Kata-kata ini aku kunpulkan saat masih menjadi murid Bapak dulu di tahun 2010-2011. Sampai kapan pun, Pak Dwi adalah guru terbaik yang pernah Isma miliki. Pak Dwi yang membuka mata Isma bahwa pelajaran sesulit Matematika pun bisa terlihat mudah, sepanjang kita setia menaati aturan yang menjadi kewajiban. Bapaklah orang pertama yang ngajarin Isma cara berpikir kritis, berfilsafat, dan sistematis. Bapak juga sangat progresif, saat guru-guru lain menggunakan LKS buatan pabrik, Bapak menyusun bahan ajarnya sendiri dan sesuai dengan "metode" Bapak sendiri.
Pesan Bapak dulu, "Kuliah ya Ma, meski hanya D1." Pak Dwi, Isma udah lulus S1 delapan tahun lalu, dan Isma akan lanjutin S2 tahun ini. Pak Dwi, mungkin ini lebai, tapi kukira saat dulu, tak ada murid yang sesayang itu dengan Pak Dwi dan Matematika di kelas kecuali Isma. Ingatan itu masih jelas sampai sekarang, saat suatu siang jam Pak Dwi kosong karena Bapak ada acara, semua anak bersorak bahagia, kecuali aku yang malah mbrambang dan pengen nangis. Aku gak tahu, ada kesedihan yang sangat saat itu. Aku selalu menanti kelas Pak Dwi.
Mendapat guru seperti Bapak juga menjadi moment aku seperti mendapatkan teman, karena aku tak menemukan teman di kelas Pak. Aku terlalu pendiam. Dan, di mana pun aku bertemu dengan "teman", di sanalah prestasiku melejit. Bapak menyalakan cahaya dalam kegelapan Isma, sampai dulu pernah berpikir, jika lotere hidup bisa kuatur sesukaku, aku ingin jadi anak Pak Dwi saja. Bapak bukan hanya sekedar guru, Bapak dulu satu-satunya orang yang menolongku di tengah kelabilanku di usia SMA. Dan selamanya, nama Bapak akan tetap di dalam hatiku. Nama Bapak terukir istimewa.
Umur Bapak mungkin sekarang sudah sekitar 60 tahun, Bapak barangkali juga sudah lama pensiun. Keinginan Isma, pengen ketemu dan lihat Pak Dwi sekali lagi. Ya, kalauu tidak bisa lebih dari sekali, sekali saja sudah cukup. Isma kangen banget sama Pak Dwi, sehat-sehat njih Pak. Ism ingin ngikuti jalan prihatin dan wani rekosonya Pak Dwi. Isma pegang erat kunci itu Pak: "TEKUN: PANTANG MENYERAH, PAHAM KONSEP, BERPIKIR KREATIF." Dan berikut berbagai macam pemikiran filsafat yang Isma pelajari dari Bapak:
π» Latihan terus menerus sebanyaknya, sepanjang mengikuti peraturan yang berlaku, jangan khawatir salah.
π· Alur berpikir jelas memang perlu perjuangan. Alur pemakaian biasakan nyatakan. Harus penuh perjuangan.
πΉPenjelasan tak usah semua, tapi aku tahu semuanya.
π Bagaimana melakukan penalaran, sesuai dengan ketentuan yang ada, dalam menanggapi permasalahan yang ada.
☘️ Lihat angka, manfaatkan angka.
π² Melihat pola bilangan yang ada, cepat ngerti perlu latihan.
π΄ Itulah kawan timbulnya malas, karena kita tidak bisa mengatur alur logika dengan benar, karena kita lebih cenderung rumit.
π° Bisakah dibawa kesana?
π¦ Jangan gunakan kalkulator
π― pingin bisa? Belajar. Banyak tantangannya.
π¦ Jalmo Lipat Seprapat Tamat: Sesuatu yang sederhana dilompati, belajarlah satu melangkah tiga perjalanan.
π’ Ngikuti jalur dengan benar.
π¦ Walaupun salah nggak masalah
π¦ Soal punya jurus tertentu, apa yang Anda bisa lakukan, lakukanlah.
π¦ Sesuatu yang banyak kalau dimengerti tidak banyak. Niteni. Matematika itu unik, senang.
πΌPahami karakteristik.
πͺ΄ Mimpi jangan hanya diangan, dilaksanakan.
π UN tidak sulit, persiapan sungguh, Anda bisa.
π Wani rekoso.
Makasih Bapak Drs. Dwi Setyanto, guru matematika terbaikku di SMA N 1 Cepu tahun 2010-2011.
Terima kasih telah mengajariku banyak jurus ninja untuk menjalani hidup.
Sayang Pak Dwi banyak-banyak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar