Sebab, pada Minggu, 8 Desember 2024 lalu kami ada peluncuran buku pertama kami di Jogja bertiga: Sulkhan, Jevi, dan aku. Kami juga udah ngobrol berbagai ide terkait buku, akhirnya aku inisiatif untuk menghidupkan grup itu jadi kegiatan yang lebih berkelanjutan.
Aku ngabarin Jevi untuk gabung, lalu, Sulkhan mengajak dua temannya yang lain untuk gabung juga, mereka adalah Akbar dan Nurul. Di kemudian hari, komunitas ini turut diramaikan pula oleh nama-nama lain, di antaranya Nurizky dan Lina.
Pertemuan Zoom pertama itu berlangsung pada Selasa, 13 Mei 2025 (secara pasaran Jawa ada di waktu malam Rabu Legi). Kami bahas secara sederhana saja mulai dari komunitas ini bahas apa, diskusinya tiap kapan, terbuka atau tertutup, dlsb. Hari pertama pembahasan Klenik Studies ini jadi semacam milestone awal untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Nurul juga membuat rangkuman begini:
1.Model diskusi di awal: lempar tema dan dikendalikan moderator.
2.Tema pertama: Pamali soal tempat/jalan bagi pejabat/pengantin (jalan Karanggetas, peninggalan kerajaan Buton, menara Kudus, pengantin dilarang lewat di Gunungkidup) - mitos dan ruang.
3.Kapan? Kamis, malam Jumat (22/5) jam 20:00 - 22:00 WIB.
4.Hasil tema klenik yg dikumpulkan:
a. Tenaga dalam (klenik).
b. Urban legend kampus.
c. Tempat terlarang untuk perempuan dan mengurai rambut.
d. Musik dan mistis (black metal dan death metal atau bisa ke seni juga)
e. Bagaimana presiden memilih semedi untuk menentukan peristiwa besar.
f. Pamali soal tempat/jalan bagi pejabat/pengantin (jalan Karanggetas, peninggalan kerajaan Buton, menara Kudus, pengantin dilarang lewat di Gunungkidup) - mitos dan ruang.
g. Hari weton (penentuan hari baik)
h. Hantu/klenik dan gender.
i. Eksploitasi perempuan dalam film horor
j. Klenik di Kalimantan (stigma Dayak)
Awalnya, kami juga sempat mendiskusikan soal nama komunitas. Ada beberapa tawaran dari teman-teman untuk nama komunitas ini, di antaranya: "Kamar Merah", "BGN (Badan Gaib Nasional)", "Anamnesis", "Laboratorium Klenik", Ruang Ambang Batas", "Liminal Space Society", "Hauntologi", sampai "Ngaji Klenik". Obrolan ini belum tercipta kesepakatan, hingga akhirnya pakai nama awal "Klenik Studies".
Dan setelah tanggal 13 Mei itu, kami rutin setiap 35 hari sekali, di Jawa istilahnya selapan, satu putaran lengkap dari lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Kami mengadakan diskusi tiap malam Jumat Kliwon, tapi tak jarang juga, jika berhalangan, diganti malam Jumat Legi. Diskusi dilaksanakan biasanya dari jam 21.00-23.00 WIB atau 20.00-23.00 WIB, tergantung kesepakatan dan pulang kerjanya kapan.
Malam Jumat Kliwon kami pilih karena secara kebudayaan populer di Indonesia dianggap sebagai malam paling angker. Dalam budaya Jawa, malam Jumat Kliwon itu juga jadi waktu yang sakral, punya energi spiritual, dan mistis dibandingkan malam-malam lainnya. Malam Jumat Kliwon juga dipercaya menipiskan batas antara dunia gaib dan manusia, sehingga banyak yang memilih laku spiritual. Laku spiritual kami, kami alihkan untuk memahaminya secara keilmuan masing-masing.
Sepanjang satu tahun itu Klenik Studies (2025-2026) telah membahas sebanyak sepuluh tema yang terdokumentasi dalam catatan berikut:
- Tempat-Tempat Pamali (https://pilea-eureka.blogspot.com/2025/05/catatan-klenik-studies-edisi-23-mei-2025.html)
- Hantu, Ruang, dan Teknologi (https://pilea-eureka.blogspot.com/2025/06/catatan-klenik-studies-edisi-26-juni.html)
- Demonologi: Iblis dalam Kebudayaan Islam (https://pilea-eureka.blogspot.com/2025/08/catatan-klenik-studies-edisi-31-juli.html)
- Pesugihan, Horor, dan Ekonomi-Politik (https://pilea-eureka.blogspot.com/2025/09/catatan-klenik-studies-edisi-4.html)
- Tuyul dan Hantu-Hantu Anak (https://pilea-eureka.blogspot.com/2025/10/catatan-klenik-studies-edisi-16-oktober.html)
- Hantu di Institusi Pendidikan (https://pilea-eureka.blogspot.com/2025/11/catatan-klenik-studies-edisi-20.html)
- Hantu di Universitas atau Perguruan Tinggi (https://pilea-eureka.blogspot.com/2026/01/catatan-klenik-studies-edisi-25.html)
- Cerita Horor dari Rumah (https://pilea-eureka.blogspot.com/2026/01/catatan-klenik-studies-vol-viii-edisi.html)
- Kanuragan dan Ilmu Hitam (https://pilea-eureka.blogspot.com/2026/02/catatan-klenik-studies-vol-ix-edisi-26.html)
- Bunuh Diri: Antara Harapan Sosial dan Otonomi Tubuh (https://pilea-eureka.blogspot.com/2026/04/catatan-klenik-studies-vol-x-edisi-9.html)
Tentu, masing-masing di antara kami punya refleksi masing-masing. Untukku sendiri, aku setidaknya jadi belajar:
Hantu dan klenik tidak untuk ditakuti, tapi dipahami. Kita takut karena horor dan klenik itu berada di wilayah abu-abu dan liminal, seperti bidang apa pun di dunia yang tidak kita pahami dan ketahui, kita akan cenderung takut dan menghindar. Dengan memahami klenik, timbul simpati dan empati terhadap entitas yang disebut sebagai hantu.
Klenik Studies memiliki motto: "Membahas Klenik dengan Pendekatan yang Tidak-Tidak." Kami percaya jika klenik tak hanya bisa dipahami dengan satu pendekatan, tapi berbagai pendekatan, sebanyak mereka yang mau memahaminya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar