Minggu, 10 Mei 2026

Terima Kasih Rayap

Terima kasih surprised-nya rayap yang gemuk-gemuk dan ginuk-ginuk. Aku tak menyangka ini akan terjadi pada buku-buku dan koleksiku juga. Kesalahanku:

  1. Memepetkan rak berbahan kayu ke tembok. 
  2. Menaruh kardus di bawah kolong meja yang lembab. 
  3. Serangan rayap ternyata seklandestin itu. Meskipun dari depan terlihat rapi dan baik, eh, koloni rayap kelas pekerja atas perintah ratu rayap berhasil memomotkan buku-buku yang dikiranya snack itu.
 
Tapi baiklah, kau sudah bisa kuatasi, tapi makan Indomie telor dulu. Dan aku pakai rak kayunya untuk barang-barang lain yang sering kupakai saja. Darimu rayap, aku belajar:
  1. Kau mengajariku untuk gak hoarding dan impulsif beli buku banyak lagi. Kehilangan ini benar-benar membuka kesadaranku yang lain akan benda-benda yang kusuka juga adalah sementara. No greed, no hoarding. 
  2. Kau mengajariku tentang equality. Rayap tak bisa membedakan mana buku berkualitas, mana yang tidak, mana tulisan top, mana yang cuma 'yapping', mana yang mahal, mana yang murah, mana yang emosional, mana yang biasa saja; baginya, semua kertas adalah sama. Persetan dengan isinya. 
  3. Meskipun kau kecil, lemah, ringkih, tak berdaya, dan bisa kupites dengan mudah, kau punya kemampuan luar biasa meluluhkan benda sekeras kayu.

Salah satu prestasiku keknya bisa menghadapi up and down segala tentang buku, tapi juga sesuatu yang berhubungan dengan materi. Yang kehilangan setahunan yang lalu juga berat, tapi terlalui juga kan. Jadi, ikhlas dan tenanglah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar