Minggu, 04 Januari 2026

Catatan Buku "The Psychology of Money" karya Morgan Housel

"Psikologi Uang", ini buku pertama yang kubaca di tahun 2026. Buku pertama pula yang kubeli di tahun baru saat random main ke Gramedia di tanggal 1 Januari. Buku ini relatif aku selesaikan dengan cepat hanya tiga hari di tengah berbagai kesibukan bekerja, menulis, dan hal-hal keseharian lainnya. Aku ingin melanjutkan pola pembahasan buku dengan model dialog bersama penulisnya secara imajiner. Entah dia membacanya atau tidak, atau entah ini waras atau tidak, itu bukan jadi soal, aku hanya butuh pola keterhubungan.

Aku mungkin kesulitan bagaimana harus memanggil Morgan Housel karena dia tak mencantumkan secara spesifik tanggal kelahirannya di buku maupun internet. Entah itu Mas, Pak, Mister, atau lainnya; sebagaimana kultur Amerika, aku akan memanggilnya Morgan saja. Baiklah, kita mulai pembahasan buku ini...

Halo Morgan, salam kenal. Saya seorang pekerja jurnalistik yang bekerja di Jakarta sudah empat tahun lebih empat bulan. Saya menemukan buku Anda di Gramedia Pasar Baru, dan entah kenapa ada dorongan di hati kecil saya bahwa resolusi keuangan penting yang perlu saya prioritaskan di tahun 2026 adalah terkait kebebasan finansial. Itu kenapa, begitu saya melihat buku Anda di rak, saya langsung tertarik, meskipun di kesempatan-kesempatan sebelumnya saya tidak tertarik. Masalah keuangan jadi semakin penting bagi saya setelah mendapatkan musibah besar terkait dengannya. Ketidakpastian begitu menghantui saya.

Setelah membaca buku yang Anda tulis sebanyak 20 bab dengan tambahan bab sejarah konsumen AS berpikir, banyak poin-poin menarik yang saya catat. Namun, karena saya membatasi diri sendiri untuk tidak rakus dan berkata cukup, saya hanya membatasi tiga hal penting yang ingin saya utarakan terkait buku Anda:

  1. Hubungan kita pada uang tidak ditentukan oleh tingkat kecerdasan, kegeniusan, pengalaman, pendidikan; tapi perilaku kita terhadap uang.
  2. Berhati-hati pada apa yang kamu kagumi dan remehkan. Kamu tak perlu berpatokan pada satu hal khusus yang sangat ekstrem atau studi kasus. Tapi coba lihat pola umum yang bisa kamu pelajari. Pelajari polanya, yang kira-kira bisa kamu terapkan.
  3. Mendapatkan uang itu satu hal, tapi mempertahankannya adalah hal lain. Untuk mempertahankan uang, kamu harus tahu kapan merasa "cukup". Juga sabar untuk berpikir secara eksponen, bukan linier, dengan penumpukan secara pelan-pelan. 

Buku Anda sangat mudah dibaca, bahkan mungkin dengan pengetahuan terkait bahasa-bahasa saham yang hanya sebagian orang saja mengerti, tapi Anda bisa membahasakannya dengan mudah. Meskipun ketika saya baca sampai tuntas, alih-alih berharap buku ini akan menghadirkan sudut pandang yang sangat psikologis seperti teori-teori psikologi yang amat rumit; malah saya merasa kata "psikologi" di sini hanya tempelan saja, karena tanpa mengurangi bobot kualitas dari buku Anda, saya merasa apa yang Anda ceritakan memang lebih sebagai suatu "fakta", "sejarah", "studi kasus", "pengalaman" yang Anda racik sedemikian rupa, kemudian melabeli hal itu sebagai perilaku psikologi. Cara Anda menulis memang bukan hal yang baru (umum, normatif, terkadang mengulang), dan Anda sukses mengeksekusinya jadi jenis bacaan yang renyah.

Sebab, seperti yang Anda jelaskan juga, POV kita terhadap keuangan terlalu matematis atau fisikais, sehingga orang cenderung menjauhinya. Meminjam kalimat Sherlock Holmes yang Anda kutip, "Dunia penuh hal-hal yang jelas tapi tak pernah diperhatikan siapa pun." Tepat, di sektor keuangan, Anda telah melakukannya melalui pembahasan terkait: keberuntungan dan risiko, perasaan cukup, bagaimana menabung dan menumpuk uang, ruang untuk kesalahan, jebakan pesimisme, hingga suatu pengakuan. 

Setelah membaca buku Anda, terdapat perubahan yang terjadi di hidup saya. Barangkali ini akan menentukan keseharian saya berikutnya. Saya menyadari, usai membaca buku Anda, saya langsung benar-benar mengamati perilaku saya terhadap uang. Saya juga membatasi pengeluaran harian saya agar lebih bisa banyak menabung untuk mencapai kemandirian fiskal. Kemandirian ini secara sederhana didedefinisikan sebagai: bekerja apa pun yang saya suka, dengan siapa pun yang saya suka, dan selama apa pun yang saya suka. Saya juga menghitung aset saya, berhitung dengannya terkait masa depan saya, dan tujuan keuangan saya. Sebab perubahan ini, saya mengucapkan terima kasih. Saya kembali sadar terkait bagaimana sebuah buku bisa mengubah seseorang, bukan lewat teori, tapi dengan pendekatan psikologi. Caramu berhasil, Morgan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih.

