Tampilkan postingan dengan label Cerita Dari Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dari Sekolah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2022

Senin, 07 September 2015

Candi Abang, The Losing Temple

Minggu, 6 September 2015

Di antara candi-candi yang pernah saya datangi, ini candi paling abnormal. Sore itu, saya dan teman-teman Fisika UIN Suka 2013 mengadakan jalan-jalan dan silaturahmi bareng pasca liburan ke Candi Abang. Letaknya di sekitaran Berbah, Sleman. Tidak begitu jauh dari Bandara Adisutjipto.

Pas sampai di parkiran, kita musti naik sekitar 80 mdpp (meter di atas permukaan parkiran) untuk menuju ke candi. Meski tak setinggi Merbabu, lumayan ngluarin nafas juga. Sampai sana saya heran dan bertanya: ini candinya yang mana ya? Yang terlihat sejauh mata memandang hanya gundukan tanah yang tinggi menyerupai rumah telletubies. Celetukannya si Farros sih bilang candinya ada di bawah gundukan itu: eh, di bawahnya ada candi lho! Haha, aneh.

Usai makan-makan sore bersama, saya sama Lina naik lagi. Kami membaca informasi singkat dari poster dalam kaca yang menceritakan tentang candi itu. Jadi, candi ini disebut candi abang karena terbuat dari batu bata merah (merah dalam bahasa Jawa itu abang), beda dengan candi lainnya yang rata-rata terbuat dari batu andesit. Di tempat ini juga merupakan dataran tinggi tempat nongkrongnya para orang suci dari kerajaan Mataram Kuno semedi. Di sana ada patung Siwanya juga katanya, tapi saya tak melihat.

Pas naik ke rumah telletubies, ada semacam kawah yang isinya reruntuhan batu bata merah. Dan di puncaknya kita bisa melihat pemandangan alam yang sangat indah di lingkungan sekitar. Hamparan sawah yang hijau, perbukitan, awan, pesawat naik, dan (jika beruntung tanpa ketutup mendung) kita bisa melihat senja. Saya sempat gombalin Adil sore itu pas dia lihat jingganya matahari dengan bilang: Dil, ada senja di matamu. Dia tertawa dan bilang: aku langsung dapat ide. (Ide apa Dil??)

Teman-teman saya sebagian besar pada foto-foto, saya duduk merenung di puncak dengan melihat pemandangan yang saya rasa seperti dejavu di depan saya. Pas kecil dulu saya pernah punya poster yang isinya gambar pedesaan, saya teringat itu. Di bawah, semua terlihat kecil. Fokus okuler mata saya memperhatikan satu rumah bercat putih yang di depannya ada pohon-pohon rindang dan sekililingnya sawah. Detik itu hati saya bilang: ingin rasanya tinggal di sana, damai. Saya juga memperhatikan bangunan yang lain. Saya punya satu asumsi: yang baik terlihat seberapa jauh apa pun akan terlihat indah dan yang buruk terlihat mengecewakan. Sungguh sore itu, di sana, apa yang ada di depan mata saya seperti lukisan yang indah untuk dipandang.

Di tempat ini banyak dipakai untuk tempat pacaran juga. Yang romantis itu ada pohon daunnya jarang tapi bunga yang warnanya ungu, kecil-kecil banyak. Serupa sakura di Jepang. Akan lebih romantis lagi kalau rumput di sini hijau semua. Saya baca dari wiki, di sini juga ada guanya juga, tapi urung kami singgahi (mungkin kami tidak tahu).

