Selasa, 02 Agustus 2022

2 Agustus 2022

Dengerin lagu-lagu yang kusuka menjadikanku merasa menjadi diriku sendiri. Seperti mendengarkan lagu-lagu Alex Turner, yang "Stuck on The Puzzle" atau "Piledriver Waltz". Apalagi ada latar film Submarine dengan tokoh yang menyerupai hidupku, dan rasanya tak butuh validasi apa pun dari orang lain. Hal-hal yang personal lebih patut dinikmati sendiri. Greets from Turner..... Isma......

Vokalis Arctic Monkeys Anggap Metallica Tak Cocok di Glastonbury - ShowBiz  Liputan6.com

Jumat, 29 Juli 2022

Cinemasophia dalam Film Denias: Senandung di Atas Awan - Rohani Md. Yousoff

Alasan sederhana mengapa saya mengulas ini adalah karena saya suka film "Denias: Senandung di Atas Awan". Saya menonton film ini jika tak silap 15 tahun yang lalu, saat saya dan Pevita Pearce (pemeran Angel) masih sama-sama pakai seragam sekolah. Film ini pernah ditayangkan di TV dan memberi kesan yang dalam pada saya. Jika ada genre film yang saya suka, barangkali adalah genre film yang seperti Denias. Saya tak tahu apa sebutannya.

Denias mampu membangkitkan jiwa primitif saya akan ilmu, pendidikan, dan sekolah. Film ini secara pribadi tak menggurui, alurnya juga sederhana, Denias mencari fakta dan kebenaran yang dipercayainya; akan sekolah, pendidikan, kota, persahabatan, dan itu Denias mulai dari kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

"Hidupmu indah bila kau tahu, jalan mana yang benar. Harapan ada, harapan ada, bila kau mengerti." Albert Fakdawer dan Glenn Fredly



1. Denias: Senandung di Atas Awan adalah film Indonesia garapan sutradara John de Rantau yang rilis pada tahun 2006. John menampilkan simbol tradisional dan modern yang dihubungkan dengan alam. Visualisasi yang digunakan de Rantau memperkaya mata dan kedalaman ke perasaan, "For every deprived child, there is hope; for every lost soul there is home."

2. John de Rantau yang narasi sinematografinya diinspirasi oleh cinesophia. Analisis "cinemasophia" yang digunakan penulis diambil dari bahawa "cinema" dan "sophia", sebagai kebijaksanaan internal melalui film. Cinemasophia suatu bentuk seni kreatif dalam memperluas kesadaran batin, elemen spiritual, komunikasi vertikal, hingga nilai keabadian.

3. Film ini membawa pesan bagaimana kelompok yang tak memiliki privilese di Indonesia mengejar pendidikan. Terinspirasi dari kisah nyata anak Papua bernama Janias. Sementara, Denias dari Moni, salah satu daerah pedalaman Papua, yang bersekolah di bangunan tanpa dinding dan atap seadanya, dengan guru yang kadang-kadang ada, kadang-kadang tidak.

4. Orangtua berpandangan jika memelihara babi lebih penting daripada sekolah. Orangtua melihat pendidikan sebagai hal yang tak penting--kacamata ini tak sepenuhnya salah. Sebagian anak sebaya Denias juga lebih menyukai bermain sepak bola dan berburu di hutan, daripada sekolah. Namun Denias punya kapasitas belajar yang disadari oleh gurunya Maleo.

5. Kisah dari guru pertamanya Denias tentang "Jack dan Pohon Kacang" menginspirasinya, bahwa benih kacang yang ditanam oleh Jack sebagaimana kepercayaan yang ditanam oleh Denias. Perjuangan Denias seperti perjuangan Jack dalam mendaki pohon kacang, membawanya dalam berbagai transformasi.

6. "Gunung akan memakanmu, tapi jika kamu belajar dan kamu pintar di sekolah, gunung akan takut padamu." Ibu Denias

7. Ibu di sini tidak hanya sekadar dimaknai secara fisik, tapi juga pusat, bumi, alam, semangat, pengetahuan.

8. Denias memiliki kawan baik bernama Enos, yang menganggap babi dan sapi tak ada bedanya. Enos yang mengajari Denias cara bertahan hidup di kota. Enos juga masih punya cita-cita untuk bisa sekolah lagi, meskipun ketika tujuan itu kian dekat, antagonis bernama Noel datang menganggu dan merisak Denias. Noel sama-sama orang Papua, yang bertindak tidak adil dengan orang sebangsanya sendiri.

