Jumat, 22 November 2013

Kisah 20 November 2013

Ini curhat nggak penting, jangan dibaca.
Kalau pengen baca, ya silahkan lah :)

Kemarin tuh aku sama Mifta bolos biologi demi ngliat Maher Zain di UII. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang. Akhirnya kita sampai disana tepat waktu.
Ada tiga pembicara,  Rina Novita, Sharif Banna, dan yang ditunggu-tunggu "Maher Zain".
Akhirnya, ketemu juga aku sama dia dan bisa ngliat langsung :) Pernah ada mimpi gila sih.. pengen duet sama dia, hahaha #lupakan.
Dia tinggi, pakai jaket coklat, dan baret hitam. Mbak Rina (pembicara satu ngomong pakai bahasa Indonesia) tentang bisnis upin ipin dan konten-konten yang melingkupinya. Cukup menarik sih, jadi dari ipin upin dikembangin dari film, mrchandise, suara, wallpaper, sampai games.
Trus pembicara kedua, Sharif Banna (CEO Awakening Worldwide) ngomongnya pakai bahasa Inggris, sedikit yang aku ngerti. Intinya dia ngomong tentang kunci sukses dalam Islam, kayak: What is ur aim? Halal. Amanah. Qonaah. Plan, ability, dll. Trus si Maher... disambut tepuk tangan meriah melingkupi auditorium KHA Mudzakkir UII. Dia cerita tentang perjalanan hidupnya, "I am successful because Allah" :)

Sampai kita nimbrung foto bareng sama Maher Zain fans club :D
Sebenarnya si Mifta pengen banget ngajakin foto tapi Maher Zainnya di sembunyiin :D
Ehhh, kita nggak nyangka disana ada anak-anak yang foto sama pak rektor UII. Ikutan deh. Aduh, sama pak rektor sendiri aja belum pernah, haha. Kapan-kapan ya pak Musa :D
Ini video Maher Zain-nya... :)
 http://www.youtube.com/watch?v=vJCFR8ONHk0

Aku heran dengan diriku sendiri. Aku mencoba menganalisa diriku menurut konsep psikoanalisa. Dulu, aku itu “lebai” banget tiap ketemu orang-orang terkenal atau artis-artis gitu. Kayak ketemu vokalis Jikustik sampai vokalis Sheila on 7. Sekarang, entah kenapa biasa-biasa aja. Padahal kalau dipikir-pikir, keren juga ya aku bisa ketemu Maher Zain sampai nyium tangan alusnya Jusuf Kalla. Aku pernah berdoa sih, “Allah, manage-lah kelebaianku”. Intinya, aku mau bersyukur rasa lebai-ku bisa terganti dengan satu perasaan sederhana, yaitu “bahagia”. Senang banget bisa ketemu orang orang-orang hebat, dan mencintai sekaligus menceritakan mereka dengan sederhana. Semoga aku bisa menjadi seperti mereka #aamiin :) Sekarang, aku lebih tertarik diskusi tentang freedom education-nya Freire atau teori sok tahunya Robert Malthus. Sok-sok’an banget aku nulis ini, haha. #lupakan, nggak penting.

Jumat, 15 November 2013

Turun Aksi

Untuk pertama kalinya, hari ini tanggal 15 November 2013 aku mengalami hal yang tak pernah terlupa. Aku belajar banyak hal, oh gini yaa peran mahasiswa sebagai agent of control, agent of change.. Mahasiswa tidak sekedar mantuk-mantuk saja menerima yang ada atau 'penindasan' baik itu terang-terangan dan terselubung. Aku menyaksikan betapa beraninya seseorang itu berdialog dengan salah satu jajaran dekanat, mengkritik, menuntut bukti, dan tak gentar memperjuangkan aspirasi mulut-mulut yang terbungkam dan apatis.

Dari kita rapat-rapatan dulu. Trus, kumpul di panggung demokrasi, memakai pakaian solidaritas kemudian bersatu dalam tali revolusi. Kita teriak, nyanyi, puisi, orasi. Keliling fakultas, di tengah jalan, sampai puncaknya di rumah kita di saintek. Banyak yel-yel yang terekam. Hujan deras tadi sore menjadi bukti, korp kita telah lahir.

Deklarasi ini adalah awal perjuangan. Langkah kita tak bisa dihentikan.

Terima kasih sahabat-sahabat.

#FREKUENSI_Berkobar

Selasa, 12 November 2013

Seminar Fantastis (FKIST-EXACT): Belajar Di Luar Negeri


Bertempat di gedung teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (9/11) pukul 08.30 WIB… Denny, Jadid, dan Riska dari MAN Maguharjo menampilkan pertunjukkan yang menegakkan bulu kuduk. Tiga anak yang mempunyai keterbatasan ini berkolaborasi menyanyikan lagu Seruan Kebaikan (Citra Scholastika), Jangan Menyerah (D’Masiv), dan Laskar Pelangi (Nidji). Kalau kamu lihat ini kamu bakal terharu dan malu banget, apalagi pas Riska bacain puisi sambil nyanyi #nangis. Salut banget buat mereka. Ris, suaramu ngalahin suaranya Citra, dan permainan gitar Denny dan Jadid aplause buat kalian.
 
