Kamis, 12 Desember 2013

Belanja Sampai Mati


Tulisan ini terinspirasi dari kelas pak Nurrochman tadi di MP 2 UIN. Yang ingin beliau lakukan adalah membentuk kesadaran dari pengaruh tsunami kapitalisme. “Shopping until death” kata efek rumah kaca. Saat kamu ditanya, “kenapa sih mesti beli di Ind*m*rt?”, jawabannya mungkin, “kenapa tidak?”.  Kita dibentuk menjadi manusia-manusia dengan citra-citra kapitalistik. Seperti, saat kamu masuk c*r*four atau mall yang gedhe gitu, kamu akan dibuat merasa malu kalo cuma beli hanya satu item barang, apalagi ga beli, haha. Setiap tempat belanja selalu didesain agar kita itu membeli sebanyak-banyaknya. Sadar!! Kita digiring korporasi-korporasi besar untuk bekerja dan menghabiskan uang untuk mereka. Naif sekali. Kiita kadang membeli sesuatu itu bukan karena kita butuh, tapi karena kita ingin. Saat kamu ditanya, kamu butuh mobil ga? Mungkin ada yang jawab “tidak”, tapi pas ditanya, “kamu pengen mobil ga?”. Semua akan jawab “pengen”. Mobilnya pun milih-milih, jangan Av*nz* kelas menengah tapi T*y*t* f*rt*n*r, lebih gagah, lebih macho, meski perawatannya lebih susah dan bahan bakarnya banyak. 
 
Sistem kapitalis menekankan pada kemakmuran individu, privatisasi, pasar bebas, persaingan bebas, dan menjadikan Negara sebagai penonton. Dunia dikuasai hanya untuk orang bermodal besar (sumber daya kapital) dan orang kecil hanya jadi seorang proletar. Berlaku sistem piramida: yang lebih banyak bekerja yang bawah tapi yang paling banyak menikmati yang atas.

piramida kapitalis


Kita dimainkan dan digiring untuk consume, consume, consume… Ngikut trend yang terkenal dan dipakai  banyak orang. Kita dicuci otak kita untuk mempercayai pasar kapitalistik tanpa disadari. Contohnya gini, orang cantik harus putih itu siapa yang bilang? Apakah itu mitologi kapitalis atau hasil dari sosio budaya?? Tidak lain adalah mitos kapitalis yang didesain produk kosemetik untuk melariskan dagangannya. Kita tersangkut yang namanya neo-colonialism, penjajahan ini lebih kejam daripada kolonalisme klasik yang menggunakan kekerasan, karena sekarang cuma perlu tempat, iklan, selesai, otak kita dicuci. Kita seolah apatis, tanpa disadari kalau kebebasan ekonomimu mati. Kita dipaksa pragmatis. Apalagi coba yang akan dirampok? Jika setiap kita berhadapan dikasir membayar belanjaan kita masih ditawari, ada yang kurang mbak? Atau kelupaan? Ini ada promo minyak goreng? Pulsanya mbak? Pelayan seolah membodohi kita untuk spend ur money, spend ur money, jangan ada kembalian. Bahkan ada perusahaan perusahaan tertentu yang menggunakan permainan psikologi pada pembeli. Contohnya, jika ada pembeli yang menaruh kembalian langsung ke dalam dompet, berarti pembeli ini irit, hati-hati menggunakan uang, dan sulit diprovokasi. Kalau sebaliknya, naruh kembalianya di saku celana atau kaos, pembeli ini teledor, dekati dia.. ttawarkn barang.. habiskan uangnya… ckckck..

Mari kita sadar, sekali-kali radikal. Kalau di Ind*m*rt kembali seratus rupiah kita dikasi permen, sekarang diubah.. jika kita kurang seratus, kasirnya yang dikasi permen, haha. Dan jangan malu kalau beli satu item dan itu murah di tempat mall-mall gedhe gitu. Kalau yang dicari ga ada, langsung pulang aja, ga usah ngrasa ga enak gara-gara ga beli.

