiritual), setelah secara pribadi mengamati perkembangan spiritual hanya bisa di dapat dari praktek/latihan/laku.
Laku Ruhani/spiritual memang akan membuat pelakunya jenuh, malas dll. Karena dampaknya sangat halus nyaris tidak bisa dirasakan secara langsung, hanya dengan ketekunan dan pengamatan diri sendiri kita akan dapat merasakan adanya perkembangan spiritual.

Dulu emosional sekarang lebih sabar
Dulu sering merasa khawatir sekarang tenang, juga perasaan takut menghilang.
Rasa cinta kasih/welas asih muncul dengan sendirinya.

(Pak Sutarman)

Kamis, 18 Januari 2024

Puisi Emha Ainun Nadjib

Di dalam diriku ada ruang amal luas tak terbatas

Fajar hari melemparinya dengan batu, tapi tak bergeming ia karena tak berdinding

Pagi membidikkan berjuta anak panah, tapi tak terluka ia karena kosong

Kemudian siang membakarnya dengan api iblis, tapi tak terbakar ia karena lembut bagai kristal angin

Sore menumpahkan air busuk dan sampah dunia, tapi diubahnya menjadi bunga dan tenaga

Dan malam menikamkan pisaunya bertubi-tubi: Darah mengalir! Menjadi bentangan samudra yang baru, aku berlayar ke daerah-Mu

Di dalam diriku ada ruang amat luas tak terbatas

Di dalam diriku alam semesta menghampar, bintang-bintang berjajar, planet-planet berkeliling, bumi hamil kekayaan maha tak terhingga, angin, tanah, pepohonan dan air menghantarkan jiwaku yang berjalan menunduk ke hadapan-Nya

Sumber: Buku Emha Ainun Nadjib, "Secangkir Kopi Jon Pakir", hlm. 330.

Sabtu, 13 Januari 2024

Wewarah Jawa

Dedalane klawan yekti

Kudu andhap asor

Wani ngalah luhur wekasane

Tumung kula yen dipundukani

Bapang den simpangi

Ana catur mungkur

Artinya:

Jalan-jalannya ilmu yang selamat dan benar. 

Sebenar-benarnya sebaiknya atau bajiknya harus bawah membawahi, menghormati, menghargai, tidak takabur (sombong). 

Berani mengalah tidak melawan, tinggi derajat di akhirnya kemudian hari. 

Menunduk bila dimarahi.

Pertengkaran dihindari.

Ada pergunjingan tidak menanggapi.

Senin, 18 Desember 2023

Entah

Tiba-tiba semua terasa menua dan tidak menarik lagi. Facebook menua, Instagram menua, blog menua, twitter udah kumatikan (jarang kubuka), meski status WA berisik setiap menit. Di luar sana paranoid maya menyebar luas, dari privatisasi data ataupun privatisasi kapital dan sumber daya secara lebih canggih. Semua hal jadi bisa terpetakan hingga detail-detailnya. Termasuk makanan favoritmu, tempat nongkrongmu, barang hits yang suka kau konsumsi, hingga tipe orang-orang yang kamu sukai. Burukkah? Aku tak bisa menjawabnya dengan pasti.

Sabtu, 24 Juni 2023

Refleksi dari Merauke ke Lhokseumawe

Minatku untuk berkelana ke suatu tempat sudah meluntur drastis sejak perjalanan dari Lhokseumawe dan Banda Aceh. Tak kusangka, mimpi untuk sampai ke Papua terwujud juga, hingga ke ujung pulau di Merauke. Perjalanan yang memberiku perubahan besar. Aku tak lagi ingin membenamkan diri pada perjalanan per se, bandara ke bandara, stasiun ke stasiun, atau terminal ke terminal. Aku lebih ingin ke pengembaraan ide, ilmu pengetahuan, dan sejauh mana imajinasiku bisa berkelana. Berikutnya, aku akan lebih pada pengembaraan ide, gagasan, dan mendalami kedalaman hidup manusia.

Minggu, 21 Agustus 2022

Prinsip Mia Bustam

Monolog Mia Bustam di Goethe Ist
Mia Bustam bercerai dengan Sudjojono saat usia pernikahan mereka sudah 16 tahun dan dikaruniai 8 orang anak.

