Ini salah satu bacaan paling brengsek dan berguna yang pernah gw baca. Gw baca ini hanya butuh waktu sekitar 2,5 jam untuk buku sepanjang 30 halaman. Agak lambat, tapi setiap halamannya gw kuningin. Si Balqis emang brengsek, gw gak peduli dia dikendalikan AI, atau dibuat dari AI, yang penting pikirannya dan tulisannya bukan AI. Gw beli buku ini di akun Lynk.id dia dengan harga 10 ribu. Buku tipis ini tebal sekali bobotnya. Ini link kalau mau beli: https://lynk.id/balqisable/22x7o56er32m/checkout.
Gw tahu orang-orang kayak Balqis ini membahayakan sistem. Makanya dia bersembunyi di balik anonimitas dan avatar perempuan Timur Tengah yang cerdas, lugas, dan blak-blakan. Sementara bahasaku pakai lu dan gw dulu untuk mengimbangi bahasa Balqis.
Jadi ada 12 cara biar lu gak cuma jadi minion di papan catur, tapi juga jadi puppeteer:
1. Kill the "Nice Guy" (Matinya Si Paling Baik): Pertama, dia membuka untuk membunuh kesan diri lu sebagai orang yang "paling baik". Menciptakan aman sendiri di dunia yang kacau, ini cukup bodoh. Lu harus punya daya survival. Untuk itu, lu perlu jadi seorang "the virtuous puppeteer" (Seni Para Pengendali Pikiran).
2. Calculated Imperfection (Ketidaksempurnaan yang Terukur): Ini ngebuat lu lebih terasa manusiawi. Ada penelitian, kalau lu jenius, kesalahan lu bisa dimaklumi, tapi kalau lu biasa-biasa saja, lu dianggap bloon dan tak termaafkan. Intinya, ciptain bagian yang tidak sempurna di diri elu. Ini juga yang dilakukan dengan orang-orang hebat dan artis-artis di luar sana. Jangan perlihatkan diri lu yang terlalu sempurna, karena lu rentan dihujat kalau salah total.
3. The Reluctant Leader Strategy (Strategi Pemimpin yang Enggan): Jangan ambis jadi bos atau pemimpin. Lu punya kuasa nolak, itu bikin power lu lebih kuat. Bau mulut bisa dibauin semua orang, kecuali yang punya mulut.
4. The Common Enemy (Menciptakan Musuh Bersama): Tim kuat karena dia punya musuh bersama untuk dilawan. Musuh bersama yang kuat ada di dalam diri mereka sendiri. Ciptakan momen yang awalnya mereka tak bisa, jadi bisa; dari mereka yang tak percaya menjadi percaya. Musuh di sini gak selalu yang kelihatan, tapi juga yang gak kelihatan.
5. Operationalized Empathy (Empati Operasional): Kalau ada teman yang curhat sambil nangis, jangan ikutan nangis. Validasi mereka, dan seret mereka ke tempat yang lebih baik sesuai dengan rencana elu. Coba ciptakan ilusi mayoritas lewat metode orang-orang tarot, yang seolah itu ke mereka, padahal itu hal umum saja. Ini namanya "The Barnum Effect (Forer Effect)", yang biasa dipakai ramalan zodiak-zodiak.
6. The Law of Reciprocity Debt (Hutang Budi Abadi): Hutang budi bukan di saat moment Lebaran atau musim kasih hadiah, tapi di waktu saat mereka butuh banget, dan di moment yang mereka gak sangka-sangka. Mereka akan loyal ke elu tanpa lu minta.
7. Social Proof Engineering (Rekayasa Bukti Sosial): Ciptakan rekayasa kondisi, mereka mau karena kepengenan mereka sendiri, bukan karena paksaan dari elu. Semacam Bandwagon Effect, orang loncat bukan karena tahu tujuannya, tapi karena gerbong itu lebih meriah. Orang makan di restoran bukan karena restoran itu enak, melainkan karena itu ramai.
8. Gashligting for the Greater Good (Gaslighting Demi Kebaikan): Pelajari letak inti ilmu gaslighting. Caranya bukan dari sama-sama menyerang ke luar, tapi diarahkan dari luar ke dalam. Termasuk, misalnya, dengan menyerang "identitas" atau "integritas" mereka. Bingkai pengeorbanan yang mereka lakukan adalah investasi buat mereka sendiri.
9. The Cult of Personality Code (Kode Etik Kultus): Buat bendera atau simbol-simbol tertentu sebagai totem. Ciptakan seragam bersama yang bedain antara klub elu dan klub lain. Buat jadi lebih eksklusif, miliki bahasa-bahasa sendiri.