Sebagai penutup, kita lakukan yang namanya silent revolution. Kita bentuk kapitalisme yang manusiawi. Dalam Islam kita mengenal istilah tasawuf, yang intinya jangan bergantung pada dunia. Hidup ga usah lebai. Dan seseorang tidak akan melawan kalau dia tidak sadar.

*makasih pak Nurrochman, saya belajar banyak dari bapak*

Yogyakarta, 12 Desember 2013

Perbedaan Ideologi dan Filsafat ~Repost

Filsafat, dia bicara tentang konsep yang muluk-muluk, konsep yang awang-awang. Arti filsafat secara sederhana adalah “buah pikir manusia”. Ia bicara sampai akar-akarnya. Ada lima komponen pikir filsafati:

1.RADIKAL: Tidak biasa, mendobrak, sampai hal yang paling ekstrim.
Contoh, jika ada pertanyaan “nanti malam saya akan makan apa?” Bukan nasi, roti, atau kopi jawabannya. Dari sini timbul pertanyaan baru: kenapa saya harus makan? Apa hubungan makan dan manusia?
2. RASIONAL: Akal bisa menerima.
3. KRITIS
4. UNIVERSAL: Mencakup semua
5. KOMPREHENSIF

Dan sifat fisafati yang RADIKAL, RASIONAL, KRITIS, UNIVERSAL, dan KOMPREHENSIF itu berupa konsep-konsep ABSTRAK. Dia tidak secara langsung mengubah keadaan sosial. Filafat tidak seperti air mineral atau roti yang berupa produk jadi. Filsafat bisa dipraksiskan kalau dia ditarik menjadi ideologi. Ideologi adalah bahan bakar filsafat. Jika filsafat bicara A, ideologi bicara kalau sekarang A, kenapa jadi B? Dan itu direalisasikan melalui praksis-praksis dan strategi-strategi.

Karl Marx menulis dalam nisannya: “ Yang terpenting dalam filsafat adalah ketika dia bisa mengubah dunia”. Dan itu berlaku jika filsafat ditranformasikan menjadi ideologi.
nisan mark (sumber: google)
Melalui praksis dan strategi itu maka timbullah policy (kebijakan). Jika ia berhasil maka timbullah karakter masyarakat. Seorang ideolog, dia punya kepentingan orang harus ngikuti dia; sifatnya lebih menggebu, sedangkan seorang filsuf, dia netral, bebas, dan lebih leluasa.

NB: Tulisan terdikte yang bersumber dari kelas Pak Nurrochman, S. Fil. I, M. Hum. tanggal 19 Oktober 2013 di ruang 104 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Jumat, 22 November 2013

Kisah 20 November 2013

Ini curhat nggak penting, jangan dibaca.
Kalau pengen baca, ya silahkan lah :)

Kemarin tuh aku sama Mifta bolos biologi demi ngliat Maher Zain di UII. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang. Akhirnya kita sampai disana tepat waktu.
Ada tiga pembicara,  Rina Novita, Sharif Banna, dan yang ditunggu-tunggu "Maher Zain".
Akhirnya, ketemu juga aku sama dia dan bisa ngliat langsung :) Pernah ada mimpi gila sih.. pengen duet sama dia, hahaha #lupakan.
Dia tinggi, pakai jaket coklat, dan baret hitam. Mbak Rina (pembicara satu ngomong pakai bahasa Indonesia) tentang bisnis upin ipin dan konten-konten yang melingkupinya. Cukup menarik sih, jadi dari ipin upin dikembangin dari film, mrchandise, suara, wallpaper, sampai games.
Trus pembicara kedua, Sharif Banna (CEO Awakening Worldwide) ngomongnya pakai bahasa Inggris, sedikit yang aku ngerti. Intinya dia ngomong tentang kunci sukses dalam Islam, kayak: What is ur aim? Halal. Amanah. Qonaah. Plan, ability, dll. Trus si Maher... disambut tepuk tangan meriah melingkupi auditorium KHA Mudzakkir UII. Dia cerita tentang perjalanan hidupnya, "I am successful because Allah" :)