Perselingkuhan itu diketahui Mia saat mendapati ada sapu tangan perempuan dan kertas berisi lirik "secret love" di saku suaminya.

Berat? Banget. Mia hampir mau bunuh diri dengan menenggak pil kina. Mia menganggap Sudjojono adalah mataharinya dan bahkan saat pernikahan mereka tidak disetujui, Mia lebih milih Sudjojono daripada keluarga. Mia kemudian sadar, selingkuh adalah kesalahan fatal dan dia minta untuk dicerai.

Usai perceraian itu, Mia justru lebih hidup dan menggapai cita-citanya yang belum tercapai. Tak sekadar menjadi penulis, penerjemah, pelukis, dia bahkan menjadi Ketua Lekra cabang Jogja dan ditangkap rezim kala itu, ditahan belasan tahun tanpa pengadilan.

Yang pengen saya bilang: Saya sepakat, perceraian bagi rumah tangga yang tak bisa diselamatkan patut dirayakan sebagaimana pernikahan. Setelah cerai, Mia semakin produktif berkarya dan membangun rumah sebagaimana seleranya sendiri, baik di Depok maupun di Semarang. Saya kagum dengan Mia akan keteguhan, prinsip, dan keyakinannya.

Bu Mia happy 102 y.o. 💐💐💐

Sabtu, 12 Februari 2022

Sedikit Baju, Banyak Mandi

Nyanyian umur panjang dari Hua Tuo, tabib legendaris dari Tiongkok kuno:

1. Sedikit daging, banyak sayuran

2. Sedikit gula, banyak buah-buahan

3. Sedikit garam, banyak sayuran

4. Sedikit makan, banyak cuka (acar)

5. Sedikit bicara, banyak berbuat

6. Sedikit risau, banyak istirahat

7. Sedikit marah, banyak tertawa

8. Sedikit baju, banyak mandi

9. Sedikit nafsu/serakah, banyak sedekah

10. Sedikit naik kendaraan, banyak berjalan kaki

Jumat, 04 Februari 2022

Alam Mengajarimu untuk Hidup Sunyi

"Buah dari kesunyian adalah peribadatan. Buah dari peribadatan adalah keyakinan. Buah dari keyakinan adalah kecintaan. Buah dari kecintaan pelayanan. Buah dari pelayanan adalah perdamaian." Bunda Teresa

Sabtu, 20 Maret 2021

To Overthinker

The difference of overthink and not is in problem solving issue. Men who always think, but never think the solution of their problem is a overthinker. They need to reverse the privatisation of their stress. And go out from the toxic radio, that comes from daily cultural, pseudo motivation, even person they believe. Back to their problem and no way to exit. To face it, no matter what.

Jumat, 25 Desember 2020

25 Desember 2020

Ukuran dewasa adalah bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Lalu bisa memilih salah satunya untuk dijadikan prinsip yang fundamental dan berkelanjutan. Dari pilihan itu akan menjadi sifat dan sikap. Dewasa bukan soal hal-hal yang mudah untuk dilihat dan diukur, tapi bagaimana orang menjalani apa yang dipilihnya sebagai kebaikan; baik tak hanya dari dirinya sendiri, tapi juga orang lain dan lingkungan. Bertanggungjawab akan itu.

Sabtu, 19 Desember 2020

19 Desember 2020

Apapun yang aku miliki (atau yang terjadi padaku), aku ingin menyayanginya, merawatnya, mempedulikannya. Tak perlu dengan hal-hal besar, tapi dengan hal-hal sederhana yang tulus dan yang baik. Segala hal berangkat dari latar belakang, yang mungkin aku juga tak tahu, tak paham, dan tak sepantasnya aku menghakimi sesuatu dengan pikiran-pikiran dan prasangka-prasangka buruk, kotorku (sekalipun hal itu benar). Aku ingin menerima segala sesuatu dengan tulus dan penuh kepedulian.

Kamis, 10 Desember 2020

10 Desember 2020

Doa yang akhir-akhir ini sering aku panjatkan adalah: "Ya Allah, jadikan aku manusia yang selalu berlapang dada." Lapang dada bagiku adalah kata-kata yang magic. Aku rasanya bisa menghadapi apapun dengan mantra satu ini. Sebab pikiran, hati, dan jiwaku tak sempit. Berlapang dada berarti menjadikan diri sebagai baruna (laut) yang enteng dan tenang dengan apa yang dikandungnya; dengan segala musibah yang menerpanya;  tidak meratap, mengeluh, dan menuntut; tidak pernah merasa kurang dan menerima keadaan. Meyakini segala hal yang terjadi padaku semata-mata demi kebaikan.