9. Dalam film ini, John de Rantau coba membawa pesan kosmos ke dalam bentuk kosmis (film), dari alam ke laku-laku Denias. Bagaimana Denias berinteraksi dengan sungai, berlari di padang tanah Papua yang sepi, dengan ditemani matahari, dengan istirahat di bawah pohon (sebagaimana Buddha) kemudian mendapat inspirasi, dari perjuangan-perjuangannya menghadapi Noel, kebaikan Angel, dan simbol-simbol alam yang diperlihatkan dalam suatu adegan Denias.

#denias #film #pendidikan #sekolah #deniassenandungdiatasawan #albertfakdawer #papua

Rabu, 06 Juli 2022

Lirik Gojira! oleh Astroneko

(Lirik: Scholastica Saraswati / Yovantra Arief)

Macet di Kalimalang
Sampai ke luar angkasa
Ooh
Ku tersesat di tata surya
Yang asing
 
Ketika kujejakkan kaki
Di atas planet Bekasi
Ada kaiju menyita pesawatku
Walau surat, sertifikat
Semuanya lengkap
 
Ternyata kaiju berkuasa
Di seluruh antariksa
Suka korupsi dan memanipulasi
Peraturan, undang-undang
Yang dibuat sendiri
 
Oh kaiju hanya kaki tangan
Sindikat kejahatan
Yang berkuasa dengan menindas
Alien jelata
 
Tak ada pahlawan
Pembela kebenaran
Tak ada pahlawan
 
Semua alien
Harus melawan
Angkara murka
 
Dari
Gojira!
Rrraargh

Selasa, 05 Juli 2022

Lirik Lagu Malas oleh Astroneko

 Penulis lirik: Yovantra Arief

Berkebun dan yoga
Belajar harmonika
Semuanya pernah kita coba
 
Ku tak mau keluar
Butuh energi besar
Bising, panas, malas bertemu manusia
Di rumah saja
 
TV? Membosankan
Bercinta? Nanti malam
Akhir pekan habis dalam pelukan
 
Kencan di beranda
Bisa kapan saja
Tanpa booking, tanpa pusingkan agenda
Bisa tanpa busana
 
Rembulan masuk dari jendela
Menemani kita berdansa
 
Amer masih banyak
Kalau lapar tinggal masak
Berduaan, selimutan, ketiduran
 
Pagi begitu cepat hilang
Meninggalkan kita di ranjang
 
Bangun kesiangan
Telat meeting, telat deadline
Oh sialan
 
Kini sudah Desember
Tiap hari hangover
Mata beler, hidung meler, garuk peler
 
Badan jadi gendutan
Diperbudak cemilan
Jerawatan, berantakan, duh gak tahan
 
Kami sudah bosan

Senin, 04 Juli 2022

Lirik Rosario oleh Astroneko

Penulis lirik: Yovantra Arief


Kukalungkan rosario
Di atas kemudi mobilmu
Selamat jalan
 
Kasih tak menyatu dalam iman
Meski ragu ada padamu
Aku pun bukan perindu surga
Apalah dayaku
 
Mereka yang punya keputusan
Cinta kita tak akan menjadi pilihan
 
Puan lupakan
Janji yang terbilang
Kini hanyalah lamunan yang
Tak mungkin lagi
 
Aku pun ingin
Lari dan menghilang
Tapi kenyataan pasti 'kan
Menghampiri
 
Kupahatkan nostalgia
Di setiap tempat yang menyimpan
Kenangan tentangmu
 
Jakarta menjelma Pieta
Pendar lampu jalan
Sematkan stigmata
 
Oh tuhan selamatkan aku dari
Mimpi-mimpi yang tak terkendali
Oh tuhan selamatkan
Oh tuhan selamatkan
Aku dari nestapa yang kubuat sendiri
 
Kukalungkan rosario
Di atas kemudi mobilmu
Selamat jalan
Kasih tak menyatu dalam iman
 
Puan lupakan
Janji yang terbilang
Kini hanyalah lamunan yang
Tak mungkin lagi
 
Aku pun ingin
Lari dan menghilang
Tapi kenyataan pasti 'kan
Kenyataan pasti akan
Kenyataan pasti akan
Menghampiri

Minggu, 03 Juli 2022

Mamah

Malam ini rasanya aku seperti mendapat Mamah baru. Mamah memberiku tas rajut berwarna merah. Aku senang sekali. Pengen meluk Mamah rasanya. Makasih Mah, Makasih :')

3 Juli 2022

Jika kamu salah, lebih baik kamu mengakui kesalahanmu terlebih dahulu. Itu lebih baik dan lebih mulia, apa pun konsekuensinya.