Pulangnya, saya mengambil sedikit daun tanaman yang indah. Saya selipkan di sekitar telinga kerudung untuk asesoris. Biar cantik. Ya, ini quality time untuk kesekian kalinya sama teman-teman fisika, semoga terus kompak ya, selalu saling mendukung dalam kebaikan :)

di belakang empat teman saya ini ada rumah telletubiesnya lho (foto: FB Ila)
_Is

Rabu, 15 Juli 2015

Reuni IV Cah-cah XII IPA 3, 14 Kisah Mereka Sekarang

Ketua kelas jaman SMA dulu, si Febi  ngasi pengumuman di grup SMA FB ada bukber bareng. Ndadak banget. Saya langsung SMS si Kadhung/koordinator untuk ikutan, karena ini acara tahunan yang saya tunggu juga. Silaturahmi yang masih ada :)

Hari ini (15/7) jam 4-an siap-siap, trus kumpul di tempatnya Kadhung. Di sana ada empat orang: Kadhung, Febi, Bram, dan Cicik. Mereka masih seperti dulu. Saling tukar kabar. Si Kadhung udah lulus dan saya yakin IP dia tinggi (dia pernah dapat IP 4,0). Sejak SMA, Kadhung salah satu teman saya yang giat banget merjuangin apa itu "nilai". Si Febi sama kayak saya, mau masuk semester V. Dia mantan mahasiswa UGM jurusan Teknik Nuklir kalau gak salah, dua tahun di UGM, dia pindah ke UPN Jogja ngambil Teknik Kimia. Gak tahu alasan pasti kenapa Febi pindah.

Si Febi jadi satu kampus dan satu jurusan sama si Bram. Si Bram normalnya sekarang udah semester VIII, saat ditanya "kapan lulus?", dia ketawa...Si Cicik juga belum lulus ini. Dia ngambil jurusan Pendidian Fisika di Semarang sana, sembari bisnis hijab.

Datang si Theriz, teman saya yang kuliah di UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), dia ngambil kimia juga. kabar dari dia, Theriz sekarang sedang nunggu sidang skripsi. Trus datang si Pipit yang juga baru lulus dari Pendidian Kimia UNESA. Entahlah, angkatanku ini banyak banget yang ngambil Kimia.

Lainnya si Reza Afif yang masih jadi manusia misterius dan pendiam sejak dari dulu (serasa nabok muka sendiri). Datang juga Arisky, Puguh, Cintya, Suminto, dan Fanny.

Kita berangkat ke Baloenk di daerah Kapuan. Tempat makan khas gurami bakar. Di sana turut datang Heri dan Seno. Dari 42 orang, ana IPA 3, baru kumpul 15, yang lainnya? Hm, kemana ya? Setidaknya tahun ini ada kemajuan dari tahun lalu. Lebih ramai saya rasakan.

Kita kumpul dalam satu meja makan besar. Saling ngobrol berbagi cerita. Saya duduk di sampingnya Fanny. Temen saya yang cerdas ini udah lulus dari jurusan Metalurgi ITS dalam waktu VII semester. Dan yang keren lagi, si Fanny keterima di Universitas Manchester Inggris. Udah masuk, tapi katanya belum dapat beasiswanya. Dia ikut beasiswa LPDP, tapi cuma sampai interview. Ah, sayang. Saya tak tahu kelanjutannya seperti apa (Fan)? Hope yu there, Paniii.

Kabar juga, si Cintya juga udah lulus dari Pendidikan Matematika UNNES dan sekarang mengajar di sekolah Al Azhar Semarang. Si Heri kerja di sebuah perusahaan bonafid di Jakarta, kalau gak salah jadi programmer gitu. Si Reza yang sekolah di STSN itu juga saya dengar omongan singkatnya juga udah kerja. Si Arisky sekarang kerja di PT KAI, entah bagian apa (padahal dia jurusan perawat). Si Seno masih nglanjutin kuliahnya yang tinggal 2 semester di jurusan Arsitekstur (Kadhung dengan nakal mempelesetkannya jadi Arti Seks Tur). Dengan guyon-guyonan juga katanya si Puguh jadi ISIS-ISIS gitu. Saya gak ngerti maksudnya, Puguh membalas dengan tawa juga. Ya, Puguh teman saya, mahasiswa Pendidian Bahasa Inggris UNNES.