Next, acara inti seminar yang disampaikan oleh pembicara pertama, Bapak Muhammad Rifqi Ma’arif tentang “Belajar di Luar Negeri”. Lulusan S2 Dongguk University Korea Selatan sekaligus dosen teknik informatika ini mengungkapkan bahwa motivasi kita mendifinisikan segalanya. Apa aja sih motivasinya? Ada banyak kemungkinan… misalkan.. pertama, mencari sistem dan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Kedua, meningkatkan kompetesi diri. Ketiga, mengejar kemajuan IPTEK, dll.. kayak, pengalaman hidup di lingkungan dengan culture yang jauh berbeda bisa meningkatkan adaptasi, cara bertahan, dan terbiasa hidup di bawah tekanan.Meningkatkan empati dan tenggang rasa, kemampuan komunikasi dan softsklill juga.

Kata beliau, sekolah di luar negeri itu nggak ribet (kita yang bikin ribet), seperti halnya nyari kerja, lihat lowongan, siapkan aplikasi/berkas2, ndaftar, nunggu, keputusan.. diterima atau ditolak.. Kalau ditolak yaa coba lagi, “Teman saya aja ada yang nyoba sampai 12 kali” tutur beliau.

Trus, apa aja yang perlu dipersiapkan? Pertama (terpenting), kemampuan bahasa asing dan sertifikat resminya (TOEFL IELTS, dll) triknya, luangkan setengah jam atau satu jam sehari buat belajar TOEFL, jika kita sungguh2 kita akan terbiasa dan meraih nilai TOEFL setingginya. Kedua, track record studi dan aktivitas yang bagus. Ketiga, sempatkan waktu untuk melihat situs-situs informasi beasiswa dan situs-situs universitas di luar negeri (waktu buat FB-an ganti lah 15-30 menit buat buka ini :D). Biasanya yang menjadi kendala utama ketika mendaftar beasiswa ke luar negeri adalah mental yang down duluan gara-gara syarat2 dan berkas2 yang segungung. Tenang sis, bro, tarik nafas dalam-dalam, katakan “Oh, syaratnya cuma 30, sehari satu, sebulan selesai” #eaa, bisalah…

Sumber beasiswa itu dari mana aja sih? Pertama itu dari pemerintah, biasanya informasi mudah didapatkan tapi saingannya sangat ketat, dari beribu orang yang diambil Cuma 10. Difokuskan pada seleksi administrative dan record kamu di kampus, para aktivis kemungkinan besar berpeluang :D Kedua, Lab (By project), ini informasinya agak susah didapatkan, tidak seketat beasiswa pertama, dan kebanyakan mereka orang-orang yang benar-benar pintar dan ahli dalam satu bidang tertentu. Lebih kepada kemampuan daripada record.

Trus, tips dan triknya kayak apa sih? Simple kok, pertama, pasang mata, buka telinga lebar-lebar tentang informasi-informasi beasiswa. Kedua, surat rekomendasi yang pas dan kredibel (harus jadi mahasiswa aktif di kelas biar dosen kenal kamu dan mudah merekomendasikan kamu #aktifitumutlak).  Ketiga, perbanyak investasi sosial dan public track record. Keempat, pilih program dan supervisor yang tepat. Kelima, rajin buat proposal, isi formulir, dan kirim via email/pos. Keenam, rajin meniliti, dll.

Sumber pemberi beasiswa itu banyak, di luar negeri ada Erasmus mundus (Eropa), DAAD, SWAPT (Jerman), Fullbright, Ford (AS), Monbusho, Sanyo, Ajinomoto (Jepang), KGSP, StudNed, Nesso, ALAS, ADS, IPRS, dll. Dari dalam negeri sendiri, ada yang dari Depkominfo, Dikti, LPDP, dll. Beasiswa LPDP ini juga menarik, jadi kita harus masuk universitas yang kita tuju dulu baru kita ngajuin beasiswa (usahakan rangking universitasnya 100 besar terbaik dunia).

Trus, dalam memilih universitas.. secara umum, kita cari info sebanyak-banyaknya dari universitas tersebut. Ingat, jangan terjebak dalam informasi yang superfisial, misalnya kita tahu kalau Harvard itu nomor satu di dunia, tapi untuk jurusan teknik informatika, apa dia bagus? Nah, itu perlu dipertimbangkan. Kemudian, yang perlu dipertimbangkan lagi adalah reputasi, performance, program yang ditawarkan, fasilitas dan sumber daya, serta lingkungan. Ingat juga ya, yang terbesar belum tentu terbaik belum tentu paling cocok. Pilihlah yang PALING COCOK.
Sama halnya dengan memilih universitas, dalam memilih pembimbing pun kita juga harus memilih pembimbing yang cocok bukan pembimbing yang terkenal. 