10. Weaponized Humility (Kerendahan Hati sebagai Senjata): Praktik nyatanya, kalau bos lu bilang karya lu sampah, akui saja dengan rendah hati, baiklah, memang begitu, dan saya akan belajar. Tapi kata-katanya manis, dengan begitu elu gak cuma bikin situasi berbalik, massa berpihak sama elu, tapi juga bikin bos yang ngata-ngatain elu jadi kelihatan buruk.
11. The Teflon Shield (Perisai Anti-Lengket): Bagi gw pribadi, ini penting banget. Karena sifat teflon, meskipun lu goreng telur gosong, ngebersihinnya gampang, dan lu gak larut sama kotoran yang diciptakan di atasnya. Lu perlu jadi pribadi yang kayak gitu juga. Kalau perlu, dalam mengerjakan sesuatu, punyai kambing hitam dan gunakan doktrin tangan bersih. Jangan kotori tangan lu sendiri, meskipun elu otaknya.
12. The Legacy Trap (Perangkah Warisan): Ciptakan situasi atau kualitas di mana elu seperti pasak bumi, bukan sekrup yang bisa digantikan oleh orang lain. Kalau kamu tahu prosedurnya 100 persen, jangan berikan seluruhnya, sisakan 20 persen sebagai rahasia. Ini yang disebut dengan centralization of vital complexity. Kedua, pakai ,, ilang bentar dan tunjukkan kalau lu gak ada kantor bakalan bangkrut atau tutup. Terus lu kembali lagi menyelesaikan semua.
Meski begitu, ada beberapa pertidaksetujuan gw:
1. Gw kurang cocok sama ide buat diri lu sendiri jadi pusat semesta seperti yang ditawarkan di poin 12. Warisan bagi gw tetap penting selama itu warisan positif, tapi membuat sistem ketergantungan sama diri gw itu bukan gw banget.
2. Ada peribahasa semakin lu keras genggam pasir, semakin pasir itu lepas. Nah, 12 prinsip ini barangkali hanya bekerja dalam kondisi tertentu. Banyak benarnya, tapi malah jadinya tidak menunjukkan elu orang, tapi nunjukin lu diktator baru. Ide-idenya memang Machiavelian, jadi perlu hati-hati biar trik-trik ini secara alamiah bekerja sesuai jalurnya.
3. Ilmu-ilmu ini bisa langsung dipraktikkan kalau elu punya skill yang mumpuni. Jangan coba-coba, misal lu tipe orang yang gak pandai akting, terus mencoba ini. Fake elu bakalan kelihatan banget. Melakukan tips-tips ala Balqis ini perlu jam terbang panjang dan perlu mengubah total software otak lu jadi seorang "player". Tulisan ini bisa jadi switch yang besar bagi mereka yang berjalan di hidup yang lurus yang menjunjung nilai
4. Dimensi buku ini begitu intelek (otak) dan menyerang atau meng-hack secara psikologis, tapi lupa ada unsur spiritualitas atau faktor X yang berperan juga.
5. Menjalankannya perlu hati-hati, dan setidaknya lu punya privilege, paling tidak di tingkat pikiran dan itung-itungan yang tepat.
Yang membuat gw terinspirasi dari buku ini:
1. Setelah baca ini, Balqis buat gw jadi manusia yang gak polos lagi. Gw lihat orang juga jadi gak polos lagi, tapi bisa mengenali motif-motif di baliknya. Kenapa mereka seperti itu? Kita punya pilihan untuk menjadi seorang puppeteer dengan bijak. Gak semua orang memang baik, dan kalau lu terlalu baik, lu bisa dimakan dan jadi korban orang yang lebih berkuasa dari elu.
2. Emosi orang lebih penting dibandingkan dengan intelektual dan fakta. Jadi, senjata utama untuk memenangkan emosi orang adalah mengenali hasrat utama mereka, insekuritas mereka, dan dimensi-dimensi dasar mereka, seperti cinta, bahagia, ketakutan, dll. Kalau lu paham ini, lu bisa jadi teflon yang gak kena getah-getah sampah itu, tapi juga bisa bantu menyeretnya ke sesuatu yang lebih baik.
3. Buku ini ngebawa gw lebih paham sama diri gw sendiri, masyarakat, dan lingkungan sekitar gw. Klise, tapi ini repetisi tak henti-hentinya yang selalu gw pegang saat belajar.