Setelah saling melepas kangen. Jam tujuhan kita pulang. Yang mengena itu saat saya ditegur sama Suminto karena pas ngobrol sama dia saya bicaranya terus pakai bahasa Indonesia. "Ngomongmu kudhu boso Indonesia po?". Aku ketawa, "ora-ora". Kenak sindrome akulturasi ini kayaknya. Di Jogja hampir setiap hari makainya Bahasa Indonesia, sekarang kebawa. Hanya sama orang-orang tertentu aja di Jogja ngomong Jawa, terutama di KEM. Saya sedih, kebahasaan Jawa saya kok luntur?

Si Sumin masih kocak kayak dulu. Orangnya gak pernah serius. Asumsi saya sejak SMA "dekat Suminto akan selalu merasa muda" masih berlaku. Dia aktivis Mapala, tapi dia gak ngaku. Katanya gambar naik gunungnya yang banyak dan saya lihat di FB hanya halusinasi saya. Denger-denger si Sumin juga mau lulus dari Teknik Sipil, Polines.

"Sum, Semarang itu kayak apa?" tanya saya.
"Podho koyok Cepu."
"Lek ning Jogja rame."
"Iyo, gak ono matine."
"Di Jogja gak pernah kehabisan teman."
(Saya mengucapan ini dengan bahagia).
"Kowe ning kampus aktif opo Sum?"
"Aku ra aktif opo-opo. Aku mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang-kuliah pulang."
"Mbujuki kowe."
"Iyo-yo. Lha kowe aktif opo Ma?"
"Aku ning lembaga pers mahasiswa, jenenge LPM Arena."
"Sing koyok opo iku?"
"Koyok wartawan ngono kuwi."
"Ma, carane nulis tulisan sing apik.i piye?"
"Ya banyak baca. Kalau mau tulisan bagus banyak baca."
Terjadi diam-diaman sebentar. Lalu saya bertanya lagi:
"Sum, kuliahmu lancar?"
"Sing diarani lancar koyok piye?"
"Kamu bisa menikmati kuliah kamu."
"Emm........................................."

---sepertinya ada yang error dalam percakapan ini---

Trus, cangkruk sebentar di tempatnya Kadhung (lebih tepatnya rumah suadaranya Kadhung). Di sana bercanda-canda. Saya ketawa dan khusuk dengar lelucon-lelucon mereka, umpatan-umpatan mereka, dan kisah-kisah mereka.

Satu yang saya rasakan: saat kamu berhasil kawan, itu akan menularkan semangat keberhasilan juga bagi yang lain.

Semoga tahun depan kita bisa kumpul-kupul lagi, reuni lagi. Dengan kisah-kisah yang selalu berubah dari kalian... Dengan kawan-kawan yang lebih lengkap.






Cepu, 15 Juli 2015
Is

Jumat, 19 Desember 2014

Falsafah Prihatin dari Dia yang Bersenyum Karnaval


Pak Dwi
Tiap tahun, kota saya mengadakan kegiatan rutin berupa karnaval. Kebetulan saat itu diadakan pas awal saya masuk kelas XII SMA, saat dimana saya belum merasa nyaman dengan suasana kelas yang baru.
Di karnaval itu hanya satu hal yang masih tersimpan permanen di sanubari saya: ketika wali kelas saya yang bernama Pak Dwi tersenyum pada saya. Senyum yang begitu tulus, indah, manis. Saya waktu itu tak menyangka, guru matematika yang baru saya kenal itu ingat saya, meski baru beberapa hari menjadi muridnya.
Dimulai dari satu senyum yang saya sebut senyum karnaval, saya mulai mengenalnya. Beliau, guru paling rendah hati yang pernah saya kenal. Ia sangat sederhana. Fisiknya kecil, tidak tinggi, pakai kacamata, dan tiap berjalan cepat. Kekhasannya lagi adalah logat bahasa Jawa halusnya. Tiap mengajar, beliau detail dan sering berputar mengelilingi siswanya dari meja ke meja untuk membantu. Dari situ tanpa sengaja interaksi terbangun. Pak Dwi tak hanya sekedar berbicara tentang matematika saja, tetapi juga berbagi kisah hidupnya dan falsafah yang beliau anut.
Saya begitu merasa dekat dengan Pak Dwi. Setiap hari selalu ada inspirasi untuk saya bawa ke rumah. Seperti, ojo rumongso iso, iso’o rumongso (jangan merasa bisa, bisalah merasa). Pesan yang paling berkesan bagi saya, Pak Dwi mengajarkan saya untuk hidup prihatin sebagai konsep dasar hidup. Dengan prihatin orang akan sadar akan keberadaannya dan bagaimana seharusnya ia berbuat. Prihatin terhadap diri sendiri, prihatin terhadap kondisi orang tua, juga prihatin terhadap lingkungan yang diwujudkan dalam sikap wani rekoso (berani menderita).
Dan Pak Dwi pernah bilang: “Ma, meski kamu kecil, nanti kamu kuliah ya… meski hanya D1. Prinsipnya: aku kudhu iso, kudhu wani rekoso, kerja keras, jangan mau merepotkan orang lain.”  Dan sekarang harapan untuk kuliah telah terwujud, saya sekarang kuliah di Yogyakarta, meskipun saya telat dua tahun dari teman-teman seangkatan saya. Pak Dwi, Isma ingin buat Pak Dwi bangga. 
#MenjagaApi

