I/
Hari itu tanggal 2 Januari 2017. Sore terpanjang selama 24 tahun aku hidup. Sore terlama aku diam dalam kondisi sadar. Lalu aku menanyaimu tentang pertanyaan-pertanyaan esensial terkait hidup. Setelah itu, pikiranku berubah untuk selamanya.
II/
Hutan berkabut. Hitam kayu, hijau daun, lembab tanah, pada Maret yang
untuk siapa. Kawanku mengatakan dengan bahasa Inggris yang intinya:
Pohon-pohon adalah hasil lukisan bumi. Dia melukisnya dari atas langit.
III/
Di 24 tahun usia mata. Aku tadi telah bangun dengan segar setelah semalaman suntuk berdiskusi tentang
Hikayat Kebo, tujuan, visi, misi, target, metode, dan
output bersama tim majalah. Jatah nokturnal menyenangkan bagi pembangkang semacam kita.
Akan kita rintis formulasinya: selesai, menampar, alternatif, menyejarah, wacanais; membaca, menulis, diskusi, berjejaring, saling kritik; cetak, teori dan teknis seimbang, mendunia, diskursus, pelopor.
IV/
Orang-orang banyak yang berdatangan ke Jogja. Saling jepret entah sampai berapa kali. Mereka tak ubahnya serigala yang mengencingi daerah taklukannya. Untuk kenang-kenangan, atau agar semua orang tahu.
V/
Max Perkins dalam film
Genius:
Aku pikir:
Jumlah usia tidak penting, untuk menyampaikan hidup yang penting.
VI/
Ruang kerja. Sungguh aku butuh ruang kerja.
Lebih dalam dari itu, aku mau rumah untuk menyimpan buku-bukuku yang banyak.
Aku pusing meletakkannya di mana.
VII/
Tuhan, sekarang aku sudah Semester Delapan.
Aku mau cepat-cepat Kerja Praktek, KKN, skripsi, munaqosah, dan wisuda.
Biar hidupku tak memberatkan prodi dan orang tua. Lancarkan ya tuhan, amin.
Atau, tuhan... berikan aku kerja yang sesuai bakatku.
Biar aku bisa mengatur hidupku sendiri.
VIII/
Aku sebenarnya masih sangat mencintainya.
Tapi aku lebih mementingkan kebebasannya.
Semoga dia selalu bahagia ya tuhan...
Dengan siapapun dia hidup
IX/
Ini namanya Akeboshi.
Penyanyi favoritku.
His music unlike other.
Bersamanya aku teduh.
X/
Suatu hari aku akan ada di taman yang sepi. Tamannya indah, banyak bunga dan pohonnya. Mataharinya berwarna seperti air, bulannya berwarna kuning, dan hujannya berwarna ungu.
XI/
24 tahun. aku belum bisa memberi apa-apa.
terlebih untuk orang tua dan adik-adik.
aku masih terlena dengan kesenangan sekunder.
aku selalu saja merepotkan.
entah sampai kapan?
XII/
aku hanya ingin berguna bagi Rakyat.
itu saja.
XIII/
Brengsek! Ngapain aku umbar sih ini!
Ah, persetan!
Yogyakarta, 21 Maret 2017