Sampai kita nimbrung foto bareng sama Maher Zain fans club :D
Sebenarnya si Mifta pengen banget ngajakin foto tapi Maher Zainnya di sembunyiin :D
Ehhh, kita nggak nyangka disana ada anak-anak yang foto sama pak rektor UII. Ikutan deh. Aduh, sama pak rektor sendiri aja belum pernah, haha. Kapan-kapan ya pak Musa :D
Ini video Maher Zain-nya... :)
 http://www.youtube.com/watch?v=vJCFR8ONHk0

Aku heran dengan diriku sendiri. Aku mencoba menganalisa diriku menurut konsep psikoanalisa. Dulu, aku itu “lebai” banget tiap ketemu orang-orang terkenal atau artis-artis gitu. Kayak ketemu vokalis Jikustik sampai vokalis Sheila on 7. Sekarang, entah kenapa biasa-biasa aja. Padahal kalau dipikir-pikir, keren juga ya aku bisa ketemu Maher Zain sampai nyium tangan alusnya Jusuf Kalla. Aku pernah berdoa sih, “Allah, manage-lah kelebaianku”. Intinya, aku mau bersyukur rasa lebai-ku bisa terganti dengan satu perasaan sederhana, yaitu “bahagia”. Senang banget bisa ketemu orang orang-orang hebat, dan mencintai sekaligus menceritakan mereka dengan sederhana. Semoga aku bisa menjadi seperti mereka #aamiin :) Sekarang, aku lebih tertarik diskusi tentang freedom education-nya Freire atau teori sok tahunya Robert Malthus. Sok-sok’an banget aku nulis ini, haha. #lupakan, nggak penting.

Jumat, 15 November 2013

Turun Aksi

Untuk pertama kalinya, hari ini tanggal 15 November 2013 aku mengalami hal yang tak pernah terlupa. Aku belajar banyak hal, oh gini yaa peran mahasiswa sebagai agent of control, agent of change.. Mahasiswa tidak sekedar mantuk-mantuk saja menerima yang ada atau 'penindasan' baik itu terang-terangan dan terselubung. Aku menyaksikan betapa beraninya seseorang itu berdialog dengan salah satu jajaran dekanat, mengkritik, menuntut bukti, dan tak gentar memperjuangkan aspirasi mulut-mulut yang terbungkam dan apatis.

Dari kita rapat-rapatan dulu. Trus, kumpul di panggung demokrasi, memakai pakaian solidaritas kemudian bersatu dalam tali revolusi. Kita teriak, nyanyi, puisi, orasi. Keliling fakultas, di tengah jalan, sampai puncaknya di rumah kita di saintek. Banyak yel-yel yang terekam. Hujan deras tadi sore menjadi bukti, korp kita telah lahir.

Deklarasi ini adalah awal perjuangan. Langkah kita tak bisa dihentikan.

Terima kasih sahabat-sahabat.

#FREKUENSI_Berkobar

Selasa, 12 November 2013

Seminar Fantastis (FKIST-EXACT): Belajar Di Luar Negeri


Bertempat di gedung teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (9/11) pukul 08.30 WIB… Denny, Jadid, dan Riska dari MAN Maguharjo menampilkan pertunjukkan yang menegakkan bulu kuduk. Tiga anak yang mempunyai keterbatasan ini berkolaborasi menyanyikan lagu Seruan Kebaikan (Citra Scholastika), Jangan Menyerah (D’Masiv), dan Laskar Pelangi (Nidji). Kalau kamu lihat ini kamu bakal terharu dan malu banget, apalagi pas Riska bacain puisi sambil nyanyi #nangis. Salut banget buat mereka. Ris, suaramu ngalahin suaranya Citra, dan permainan gitar Denny dan Jadid aplause buat kalian.
 
Next, acara inti seminar yang disampaikan oleh pembicara pertama, Bapak Muhammad Rifqi Ma’arif tentang “Belajar di Luar Negeri”. Lulusan S2 Dongguk University Korea Selatan sekaligus dosen teknik informatika ini mengungkapkan bahwa motivasi kita mendifinisikan segalanya. Apa aja sih motivasinya? Ada banyak kemungkinan… misalkan.. pertama, mencari sistem dan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Kedua, meningkatkan kompetesi diri. Ketiga, mengejar kemajuan IPTEK, dll.. kayak, pengalaman hidup di lingkungan dengan culture yang jauh berbeda bisa meningkatkan adaptasi, cara bertahan, dan terbiasa hidup di bawah tekanan.Meningkatkan empati dan tenggang rasa, kemampuan komunikasi dan softsklill juga.

Kata beliau, sekolah di luar negeri itu nggak ribet (kita yang bikin ribet), seperti halnya nyari kerja, lihat lowongan, siapkan aplikasi/berkas2, ndaftar, nunggu, keputusan.. diterima atau ditolak.. Kalau ditolak yaa coba lagi, “Teman saya aja ada yang nyoba sampai 12 kali” tutur beliau.

Trus, apa aja yang perlu dipersiapkan? Pertama (terpenting), kemampuan bahasa asing dan sertifikat resminya (TOEFL IELTS, dll) triknya, luangkan setengah jam atau satu jam sehari buat belajar TOEFL, jika kita sungguh2 kita akan terbiasa dan meraih nilai TOEFL setingginya. Kedua, track record studi dan aktivitas yang bagus. Ketiga, sempatkan waktu untuk melihat situs-situs informasi beasiswa dan situs-situs universitas di luar negeri (waktu buat FB-an ganti lah 15-30 menit buat buka ini :D). Biasanya yang menjadi kendala utama ketika mendaftar beasiswa ke luar negeri adalah mental yang down duluan gara-gara syarat2 dan berkas2 yang segungung. Tenang sis, bro, tarik nafas dalam-dalam, katakan “Oh, syaratnya cuma 30, sehari satu, sebulan selesai” #eaa, bisalah…

Sumber beasiswa itu dari mana aja sih? Pertama itu dari pemerintah, biasanya informasi mudah didapatkan tapi saingannya sangat ketat, dari beribu orang yang diambil Cuma 10. Difokuskan pada seleksi administrative dan record kamu di kampus, para aktivis kemungkinan besar berpeluang :D Kedua, Lab (By project), ini informasinya agak susah didapatkan, tidak seketat beasiswa pertama, dan kebanyakan mereka orang-orang yang benar-benar pintar dan ahli dalam satu bidang tertentu. Lebih kepada kemampuan daripada record.

Trus, tips dan triknya kayak apa sih? Simple kok, pertama, pasang mata, buka telinga lebar-lebar tentang informasi-informasi beasiswa. Kedua, surat rekomendasi yang pas dan kredibel (harus jadi mahasiswa aktif di kelas biar dosen kenal kamu dan mudah merekomendasikan kamu #aktifitumutlak).  Ketiga, perbanyak investasi sosial dan public track record. Keempat, pilih program dan supervisor yang tepat. Kelima, rajin buat proposal, isi formulir, dan kirim via email/pos. Keenam, rajin meniliti, dll.

Sumber pemberi beasiswa itu banyak, di luar negeri ada Erasmus mundus (Eropa), DAAD, SWAPT (Jerman), Fullbright, Ford (AS), Monbusho, Sanyo, Ajinomoto (Jepang), KGSP, StudNed, Nesso, ALAS, ADS, IPRS, dll. Dari dalam negeri sendiri, ada yang dari Depkominfo, Dikti, LPDP, dll. Beasiswa LPDP ini juga menarik, jadi kita harus masuk universitas yang kita tuju dulu baru kita ngajuin beasiswa (usahakan rangking universitasnya 100 besar terbaik dunia).

Trus, dalam memilih universitas.. secara umum, kita cari info sebanyak-banyaknya dari universitas tersebut. Ingat, jangan terjebak dalam informasi yang superfisial, misalnya kita tahu kalau Harvard itu nomor satu di dunia, tapi untuk jurusan teknik informatika, apa dia bagus? Nah, itu perlu dipertimbangkan. Kemudian, yang perlu dipertimbangkan lagi adalah reputasi, performance, program yang ditawarkan, fasilitas dan sumber daya, serta lingkungan. Ingat juga ya, yang terbesar belum tentu terbaik belum tentu paling cocok. Pilihlah yang PALING COCOK.
Sama halnya dengan memilih universitas, dalam memilih pembimbing pun kita juga harus memilih pembimbing yang cocok bukan pembimbing yang terkenal. 