Rabu, 07 Agustus 2013

Bukber Konco-konco XII IPA 3 Tahun 2013

Ini bukber yang kedua kalinya, yang diadain anak-anak XII IPA 3 :)
Sore yang indah.. Jam setengah lima-an, Siti jemput aku. Trus, main ke rumah Riska di Kapuan. Depan rumahnya ada sungai :D Jam lima-an lebih 20-an menit kami langsung menuju ke tempat bukber di Warong Baloeng, yang letaknya nggak begitu jauh dengan rumah Riska. Pas nyampe sana ternyata yang datang udah banyak :D
Kawan-kawan..... aku kangen :D
Ada Fanny, Kadhung, Pipit, Vina, Pipit Dyah Ayu, Suminto, Bram, Edi, Yobi, Puguh, Reza, Seno, Ariski, Yoyon, Febi, aku, Riska, dan Siti. Sekitar ada 18-an yang baru hadir.
Trus, buka puasa bareng-bareng. Minum es teh tapi rasanya nggak kayak teh, dikritik langsung sama si Kadhung pas pelayannya lewat, "Iki es teh opo banyu puteh leh?" katanya :D Setuju sama si Kadhung, untuk kritik yang membangun, kenapa enggak?? Trus makan-makan bareng. Nasi+gurami bakar+sambal+lalapan, jadi santapan buka kali ini :) Makan sambil ngobrol-ngobrol, tentang kunjungan Kadhung dan anak-anak yang main ke rumah pak Dwi, tentang kuliah-an, tentang kabar dan info-info terbaru, dll. Pas kami selesai makan, si Fita datang. Fitaaa..i'm miss you :D
Trus sholat. Habis itu main bandulan di depan mushola sama Febi, Kadhung, Pipit, Vina, Riska, Pipit Dyah Ayu, Siti, Ariski, sambil guyon-guyonan :D Sedang yang lain ada yang sholat jamaahan, yang ngimami Bram :)
Selesai makan, kita langsung menuju ke sinar jaya buat foto bareng :) tapi Riska udah pulang :(
Dengan tiga latar berbeda, ada yang padang rumput hijau yang ada pagarnya, jembatan merah di taman samping rumah, dan kayak tempat berbatu gitu :D Pemotretannya lucu :D Si Kadhung jadi candaan utama anak-anak, dibilang dia vokalisnya Killing Me Inside sampai Andhika Kangen Band :D Si Febi juga kena, dia dibilang Cesar (pemilik goyang keep smile di Yuk Kita Sahur/YKS), suruh niruin gaya Cesar lagi, haha..
Awalnya, kamera tukang fotonya ada gangguan, trus bisa. Yang moto sampai ketawa-ketawa dengar tingkah kocak taman-taman :D Wah, seru banget. Apalagi pas bilang "ciiissss" bareng-bareng, wuih... rasanya dari hati banget^^ Aku akan selalu merindukan saat-saat seperti ini. It's so sweet. They are really my big family :)
Motretnya berkali-kali dan diambil lima terbaik. Padahal di depan ada banyak properti nganggur tapi nggak kepakai, haha. Natural, meski kayaknya kaku semua. Aku rasa, mereka nggak bakat jadi anak @L4y, haha :D Ini foto-fotonya (Dok: Fita).
Aku sayang kalian. Teruslah seperti ini kawan-kawan. Semoga kalian jadi anak yang tangguh, sukses, dan hebat semuanya. Semoga tahun depan bisa kita ulang lebih indah lagi, lebih lengkap lagi. Seperti yang dikatakan bapak ketua kelas Prof. Febi Mahindra: 
"Trima kasih bwt temen.temen yg uda mw hadir di bukber td sore, walopun bnyk kekurngn ttp tdk mngurngi esensi forum persahabatan ini, it's not the end, it's just a beginning of our history friend, keep it on,:) "
I LOVE YOU FULL.