Strategi belajarnya gimana? Hei, tingkat intelektualitas orang Indonesia itu nggak kalah kok sama yang di luar negeri kayak China, Jepang, Inggris, wtf.. yang membedakan adalah EFFORT-nya!! USAHA-nya yang membedakan!! Maka dari itu, berusahalah effort kita di atas mereka. Trus, kemampuan adaptasi yang sangat penting.

Yang terakhir, rencana masa depan. “Studying is not for the sake itself”, belajar di luar negeri perlu dikaitkan dengan rencana masa depan. Tanyakan, apa yang aku dapatkan setelah ini? Jawab dan rencanakan dengan matang. Kita bisa belajar dari kisah Andrea Hirata  dalam novel Maryamah Karpov, lulusan S2 ekonomi telekomunikasi Sorbonne tapi bingung mau kerja apa :)

Senin, 11 November 2013

UTN

"Masalahmu adalah kamu tidak suka bekerja keras"

"Hanya label semata"

"Ada sebuah jalan setapak yang menantiku, yang jika aku gagal mengambilnya maka jalan itu akan tergeletak terinjak-injak selamanya. Berapa lama lagi aku bisa menundanya? Inilah inti masalahnya dan semua hal yang lain adalah bayangannya"

"Tidur siang adalah tidur kutukan yang membuat seseorang bangun dalam keputusasaan. Matahari akan merasa tersinggung sekali"

"...kamu harus bangun demi dirimu sendiri."

"Pekerjaan itu mudah didapatkan oleh siapa pun kecuali orang lumpuh"

"Setiap orang harus bertindak dengan caranya sendiri.."

"Memulai sebuah novel seperti membuka pintu melihat pemandangn yang berkabut; anda dapat melihat walau sedikit meskipun Anda dapat mencium harumya bumi dan merasakan angin yang bertiup"

Sumber: Under The Net - Irish Murdoch

Minggu, 27 Oktober 2013

The Way To Belief


Ringkasan ceramah Ust. Felix Siauw di Laboratorium agama Masjid UIN Sunan Kalijaga tanggal 26 Oktober dengan tema: “The Way To Belief”.
 
Orang yang disibukkan dengan kebaikan adalah orang yang beruntung :)

Ya, begitulah kata ustadz Feliix kepada hadirin yang hadir, yang udah mau capek-capek datang ke majelis ini. Ustadz memulai ceramah tentang cerita “sebuah pohon”. Pohon yang baik itu seperti kalimat yang baik. Kita bisa melihat kebaikan itu dari kekarnya batang, teduhnya, enak dilihat, mendamaikan. Seperti halnya seorang muslim. Bukan muslim namanya jika ia membuat orang lain merasa terancam dan tersakiti. Jadilah pohon yang baik. Karena puncak menjadi seorang muslim adalah kebermanfaatan. Yaitu kebermanfaaan yang bisa dirasakan langsung. Kaitannya dengan iman, iman itu dianalogikan seperti akar dalam sebuah pohon. Ia adalah pondasi awal, sebagus apa pun sebuah pohon jika akarnya busuk cepat lambat ia akan kelihatan. Iman itu amal kalbu, walaupun tidak terlihat tapi bisa di indikasikan lewat ucapan dan perbuatan.
ISLAM, adalah agama yang benar, dengan umat terbaik, sudah yakinkah Anda? Jika kata-kata itu benar, ada pertanyaan: yang banyak orang miskin yang islam atau bukan? Yang banyak menganggur orang islam atau bukan? Yang banyak tidak bersekolah Islam atau bukan? Yang mengantri BLSM sampai keinjak-injak itu kebanyakan orang Islam atau bukan? Miris sekali. Jika Islam itu terbaik, kenapa realitasnya seperti itu? Cuma ada dua kemungkinan: pertama Allah yang salah, kedua manusianya yang salah. Pertama, Allah tidak mungkin salah, dan siapa yang salah? MANUSIA.

Ustadz Felix bercerita tentang sebuah satire berjudul “Negeri Bebek”, negeri khayalan yang berbendera bebek yang merupakan negara muslim terbesar di dunia mengalahkan Indonesia. Negeri ini amat sangat kaya, toto tentrem raharjo, gemah ripah loh jinawi, batu dilempar jadi pohon, ranting dilempar jadi hutan, 88% keanekaragaman hayati dunia ada di negeri bebek. Kenapa dinamai negeri bebek? Tidak lepas dari filosofi yang mencerminkan rakyat negeri bebek, mereka suka ikut-ikutan (membebek) akhirnya negeri ini dinamai “negeri bebek”. Tapi ironis, SDM negara bebek baru menempati nomor 108 dari 174 negara di dunia, hanya 11% siswa yang lulus SMA melanjutkan ke perguruan tinggi (trus kemana yang 89%??), prosentase keperawanan anak gadis yang rendah, pembunuhan bayi, aborsi atas nama HAM, pemimpin-peminpin yang hanya menjadi pengecut. Ada satu prestasi yang diraih di negeri bebek, kata orang Jepang, “Industri perfilman horror di negeri Anda sangat inovatif. Di negeri saya cuma ada hantu sadoko, di negeri Anda kuntilanak saja bisa ada kuntilanak 1, kuntilanak dua, kuntilanak beranak dalam kubur, kuntilanak keramas, belum lagi suster ngesot, pocong, dll. Hebat sekali negeri Anda”, dan negeri bebek berhasil menjadi negeri pertama yang berhasil mengekspor setan ke kancah internasional :D Dan jika setiap memperingati perayaan kemerdekaan negeri bebek, acara-acara yang diadakan dari dulu hingga sekarang itu-itu aja, seperti makan kerupuk dan lompat karung padahal orang luar udah bisa nginjak bulan, kenapa tidak diubah menjadi yang spektakuler: makan karung atau lompat kerupuk, haha #lol.