Strategi belajarnya gimana? Hei, tingkat intelektualitas orang Indonesia itu nggak kalah kok sama yang di luar negeri kayak China, Jepang, Inggris, wtf.. yang membedakan adalah EFFORT-nya!! USAHA-nya yang membedakan!! Maka dari itu, berusahalah effort kita di atas mereka. Trus, kemampuan adaptasi yang sangat penting.

Yang terakhir, rencana masa depan. “Studying is not for the sake itself”, belajar di luar negeri perlu dikaitkan dengan rencana masa depan. Tanyakan, apa yang aku dapatkan setelah ini? Jawab dan rencanakan dengan matang. Kita bisa belajar dari kisah Andrea Hirata  dalam novel Maryamah Karpov, lulusan S2 ekonomi telekomunikasi Sorbonne tapi bingung mau kerja apa :)

Senin, 11 November 2013

UTN

"Masalahmu adalah kamu tidak suka bekerja keras"

"Hanya label semata"

"Ada sebuah jalan setapak yang menantiku, yang jika aku gagal mengambilnya maka jalan itu akan tergeletak terinjak-injak selamanya. Berapa lama lagi aku bisa menundanya? Inilah inti masalahnya dan semua hal yang lain adalah bayangannya"

"Tidur siang adalah tidur kutukan yang membuat seseorang bangun dalam keputusasaan. Matahari akan merasa tersinggung sekali"

"...kamu harus bangun demi dirimu sendiri."

"Pekerjaan itu mudah didapatkan oleh siapa pun kecuali orang lumpuh"

"Setiap orang harus bertindak dengan caranya sendiri.."

"Memulai sebuah novel seperti membuka pintu melihat pemandangn yang berkabut; anda dapat melihat walau sedikit meskipun Anda dapat mencium harumya bumi dan merasakan angin yang bertiup"

Sumber: Under The Net - Irish Murdoch

Minggu, 27 Oktober 2013

The Way To Belief


Ringkasan ceramah Ust. Felix Siauw di Laboratorium agama Masjid UIN Sunan Kalijaga tanggal 26 Oktober dengan tema: “The Way To Belief”.
 
Orang yang disibukkan dengan kebaikan adalah orang yang beruntung :)

Ya, begitulah kata ustadz Feliix kepada hadirin yang hadir, yang udah mau capek-capek datang ke majelis ini. Ustadz memulai ceramah tentang cerita “sebuah pohon”. Pohon yang baik itu seperti kalimat yang baik. Kita bisa melihat kebaikan itu dari kekarnya batang, teduhnya, enak dilihat, mendamaikan. Seperti halnya seorang muslim. Bukan muslim namanya jika ia membuat orang lain merasa terancam dan tersakiti. Jadilah pohon yang baik. Karena puncak menjadi seorang muslim adalah kebermanfaatan. Yaitu kebermanfaaan yang bisa dirasakan langsung. Kaitannya dengan iman, iman itu dianalogikan seperti akar dalam sebuah pohon. Ia adalah pondasi awal, sebagus apa pun sebuah pohon jika akarnya busuk cepat lambat ia akan kelihatan. Iman itu amal kalbu, walaupun tidak terlihat tapi bisa di indikasikan lewat ucapan dan perbuatan.
ISLAM, adalah agama yang benar, dengan umat terbaik, sudah yakinkah Anda? Jika kata-kata itu benar, ada pertanyaan: yang banyak orang miskin yang islam atau bukan? Yang banyak menganggur orang islam atau bukan? Yang banyak tidak bersekolah Islam atau bukan? Yang mengantri BLSM sampai keinjak-injak itu kebanyakan orang Islam atau bukan? Miris sekali. Jika Islam itu terbaik, kenapa realitasnya seperti itu? Cuma ada dua kemungkinan: pertama Allah yang salah, kedua manusianya yang salah. Pertama, Allah tidak mungkin salah, dan siapa yang salah? MANUSIA.