Cepu, 5 Agustus 2013

Sabtu, 01 Juni 2013

Integritas Pak Rahmat SMANSA


Sosok luar biasa lain yang sangat ingin ku ceritakan kepada kalian adalah Pak Rahmat. Beliau adalah tukang kebun dan tukang bersih-bersih sekolah kami. Aku banyak belajar arti kata "PROFESIONALISME" dari beliau. Mungkin ada sebagian orang yang menganggap remeh pekerjaan Pak Rahmat ini, tapi jangan salah, beliau ini rajinnya minta ampun. Dan hanya orang yang arogan saja yang tidak mau belajar dari beliau.
Tiap pagi.. saat aku tiba di sekolah gitu, lingkungan sekolah udah bersih. Kadang ku lihat beliau nyapu daun-daun di depan kelas XII IPS dan XII IPA, yang beliau bersihin itu nggak hanya luarnya saja sampai yang luput dari mata pun dibersihin. Dan itu tidak hanya di pagi saja, tiap siang, tiap mau pulang sekolah beliau bersih-bersih lagi, biasanya nyapu tiap teras kelas (kadang malu juga, anak yang piket aja bodoh amat bersihin terasnya sendiri, jangankan teras.. kelase dewe ae mbuh-mbuhan). Lagi nih, pas acara ulang tahun sekolah, malamnya itukan lapangan penuh sampah murid-murid, ada bungkus nasilah, botollah, jajanlah.. belum lagi sampahnya ada yang keinjek-injek gara-gara lonjak-lonjak pas nikmatin acara band. Dan paginya.. Masya Allah, lapangan itu udah bersih dan ku lihat Pak Rahmat paling sibuk disana. Lagi-lagi, pas acara pembagian rapot. Biasanya anak yang masuk sedikit, ironisnya kadang anak-anak kelasnya sendiri sedikit banget (limit nol) yang MAU bersihin kelasnya sendiri.. padahal ntar ortunya datang ke kelas anaknya masing-masing buat nerima rapot. Dan siapa yang mau bersihin?? Dengan mataku sendiri waktu itu Pak Rahmat yang nata, nyapu, dan bersihin kelas. Padahal sebelum waktu pembagian rapot itu kadang nggak ada pelajaran, diisi dengan futsal dan berbagai lomba, kau tahu sendiri kelas kayak apa.. acak-acakan dan kotor.
Aku sangat salut sama beliau. Kadang tiap ketemu / berpapasan dengan beliau di jalan dengan kaca mata khasnya, sepeda onthel hitamnya, dan beliau kadang nggak sandalan... selalu tumbuh bunga-bunga kagum untuk beliau. Pak Rahmat adalah tauladan nyata. Sopan santunnya, semangatnya bekerja, kecepatannya dalam bersih-bersih, kerendah hatiaannya, kesederhanaannya, patut ditiru. Keren banget nii orang..
SMA 1 Cepu bangga memiliki Anda Pak Rahmat. Semoga kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan selalu tercurah untuk beliau sekeluarga. Aamiin.
Motivasi juga yang kadang ku ucapkan saat malas bekerja  "Rajin Seperti Pak Rahmat".