Mengapa ini bisa terjadi?? Kenapa negeri bebek yang mayoritas muslim terbesar dunia tidak bisa lepas dari keterpurukan?? Persoalaanya satu: TUJUAN HIDUP YANG SALAH AKAN MEMBAWA PADA TUJUAN YANG SALAH. INTINYA: KESALAHAN BERPIKIR MUSLIM TENTANG TUJUAN HIDUPNYA. Tujuan mempengaruhi segalanya. Jika Anda ada di sebuah kereta yang empuk dan nyaman, tapi tujuannya ke jurang, apakah Anda mau?

Dan AQIDAH adalah jalan mencapai tujuan hidup. Berdasar dari tiga pertanyaan urgen:
1. Darimana asal manusia?
2. Apa tujuan hidupnya?
3. Akan kemana setelah hidupnya?

Yang pertama, ustadz Felix bertanya kepada hadirin: “darimana asal manusia?” mereka menjawab “ALLAH” II “Kok Tahu Allah? Darimana?” II “Al-Qur’an” II “Al-Qur’an?? Darimana?” II “Allah”. Pertanyaan dan jawaban yang muter-muter, seperti pertanyaan “Telur dan bebek duluan mana?”. Dan jawaban kalau muter-muter itu susah dibuktikan, ia merupakan klaim atas klaim. Kalau kita berasal dari ALLAH, apa kita benar-benar meyakini Allah dan RasulNya?? Ustadz Felix bercerita tentang seorang penerjemah, bosnya bilang pas hari jumat dan ada kewajiban sholat jumat, disuruh jangan pergi nanti orang penting dari luar negeri akan kesini, dan kamu akan dapat banyak uang. Kira-kira si penerjemah bakal milih apa? Ngikuti bos atau solat jumat? Bisa ditebak, ngikuti bos. Kalau begitu, keyakinan itu bisa dibeli ya? Iya. Penerjemah itu menjual keyakinannya hanya karena ada orang penting dan uang. Jika dia yakin pada Allah, ia pasti akan percaya, Allah akan memberinya sesuatu yang lebih dari itu. Dan apa yang didapat dengan menjual keyakinan adalah tidak berkah, dan sesuatu yang tidak berkah itu buat apa? -_-.  Nabi Ibrahim contohnya, ia berpikir keyakinan pada Allah saat ia mau dibakar. “Jika Allah masih melindungiku, api itu tak akan membakarku, jika tidak.. di luar sana pun aku juga tidak akan selamat, karena Allah jauh lebih besar dari api itu”.

Trus tentang penciptaan manusia, darimana asal manusia? Apa benar dari monyet seperti yang dikatakan teori evolusi? Kita tengok dulu terbentuknya manusia dari awal. Ia berasal dari sperma. Dan sperma tak mempunyai fungsi apa pun kecuali yang telah disepakati bersama: masuk ke tubuh perempuan (ovum) dan membentuk individu baru. Saat Anda misalnya pertama kali pergi ke Skandinavia, Anda pasti kebingungan kan jalur angkotnya kemana? Tapi kenapa sperma nggak bingung? Dan tahu kalau yang dituju itu ovum? Siapa yang ngasi tahu? Padahal sperma tahu kalau ovum itu mengandung racun asam yang membunuh bakteri-bakteri, virus berbahaya, dan sperma-sperma yang tak kuat fisik dan mental. Dan sperma-serma juga tahu kalau dalam dua detik 500 juta sperma mati karena racun asam itu. Gilak, bayangin 500 juta sperma mati dalam dua detik! itu pembunuhan terbesar dalam sejarah. Kemudian sperma-sperma bersatu, menyusun strategi, ketua sperma bilang: “Saudara-saudaraku, mari kita balas dendam atas terbunuhnya 500 juta saudara kita yang mati. Jangan terlalu terburu-buru, mari kita merapat dan atur strategi. Rahim itu kan ada dua, kiri dan kanan, mari kita berpencar. Siap? SERBUUU!!” (-_-) Haha, pe’ak nya seperti itu. Kenapa mereka bisa begitu? Apa jangan-jangan disana ada laboratorium? Dan hebanya cuma ada SATU TERBAIK. Sperma yang PALING KUAT, PALING CEPAT, PALING HEBAT. Dan sperma itulah ANDA sekarang :) Jadi, jika sekarang Anda mengeluhkan hidung Anda yang pesek, Anda benar-benar keterlaluan. Dari sperma kita bisa belajar JIKA TUHAN ITU ADA, Ia yang membuat manusia itu menakjubkan :)