Selasa, 08 Desember 2020

8 Desember 2020

Dalam cinta dua orang laki-laki dan perempuan (apalagi rumah tangga), batasanku satu: aku tak mau berjuang sendiri. Kalau aku berjuang sendiri lebih baik aku single saja. Cukup pengalamanku yang sudah-sudah, gak boleh terulang lagi, entah dengan abcde atau siapa. Aku tak peduli secinta apapun sama dia, kalau aku berjuang sendiri, aku mundur. Sebab aku mencintai manusia yang sama-sama memiliki perasaan, jika dia membiarkanku berjuang sendiri, tanda bahwa dia memang tak peduli--meski aku telah memperjuangkan cinta itu hingga berpuluh, beratus, beribu kali. Rasanya seperti berjalan dengan satu kaki. Baik, aku terima. Cinta tak bisa dipaksa bukan? Hanya ingin bilang, "Aku menghargaimu dan menghargai diriku sendiri."

Cepu, 08122020

Senin, 07 Desember 2020

20 Ajaran Welas Asih Dewi Kwan Im

  1. Jika orang lain membuatmu susah, anggaplah itu tumpukan rejeki.
  2. Mulai hari ini belajarlah menyenangkan hati orang lain.
  3. Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan, itulah bahagia.
  4. Lari dan berlarilah untuk mengejar hari esok.
  5. Setiap hari kamu sudah harus merasa puas dengan apa yang kamu miliki saat ini.
  6. Setiap kali ada orang memberimu satu kebaikan, kamu harus mengembalikannya sepuluh kali lipat.
  7. Nilailah kebaikan orang lain kepadamu, tetapi hapuskanlah jasa yang pernah kamu berikan pada orang lain.
  8. Dalam keadaan benar kamu difitnah, dipersalahkan dan dihukum, maka kamu akan mendapatkan pahala.
  9. Dalam keadaan salah kamu dipuji dan dibenarkan, itu merupakan hukuman.
  10. Orang yang benar kita bela tetapi yang salah kita beri nasihat.
  11. Jika perbuatan kamu benar, kamu difitnah dan dipersalahkan, tetapi kamu menerimanya, maka akan datang kepadamu rezeki yang berlimpah-ruah.
  12. Jangan selalu melihat/mengecam kesalahan orang lain, tetapi selalu melihat diri sendiri itulah kebenaran.
  13. Orang yang baik diajak bergaul, tetapi yang jahat dikasihani.
  14. Kalau wajahmu senyum hatimu senang, pasti kamu akan aku terima.
  15. Dua orang saling mengakui kesalahan masing-masing, maka dua orang itu akan bersahabat sepanjang masa.
  16. Saling salah menyalahkan, maka akan mengakibatkan putus hubungan.
  17. Kalau kamu rela dan tulus menolong orang yang dalam keadaan susah, maka jangan sampai diketahui bahwa kamu sebagai penolongnya.
  18. Jangan membicarakan sedikitpun kejelekan orang lain dibelakangnya, sebab kamu akan dinilai jelek oleh si pendengar.
  19. Kalau kamu mengetahui seseorang berbuat salah, maka tegurlah langsung dengan kata-kata yang lemah lembut hingga orang itu insaf.
  20. Doamu akan diterima, apabila kamu bisa sabar dan menuruti jalanku.

(Wikipedia, 2020)

Kamis, 26 November 2020

26 November 2020

 I.

Kamu seterang lampu petromax ketika disandingkan dengan cahaya matahari di siang hari kau takkan ada apa-apanya. Coba bawa yang lima watt atau yang sekecil lilin pada kegelapan. Itu akan jauh lebih berguna. Intinya apa? Berikan dan bawa cahaya yang sekecil apapun itu ke tempat-tempat yang gelap, dibanding membawa cahaya ke tempat yang terang. Sebab yang terang tak butuh lagi cahaya.

II.

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah) Allah dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah." (QS An-Nisa': 173)