Jumat, 31 Mei 2013

Alumni XII IPA 3 SMA Negeri 1 Cepu Angkatan 2010/2011

Kelas yang indah. Diasuh oleh bapak wali kelas kita tercinta, Bapak Dwi Setyanto (guru matematika). Mungkin kelas IPA yang paling berisik dan susah diatur. Diisi oleh anak-anak yang berkarakter kompleks.. Inilah kami!! :D
1. AHMAD LUTFHI (Lutfhi)
Baik, lucu, suka buat ketawa orang, dan memiliki jiwa persahabatan yang sangat tinggi, sekaligus senang berkorban untuk sahabatnya atau orang yang dicintainya
2. ANNISA CAHYA MUSTIKA (Uchik)
Good looking dan care sama orang lain.
3. ARISKI KARTIKA KURNIAWAN (Ariski)
Apa adanya, punya bakat terpendam di bidang filsafat (kayaknya)
4. ASTRI YUNITA PRASETYANINGTYAS (Astri)
Ceria, penyuka banyak hal, dan punya bakat bisnis.
5. BRAMANDA MAULANA MAHARDIKA (Bram)
Meski dengan diam-diam, sebenarnya anaknya perhatian. Dan dia adalah keyboardist terbaik kelas kita.
6. CHARISMA SUMINTO (Suminto)
Mungkin kita akan awet muda disampingnya, humoris, dan jiwa petualangannya tinggi. Soe Hok Gie-nya kelas kita. Tidak ada gunung, lembah yang curam, lautan, dan daratan yang tidak bisa ditaklukan oleh Suminto.
7. CICIK SETYAWATI (Cicik)
Sikap persaudaraannya keren, hangat, dan hobi nyanyi.
8. CINTYA PUTRI PERMATA (Cintya)
Pintar, rajin, dan jago banget nari.
9. DEDDY ARIF SETYAWAN (Deddy)
Natural, nyantai, apa adanya.. Itulah, just the way Deddy..
10. DWI CAHYONO ADI (Yoyon)
Ini dia mantan ketua OSIS kita. Aktivis, tenang, bijak, punya bakat berpolitik, dan wajah-wajah pemain FTV, hehe :D
11. DYAH AYU PUSPITO RINI (Pipit)
Kata Pak Warno Pipit itu wajahnya manis :D
12. EDY SULISTIO (Edy)
Seorang pelari, humoris, dan sociable.
13. ELLIDA NUR ZULAIHA (Ellida)
Hobi makan, baik, dan kuat :D
14. FANNY LEESTIANA (Fanny)
Ini dia si genius kelas kita, otaknya dari apa sih? Dari kelas satu sampai kelas tiga rangking satunya abadi. Fanny orangnya to the point, pintar banget belajar dari pengalaman, anak yang rajin, sistematis, dan konsisten.
15. FEBI MAHINDRA SAKTI (Febi)
Ketua kelas kita!! :-) Yang pintar dan berdidikasi tinggi.
16. FITRI PUJI LESTARI (Fitri)
Orang yang let it flow, kadang cuek, dan berpendirian bagus.
17. FITRIA AYU SUTANTI SUDJONO (Fita)
Satu kesan yang selalu ku dapat dari Fita, anaknya ceria.. trus enerjik, pintar, dan care.
18. FRANSISKA RAHAYU MYRLINDA (Linda)
Volume suaranya entah berapa oktaf nih anak, ceriwis, dan sociable.
19. HERY SETIYONO (Hery)
Diam-diam menghanyutkan dan orangnya tenang.
20. IKA NOVITA SARI (Ika)
Orang yang dijuluki Pak Warno ratu krai ini orangnya analitis dan tidak sungkan memberikan kritik yang membangun (iya nggak??)
21. IKE FIANDRA AMRILIAN (Ike)
Yang pasti cerdas, care, dan tidak sungkan mengutarakan pendapat mengenai orang lain secara jujur di depan orang itu.
22. IRWAN EKO PRABOWO (Irwan)
Anak yang serius, sistematis, dan apa ya?
23. ISMA SWASTININGRUM (Isma)