Tata surya contohnya, bumi kita jika di sandingkan dengan planet-planet yang kecil memang terlihat besar, tapi coba sandingkan dengan yupiter, sandingkan lagi dengan matahari, sandingkan lagi dengan Arcturus, dimana bumi kita? Sudah tak terlihat. Dan untuk mengatur semua ini Tuhan harus ADA.
Seperti halnya HP, dia ada yang buat kan? Manusia. Cara bekerjanya gimana? Lihat buku petunujk. Jika masih eror kemungkinanya ada dua: pertama buku petunjuknya salah, kedua buku petunjuknya tidak pernah dibaca.

Ustadz Felix juga bercerita tentang perdebatannya dengan seorang dosennya, memperdebatkkan Al-Qur’an. Sebelumnya ustadz Felix ini agnostik, dia percaya Tuhan, tapi belum mengikuti agama apa pun. Nah, saat adu argumen ini ustadz Felix kolaps, argumennya diruntuhkan dari dasar karena sebuah ayat. Ayat apa itu?? Al Baqarah: 23.
“Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang kami turunkan keapada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”
Yang intinya, tidak ada yang bisa mendatangkan ayat semacam Al-Qur’an. Baik kamu one to one, atau keroyokan. Simbol kesombongan Allah adalah Al-Qur’an, dihadapan makhluknya yang lemah.

Menjawab pertanyaan urgen di atas:
1. Darimana asal kita? Allah.
2. Apa tujuan kita? Beribadah kepada Allah.
3. Akan kemana kita setelah mati? Allah.

Jika aqidah ini sudah menjadi akar, ketika manusia sudah memahami aqidahnya, maka ia akan sulit untuk dibeli apa pun, termasuk dibeli uang. Kewajiban seorang muslim juga: BERPIkIR DAN MENCARI DALIL SIAPA TUHANNYA.

Yogyakarta, 26 Oktober 2013

Sabtu, 26 Oktober 2013

Cerita Sarasehan Tadi (Tentang Sumpah Pemuda)


Ringkasan Sarasehan Sumpah pemuda 26 Oktober 2013 di gedung teatrikal Fakulltas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, berjudul: “Menghimpun yang Tercerai  Tekad Pemuda Indonesia menuju Bangsa yang Bersatu dalam Kebhinekaan” 

Pembicara:
1. Herman Sinung Janutama (Pakar Filsafat Jawa-Nusantara)
2. Rifki Ali Hamidi (Pengusaha Muda)
3. M. Nur Hidayatullah (Kepala Badan penelitian dan Pengkajian Daerah GAFATAR DIY)

Yang pertama dari Bapak Sinung, beliau yang mempunyai motto hidup: Surodiro Joyoningrat Lebur Dening Pangastuti ini mengungkapkan bahwa sumpah pemuda adalah hasil kerja keras para pemilik idealisme. Berangkat dari semangat tradisi Indonesia yang begitu kaya beliau bercerita tak ada jeleknya menjadi orang nusantara malah itu prayoga (utama), karena terdapat hayuning srawung (interaksi yang indah antar manusia). Dahulu tatanan kita sangat bagus sekali dengan konsep membangun tatanan yang saling menggerakkan hati. Jika dahulu ada sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah seperti madrasah giri yang dahulu membuat betah para siswanya, tapi kenapa sekarang sekolah yang dikatakan terpadu malah padu-padunan??
Kita juga harus sadar 120.000 buku yang ada di keraton itu ditarik oleh Rafles dan Deandels, naskah kuno yang sangat berarti. Kenapa kita tidak berbuat apa-apa?
Indonesia juga dikatakan sebagai NUSANTARA. Apa itu nusantara? Nusa: laut, Anta: pemberani, Tara: keturunan nabi. Jadi Nusantara adalah negeri kelautan yang bersisi para pemberani dan keturunan nabi. Indonesia adalah negeri  guru. Dan konsep bagus tentang tatanan Indonesia itu adalah konsep dwitunggal yang meliputi: budaya nusantara yang luhur ini dan agama yang suci ini (Islam). Indonesia juga merupakan negeri perairan terbesar, tempat guru dunia dilahirkan. Dan saat kita melihat peta dunia, kita akan melihat bahwa Indonesia ada di tengah-tengah (pusat dunia).
Lakukan research-research tentang sistem jaya masa lalu. Jangan berkaca pada Negara-negara barat. Kita punya cermin kita sendiri. (#Filsafat saja contohnya, mahasiswa-mahasiswa filsafat sekarang itu terlalu mabuk dan kecanduan filsafat barat seperti filsafat Yunani)
Intinya, mari kita jadikan momentum Sumpah Pemuda kali ini dengan mempelajari lagi budaya-budaya Indonesia yang luhur dan menerapkannya untuk kesejahteraan. Diimbangin dengan penerapan nilai-nilai agama yang luhur.