Ustadz Felix bercerita tentang sebuah satire berjudul “Negeri Bebek”, negeri khayalan yang berbendera bebek yang merupakan negara muslim terbesar di dunia mengalahkan Indonesia. Negeri ini amat sangat kaya, toto tentrem raharjo, gemah ripah loh jinawi, batu dilempar jadi pohon, ranting dilempar jadi hutan, 88% keanekaragaman hayati dunia ada di negeri bebek. Kenapa dinamai negeri bebek? Tidak lepas dari filosofi yang mencerminkan rakyat negeri bebek, mereka suka ikut-ikutan (membebek) akhirnya negeri ini dinamai “negeri bebek”. Tapi ironis, SDM negara bebek baru menempati nomor 108 dari 174 negara di dunia, hanya 11% siswa yang lulus SMA melanjutkan ke perguruan tinggi (trus kemana yang 89%??), prosentase keperawanan anak gadis yang rendah, pembunuhan bayi, aborsi atas nama HAM, pemimpin-peminpin yang hanya menjadi pengecut. Ada satu prestasi yang diraih di negeri bebek, kata orang Jepang, “Industri perfilman horror di negeri Anda sangat inovatif. Di negeri saya cuma ada hantu sadoko, di negeri Anda kuntilanak saja bisa ada kuntilanak 1, kuntilanak dua, kuntilanak beranak dalam kubur, kuntilanak keramas, belum lagi suster ngesot, pocong, dll. Hebat sekali negeri Anda”, dan negeri bebek berhasil menjadi negeri pertama yang berhasil mengekspor setan ke kancah internasional :D Dan jika setiap memperingati perayaan kemerdekaan negeri bebek, acara-acara yang diadakan dari dulu hingga sekarang itu-itu aja, seperti makan kerupuk dan lompat karung padahal orang luar udah bisa nginjak bulan, kenapa tidak diubah menjadi yang spektakuler: makan karung atau lompat kerupuk, haha #lol.

Mengapa ini bisa terjadi?? Kenapa negeri bebek yang mayoritas muslim terbesar dunia tidak bisa lepas dari keterpurukan?? Persoalaanya satu: TUJUAN HIDUP YANG SALAH AKAN MEMBAWA PADA TUJUAN YANG SALAH. INTINYA: KESALAHAN BERPIKIR MUSLIM TENTANG TUJUAN HIDUPNYA. Tujuan mempengaruhi segalanya. Jika Anda ada di sebuah kereta yang empuk dan nyaman, tapi tujuannya ke jurang, apakah Anda mau?

Dan AQIDAH adalah jalan mencapai tujuan hidup. Berdasar dari tiga pertanyaan urgen:
1. Darimana asal manusia?
2. Apa tujuan hidupnya?
3. Akan kemana setelah hidupnya?

Yang pertama, ustadz Felix bertanya kepada hadirin: “darimana asal manusia?” mereka menjawab “ALLAH” II “Kok Tahu Allah? Darimana?” II “Al-Qur’an” II “Al-Qur’an?? Darimana?” II “Allah”. Pertanyaan dan jawaban yang muter-muter, seperti pertanyaan “Telur dan bebek duluan mana?”. Dan jawaban kalau muter-muter itu susah dibuktikan, ia merupakan klaim atas klaim. Kalau kita berasal dari ALLAH, apa kita benar-benar meyakini Allah dan RasulNya?? Ustadz Felix bercerita tentang seorang penerjemah, bosnya bilang pas hari jumat dan ada kewajiban sholat jumat, disuruh jangan pergi nanti orang penting dari luar negeri akan kesini, dan kamu akan dapat banyak uang. Kira-kira si penerjemah bakal milih apa? Ngikuti bos atau solat jumat? Bisa ditebak, ngikuti bos. Kalau begitu, keyakinan itu bisa dibeli ya? Iya. Penerjemah itu menjual keyakinannya hanya karena ada orang penting dan uang. Jika dia yakin pada Allah, ia pasti akan percaya, Allah akan memberinya sesuatu yang lebih dari itu. Dan apa yang didapat dengan menjual keyakinan adalah tidak berkah, dan sesuatu yang tidak berkah itu buat apa? -_-.  Nabi Ibrahim contohnya, ia berpikir keyakinan pada Allah saat ia mau dibakar. “Jika Allah masih melindungiku, api itu tak akan membakarku, jika tidak.. di luar sana pun aku juga tidak akan selamat, karena Allah jauh lebih besar dari api itu”.