Mungkin aku ini kayak buku, sahabat yang pendiam tapi kalau ada yang mau mbuka, aku akan cerita banyak hal.. (halah--")
24. ISMAIL HARSENO (Seno)
Sebenarnya dia jenius cuma kurang rajin aja, hehe.  Trus orang yang suka grogi sendiri dan bertanggung jawab.
25. KADHUNG PRAYOGA (Kadhung)
Really..really sociable. Orang yang mudah akrab sama siapa aja, humoris, cerewet, hobi makan dan keluyuran, dan pintar sekaligus unik.
26. LINDA DESTYA KURNIAWATI (Linda)
Ceria, hobi bercerita, dermawan, dan baik.
27. MUHAMMAD ILHAM (Ilham)
Orang yang mudah akrab dan pekerja keras.
28. NINDYA PRISANTI KARTIKA RINI (Nindya)
Lembut, baik, dermawan, quite, dan very care.
29. PUGUH NUGROHO (Puguh)
Anak yang tenang, rapi, dan pintar bahasa inggris.
30. REZA AFIF FAUZI (Reza)
Very quite.. introvert.. and I don’t know more. But he’s good boy.. (gaya yo basa Inggrisan)
31. RISKA AYU WULANSARI (Riska)
Gesit, ceria, ramah, dan mudah akrab sama orang.
32. RIZKY WIDOWATI (Kiki)
Modis, kayak orang korea :D
33. SEKAR PRAMUDITA (Sekar)
Korean lovers, mirip bu naning, and 3 years we are together but I never understand her.
34. SHALAHUDIN NUR AYUBI (Yobi)
Aku tahu, pak nur namain yobi itu biar dia bisa sehebat Shalahuddin Al Ayyubi, lion of dessert (haha, sok tahu). Yobi orangnya bijak, nyantai, dan suka keluyuran.
35. SITI ROHIMAH (Siti)
Baik, patuh, dan dermawan.
36. SITI SELVI DIANA NORISA (Selvi)
Sociable, ceriwis, sering gugup kalau maju ke depan, dan hobi makan.
37. SYLVIA CITRA AYU ANGGRAENI (Sylvi)
Mencintai banyak hal, baik, dan rajin.
38. THERESIA WIDI KIRANA (Theris)
Dulu pas aku minjem catatan fisika, pernah ku pergoki dia nangis gara-gara cowoknya, hehe. Theris orangnya rajin, pintar, sistematis, dan percaya diri.
39. VINA RAKHMATIKA (Vina)
Cerewet, gesit, dan ceria.
40. WAHYU KARUNIATI (Wahyu)
Pintar, rajin, dan menghargai orang lain.
41. YAYUK PURWANINGSIH (Yayuk)
Baik, dermawan, dan rambut kriwilnya lucu :D
42. YULI RATNA SAFITRI (Yuli)
Baik, ceria, bertanggung jawab, dan seorang suporter sejati.

Semoga kita semua sukses semua ya guys!! Aku pengen suatu hari bilang ke orang-orang dengan bangga..
“Yang duet sama Agnes Monica itu Lutfhi temanku! Anak yang pernah beliin aku buku :D”
“Penemu rumus fisika ini Fanny teman sebangkuku”
“Wow, temanku Suminto berhasil menjadi orang Cepu pertama yang menaklukan puncak Everest!!”
“Hey..  keyboardist yang keren dan terkenal itu Bram, teman sekelasku”
“Fita berhasil menemukan obat kanker!!”
“Seno jadi CEO nya microsoft :D”
“Dahsyat! Kadhung jadi salah satu orang terkaya di dunia versi majalah forbes”
Haha, just espectation…

Maaf yaa, yang aku tulis di sini sebagian besar mungkin sok tahu (mungkin juga lebai). Maaf juga yaa teman-teman kalau aku pernah ada salah kata dan perbuatan.
Semoga kalian jadi orang hebat, luar biasa, dan mendunia semuanya.
I LOVE YOU ALL!!

Temanmu yang koplak.
_isma