                Pembicara yang kedua, Pak Nur dari GAFATAR, beliau bercerita tentang seorang ibu yang kemalingan dan tidak ada lagi yang bisa dimintai tolong kecuali anak-anaknya. Sedangkan anak-anaknya apatis dan sibuk dengan aktifitasnya sendiri. Seperti inilah analogi dari sebuah lagu: “Ku lihat ibu peertiwi sedang bersusah hati” dan anak-anaknya diibaratkan masyarakat Indonesia. Dan cara paling mengena adalah dengan menyadarkan. Ibaratnya kita itu tertidur, dan orang tidur jika ada sesuatu yang berisik pasti bangun, maka.. mari kita buat keberisikan itu :D Dan sumpah pemuda itu bukan monopoli orang-orang yang berusia 15-30 tahun, tapi sumpah pemuda merupakan sifat mental kejiwaan dan orang tua pun masih dikatakan muda jika ia mempunyai jiwa yang muda. Seperti ucapan Bung Karno: “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncang dunia”.  Dan pesan Bung Karno juga dalam Amanat Proklamasi 1945:
“Bangsa Indonesia harus mempunyai isi hidup dan arah hidup. Kita harus mempunyai levensinhoud dan levensrichting. Bangsa yang tidak mempunai isi hidup dan arah hidup adalah bangsa yang hidupnya tidak dalam, bangsa yang dangkal, bangsa yang cetek, bangsa yang tidak mempunyai levensdiepte sama sekali. Ia adalah bangsa penggemar emas sepuhan, dan bukan emasnya batin. Ia mengagumkan kekuasaan pentung, bukan kekuasaan moril. Ia cinta kepada gebyarnya lahir, bukan kepada nurnya kebenaran dan keadilan. Ia kadang-kadang kuat tetapi kuatnya adalah kuatnya kulit, padahal ia kosong melompong di bagian dalamnya”. Solusinya adalah keluar dari kondisi yang berpecah belah ini dan berjalan menuju fitrah manusia, yaitu kembali hiup pada jalan kebenaran sejati yang ber-isme kepada Tuhan yang maha Esa.

                Pembicara yang terakhir, yaitu Mas Rifki Ali Hamidi, seorang pengusaha muda. Mas ini saat bicara tentang produk Indonesia mengatakan: “Bukan masalah kita bisa membuat atau tidak, tapi masalah mau pakai atau tidak??”. Logisnya gini, Indonesia itu bisa buat HP nggak sih? Kenapa HP nggak bisa, pesawat terbang aja bisa? Masalahnya, kalau ada orang Indonesia yang buat HP, mau pakai apa enggak? Jangan-jangan lebih gengsian Apple, BB, Samsung, dkk -__- Ada analogi keren lagi nih.. Misalnya ada dua gedung bertinggi 500 meter(gedubg A dan B), di puncaknya ada lompatan sejauh satu meter untuk melompat dan berpinda dari gedung A ke gedung B yang ingginya 500 meter ini. Meski pun dibayar berapapun, mau sejuta, sepuluh juta, seratus juta, I milyar.. kata bakal pikir-pikir, itu nyawa kita lho, bisa jadi sebelum jatuh ke bawah kita mati duluan gara-gara jantungan. Tapi seandainya, jika kamu ada di gdung A dan orang tua kamu serta adik-adikmu, kakak-kakakmu ada di gedung B, jika kamu tidak loncat maka keluargamu itu akan dijatuhkan.. apa reaksimu?? Tentu bukan karena uang kan?? Begitu juga dengan bisnis. “Business is not business” (yeah, I think there is important things then just MONEY!).  Mas Rifki juga sedikit bercerita tentang bisnisnya, dari bidang telekomunikasi sampai bisnisnya sekarang, “kerta bumi”, yaitu sebuah usaha yang menjadikan batik sebagai icon-nya. Kata Mas Rifki: “Menduniakan batik dan membatik dunia” :D Pesan masnya juga, ” Indonesia membutuhkan teman-teman semua. Kalian mahasiswa, jangan habiskan porsi-porsi orang-orang yang pendidikannya Cuma SD, SMP, SMA… Kalau kalaian ambil jatah kerja mereka, trus mereka mau kerja apa?? Andaikan ada 100 orang saja yang ada di ruangan ini menjadi pengusaha atau menciptakan sesuatu, dan tiap pengusaha bisa memperkerjakan 50 orang, bayangkan.. ada 5000 orang yang bekerja. Kalian telah membantu  Negara, membantu eman yang nganggur..”. Tapi kenyataannya, orang sekarang diajak mikir sedikit aja sudah capek -__-

Bukankah pohon yang besar berasal dari benih yang kecil? Mari kita menjaadi si kecil dengan kesanggupan yang besar :)


Yogyakarta, 26 Oktober 2013

Selasa, 22 Oktober 2013

Review Buku: "The Greatest IT Entrepreneurs"


Judul Buku: The Gretest IT Entrepreneurs
Penulis: Johan Hasan dan Trianggono Wiradinata
Penerbit: Bayumedia Publishing
Kota Terbit: Malang Jawa Timur
Cetakan: Pertama
Tahun: 2006
Tebal: xii + 108