Trus tentang penciptaan manusia, darimana asal manusia? Apa benar dari monyet seperti yang dikatakan teori evolusi? Kita tengok dulu terbentuknya manusia dari awal. Ia berasal dari sperma. Dan sperma tak mempunyai fungsi apa pun kecuali yang telah disepakati bersama: masuk ke tubuh perempuan (ovum) dan membentuk individu baru. Saat Anda misalnya pertama kali pergi ke Skandinavia, Anda pasti kebingungan kan jalur angkotnya kemana? Tapi kenapa sperma nggak bingung? Dan tahu kalau yang dituju itu ovum? Siapa yang ngasi tahu? Padahal sperma tahu kalau ovum itu mengandung racun asam yang membunuh bakteri-bakteri, virus berbahaya, dan sperma-sperma yang tak kuat fisik dan mental. Dan sperma-serma juga tahu kalau dalam dua detik 500 juta sperma mati karena racun asam itu. Gilak, bayangin 500 juta sperma mati dalam dua detik! itu pembunuhan terbesar dalam sejarah. Kemudian sperma-sperma bersatu, menyusun strategi, ketua sperma bilang: “Saudara-saudaraku, mari kita balas dendam atas terbunuhnya 500 juta saudara kita yang mati. Jangan terlalu terburu-buru, mari kita merapat dan atur strategi. Rahim itu kan ada dua, kiri dan kanan, mari kita berpencar. Siap? SERBUUU!!” (-_-) Haha, pe’ak nya seperti itu. Kenapa mereka bisa begitu? Apa jangan-jangan disana ada laboratorium? Dan hebanya cuma ada SATU TERBAIK. Sperma yang PALING KUAT, PALING CEPAT, PALING HEBAT. Dan sperma itulah ANDA sekarang :) Jadi, jika sekarang Anda mengeluhkan hidung Anda yang pesek, Anda benar-benar keterlaluan. Dari sperma kita bisa belajar JIKA TUHAN ITU ADA, Ia yang membuat manusia itu menakjubkan :)

Tata surya contohnya, bumi kita jika di sandingkan dengan planet-planet yang kecil memang terlihat besar, tapi coba sandingkan dengan yupiter, sandingkan lagi dengan matahari, sandingkan lagi dengan Arcturus, dimana bumi kita? Sudah tak terlihat. Dan untuk mengatur semua ini Tuhan harus ADA.
Seperti halnya HP, dia ada yang buat kan? Manusia. Cara bekerjanya gimana? Lihat buku petunujk. Jika masih eror kemungkinanya ada dua: pertama buku petunjuknya salah, kedua buku petunjuknya tidak pernah dibaca.

Ustadz Felix juga bercerita tentang perdebatannya dengan seorang dosennya, memperdebatkkan Al-Qur’an. Sebelumnya ustadz Felix ini agnostik, dia percaya Tuhan, tapi belum mengikuti agama apa pun. Nah, saat adu argumen ini ustadz Felix kolaps, argumennya diruntuhkan dari dasar karena sebuah ayat. Ayat apa itu?? Al Baqarah: 23.
“Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang kami turunkan keapada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”
Yang intinya, tidak ada yang bisa mendatangkan ayat semacam Al-Qur’an. Baik kamu one to one, atau keroyokan. Simbol kesombongan Allah adalah Al-Qur’an, dihadapan makhluknya yang lemah.

Menjawab pertanyaan urgen di atas:
1. Darimana asal kita? Allah.
2. Apa tujuan kita? Beribadah kepada Allah.
3. Akan kemana kita setelah mati? Allah.

Jika aqidah ini sudah menjadi akar, ketika manusia sudah memahami aqidahnya, maka ia akan sulit untuk dibeli apa pun, termasuk dibeli uang. Kewajiban seorang muslim juga: BERPIkIR DAN MENCARI DALIL SIAPA TUHANNYA.

Yogyakarta, 26 Oktober 2013