Buku ini mengungkap tentang kisah sukses sepuluh entrepreneurs Teknologi Informasi (TI). Dari ulasan, riwayat hidup, dan perjuangan. Sepuluh tokoh itu adalah…

1.David Fillo dan Jerry Yang (Pencetus Yahoo! Inc)

Mereka menekankan, untuk membuat perusahaan Anda harus memiliki IDE BESAR. Bermula dari keisengan mereka berdua membuat directory dan mesin pencari tahun 1994 yang ditujukan untuk memudahkan teman-teman kuliah mereka di Standford mendapatkan lokasi website yng menarik. Mereka mengorganisasikan website-website yang ada di internet mejadi berguna. Menurut Jerry Yang, “Yang pertama, temukan ide besar itu terlebih dahulu”

2. Jeff Bezos (Pencetus Amazon. Inc)

Ini dia pemilik toko buku besar dalam sejarah. Pada tahun 1995 Amazon.com diluncurkan, dua bulan kemudian transaksi mencapai $ 20.000/minggu. Ia pun pernah jatuh, dan ia banting setir menjadikan Amazon.com sebagai perusahaan terbuka. Tak hanya buku, Jeff juga menambahkan musil, video, film, produk rumah tangga, obat, dll. Ia adalah toko serba ada online. Tak hanya itu, produk-produknya saling berkaitan yang memungkinkan terjadinya elaborasi yang canggih. Kunci sukses yang ditekankan Jeff adalah keras kepala dan fleksibel, dan seberapa pintar kita menjadi salah satu diantaranya.

3. Bill Gates (Pencetus Microsoft)

Manusia super jenius ini memang “WOW” menurutku. Terlepas dari monopolinya terhadap software, visinya telah mengantarkannya ke sebuah prestasi yang mengagumkan. Kata Gates, “Jangan biarkan diri Anda tidak berbuat sesuatu”. Dimulai dari kecintaannya pada software dan programming, dia dan temannya Paul Alen mendirikan peusahaan Microsoft. Person of The Year tahun 2005 versi majalah Time ini juga seorang penulis berhasil. Bukunya “The Road Ahead” dan “Business @ the speed of Thought” masuk daftar buku bestseller. Kunci sukses yang ditekankan adalah VISI yaitu setiap orang memiliki sebuah computer di setiap rumah.

4. Larry Ellison (Pendiri Oracle Corp.)

Ia adalah sosok penantang jumbo, yang tidak keder menantang Microsoft. Oracle adalah software terbesar kedua di dunia. Jurus mautnya: 1) Memiliki cita-cita yang besar dan berani menciptakan tantangan yang mustahil. 2) Orang yang selalu belajar, meski pernah DO. 3) Pengambil risiko yang berani. 4) Percaya diri dan tampil beda. Sosok yang kontroversial. Kata dia, “ Saya mengagumi orang yang berani mengabil risiko. Saya menyukai pemimpin, seseorang yang melakukan sesuatu sebelum mereka menjadi popular. Saya menemukan jenis inspirasi integritas semacam ini”

5. Sergey Brin dan Larry Page (Peniri Google)

Kalau Alloh memberiku kesempatan pergi ke Amerika, mungkin daftar orang yang pengen aku temui adalah mereka :D Mereka adalah dua sahabat. Brin sebagai pemandu sukarela di Stanford (dosen gitu) dan Larry adalah mahasiswa yang masuk dalam grup Brin dari Michigan University. Larry tertarik dengan struktur  hubungan link dan bagaimana menemukan link yang lebih bernilai. Dengan bantuan Brin, dihitunglah kualitas suatu web yang disebut PageRank Algorithm. Dengan dorongan dari David Filo juga (pendiri Yahoo!) tercetuslah Google. Inc dengan modal $ 100.000. Kunci sukses yang ditekankan adalah Emotional Inteligence, kemampuan bekerja sama dengan pemain besar. Hmmh, I will use Google before asking dumb questions, haha.

6. Steve Jobs (Pendiri Apple. Inc)

Ini orang luar biasa sekali perjuangannya. Dia pernah susah payah mendirikan perusahaan, membesarkannya, tapi kemudian dia dipecat. Pernah bangkrut dan tidak sukses. Di mulai dari garasi rumah tahun 1976 Jobs dan Wozniak mendirikan Apple Computer Co. hingga sepuluh tahun kemudian Apple berkembang luar biasa dengan nilai $ 2miliar dan lebih dari 4.000 pekerja. Saat Jobs dipecat, ia tetap bertahan, karena ia sangat MENCINTAI pekerjaannya. Ia mendirikan perusahaan baru bernama NeXT computer dan mendirikan Pixar (studio film animasi yang sukses besar). Kisah aneh terjadi. Apple membeli NeXT dan Jobs kembali menjadi CEO sementara Aplle (yang hampir bangkrut, dengan gaji tahunan $ 1 ia dijuluki “The Lowest Paid CEO”). Dari NeXT terciptalah iMac, iPad, iPod, iTunes, dll. Dari sinilah Apple kembali bangkit. Kunci sukses yang ditekankan Jobs adlah “TEMUKAN YANG ANDA CINTAI” agar dapat bertahan dan menghasilak karya besar meski Anda sedang terpuruk. Ambil selembar kertas, tulis yang Anda cintai :D

7. Michael Dell (Pendiri Dell.Inc)

Saat berumur 19 tahun, dimulai dari kamar asrama kampusnya, ia mendirikan kerajaan Dell.Inc dengan modal < $ 1000 dan berkembang menjadi produsen PC paling menguntungkan, memperkerjakan >40.000 orang di >170 negara. Produk yang dijual tidak hanya PC, tapi juga system penyimpanan komputer saku, MP3 player, telivisi dalam komputer. Ia memberikan harga terbaik dengan meniadakan perantara dan meniadakan mark-up harga dengan menjual langsung ke konsumen. Ia juga berinovasi memberikan peluang kepada konsumen untuk perakitan komputer sesuai yang diinginkan atau dibutuhkan konsumen. Kunci sukses yang diekankan adalah kemampuan analisis terhadap kebutuhan pasar dan membangun sistem.

8. Sabeer Bhatia (Pencetus Hotmail)

Pria India ini memang unik. Dengan uang saku $ 250 tahun 1988 ia datang ke Amerika, meraih beasiswa dari California Institute of Technology di Pasadena. Di Standford dia mengikuti kelas-kelas orang TI terkenal seperti Steve Jobs, Scott MCNealy, Vinod Khosia, dll. Bhatia menyadari bahwa mereka adalah manusia biasa. “Dan jika mereka dapat melakukan demikian, saya pun dapat melakukannya (Hal. 82). Ia juga bekerja sebagai hardware engineer di Apple, sampai akhirnya ia punya ide membuat Javasoft (web untuk membuat database pribadi). Dari rekomendasi temannya Jack Smith, Bhatia menambahkan e-mail ke Javasoft yang nantinya email ini berkembang besar dengan brand Hotmail. Bhatia mencari investor, dan akhirnya dibeli Microsoft dengan harga $ 400 juta. Dan sekarang pengguna Hotmail mencapai >250.000 dan perusahaannya bernilai $ 6 miliar. Kunci sukses yang ditekankan adalah negosiasi dan prediksi nilai masa mendatang dari sutu bisnis. Kata Bhatia: “Di India, Anda harus menegosiasikan segala hal. Bahkan untuk membeli sayuran, Anda harus dapat melakukan negosiasi”.

9. Linus Trovalds (Pencetus Linux)

Pria yang menarik dengan kemurahan hatinya (menurutku):) Tahun 199 sat Linus berusia 21 tahun ia membeli PC dan dia tidak puas dengan sistem operasinya. Akhirnya diubahlah sistem PC itu menjadi seperti UNIX (system operasi yang dipkai di universitas dia belajar). Hasil jerih payahnya membuahkan versi Linus atas Minix yang disebu Linux dan mendapatkan sambutan yang luas di TI. Linux meroket, revolusi dimulai. Banyak orang yang berpartisipasi pada pengembangan Linux yang dibagikan secara gratis bukan hanya pemakaiannya tetapi juga source code (kode pemrogramannya). Orang asli Finlandia ini menekankan prinsip tolong menolong menjadi dasar bersama untuk berkarya. Dan ilmu itu untuk semua orang, idak boleh ditutup-tutupi atas nama hak cipta. Kunci suksesnya adalah kemurahan hati dan kerja sama. Kata Linus: “Hadirkan lebih banyak mata, maka kesalahan tak akan pernah mendalam”

10. Sim Wong Hoo (Pendiri Perusahaan Creative)

Ia pernah bermimpi di bawah langit berbintang, menghasilakan $ 1 juta. Tanggal 1 Juli 1981 perusahaan creative ia dirikan di Singapura. Dengan meminjam sekitar $ 6000 untuk sebuah visi multimedia akan mengubah secara total interaksi mausia dengan computer personalnya (hal 100). Ia mewujudkan computer yang bermusik, computer yang dapat berbicara dalam bahasa Inggris dan China (CUBIC CT). Namun proyek CUBIC gagal! Lalu ia meluncurkan Creative Music System (C/MS), kartu 12-voice stereo music synthesizer. Kemudian bersama temanya Ng Kai Wai menciptakan sound card. Tahun 1988, Sim membuka kantor “Creative Labs. Inc” di Milpitas, California. Badai tak hanya disitu, tahun 1995 perusahaanya hampir ambruk. Kemudian melakukan pelbagai terobosan teknologi seperti player MP3 NOMAD dan gadget Creative Zen Vision. Kekuatan Sim ada pada keuletannya untuk belajar, bahkan dari kegagalan sekalipun. Katanya: “Saya bangga menjadi berbeda. Ketika semua orang berjalan pada satu arah; saya berjalan pada arah lainnya. Di sana justru kesempatan berada”.