Dan barangkali Morgan akan menjawab: "Halo, salam kenal Isma, terus menabunglah, karena lewat buku ini, aku memang sedang mengajakmu untuk menelusuri perbuatanmu sendiri yang berkaitan dengan uang. Paling tidak, kamu sudah merasakan manfaat buku ini secara teknis, dan bagiku itu sudah lebih dari cukup jika buku ini bisa memberikan perubahan kecil. Aku berdoa semoga mimpi kemandirian fiskal kamu tercapai, selamat berjuang Isma. Terima kasih juga telah membaca." 

KUTIPAN:

Premis buku ini adalah bahwa mengelola uang dengan baik tidak ada hubungannya dengan kecerdasan Anda dan lebih banyak berhubungan dengan perilaku Anda. Dan perilaku sukar diajarkan, bahkan kepada orang-orang yang sangat cerdas. (xv) 

Ronald James Read, kehidupannya sangat bersahaja. Sang mantan petugas kebersihan mewariskan $2 juta kepada anak-anak tirinya dan $6 juta lebih kepada rumah sakit dan perpustakaan setempat... Read menabung berapa pun yang dia bisa tabung dan menginvestasikan pada saham blue chip. (xvi) 

Ronald Read sabar; Richard Fuscone tamak. Itu saja yang membuat perbedaan besar; pendidikan dan pengalaman keduanya tidak berpengaruh. (xviii) 

Keberhasilan finansial bukan hard science, tapi soft skill yang di dalamnya perilaku Anda lebih penting daripada pengetahuan Anda... Keahlian-keahlian itu sekarang saya sadari sangat kurang dihargai. (xix) 

Mengetahui apa yang harus dilakukan tidak memberi tahu apa yang terjadi dalam kepala Anda ketika Anda mencoba melakukannya. (xx) 

Dua topik berdampak ke semua orang, baik Anda tertarik dengannya atau tidak: kesehatan dan uang. (xx) 

Kita berpikir dan diajari mengenai uang dalam cara-cara yang terlalu mirip fisika dan tidak cukup seperti psikologi... Hanya sedikit yang memberi kaca pembesar lebih kuat untuk membantu menjelaskan mengapa orang berperilaku sebagaimana adanya dibanding uang. Uang adalah salah satu pertunjukan terbesar di bumi. (xxi) 

Belajar sejarah membuat Anda merasa seolah mengerti sesuatu. Namun, sampai Anda menjalaninya dan merasakan konsekuensinya secara pribadi, boleh jadi Anda tak cukup memahaminya sampai mengubah perilaku. (5) 

Kami membayar mimpi, dan boleh jadi Anda tak mengerti karena sudah hidup dalam mimpi itu. Makanya kami membeli lebih banyak tiket lotere daripada Anda. (12) 

Hati-hati dengan siapa yang Anda puji dan kagumi. Hati-hati dengan siapa yang Anda remehkan dan hindari. (31) Oleh karena itu, kurangi fokus ke individu tertentu dan studi kasus, tambah fokus ke pola umum. (32) 

People: Friedrick Lewis Allen

Ya, tapi saya punya sesuatu yang dia tak akan punya... Rasa cukup. (36) 

Gupta dan Madoff melakukan sesuatu yang berbeda. Mereka sudah punya semuanya: kekayaan tak terbayangkan, prestise, kekuasaan, kebebasan. Mereka kemudian membuang itu semua karena ingin lebih. Mereka tak tahu kapan harus berkata cukup. (40) 

Tak ada alasan untuk mempertaruhkan sesuatu yang Anda miliki dan butuhkan demi apa yang Anda tidak miliki dan tak Anda butuhkan. (41) 

Tidak bertarung sejak awal, menerima bahwa Anda barangkali sudah punya cukup harta, meski lebih sedikit daripada yang dimiliki orang sekeliling Anda. Satu-satunya cara untuk menang di kasino Las Vegas adalah langsung keluar sesudah masuk. (43) 

Rahasianya adalah waktu. Begitu cara kerja penumpukan. Jumlah tahun yang Jim Simons punya untuk menumpuk kekayaan lebih sedikit daripada Buffett. (53) 

Pemikiran linier jauh lebih intuitif daripada pemikiran eksponensial. (54) 

Investasi: diam dan tunggu. (56) 

Ada sejuta cara menjadi kaya, namun hanya ada satu cara agar tetap kaya: suatu kombinasi sikap hemat dan paranoia. (58) 

Mendapat uang itu satu hal. Menjaganya itu lain cerita. (61) 

Kami selalu takut gulung tikar. Kami anggap besok tak sama dengan hari ini. Kami tak bisa santai. Kami tak boleh lalai. Kami tak bisa berasumsi bahwa keberhasilan kemarin akan menyebabkan nasib baik besok... Kemampuan bertahan untuk waktu lama, tanpa musnah atau terpaksa menyerah, adalah yang membuat perbedaan besar.(62) 

Anda perlu menghindari kehancuran. Dengan segala cara. (65) 

Ekonomi, pasar, dan karier sering mengikuti jalur yang sama, pertumbuhan di tengah kehilangan. (69) 

Saya sudah melakukan ini selama 30 tahun. Saya pikir rumus sederhananya, ada proyek yang berjalan dan ada yang tidak. Tidak usah pusing dengan keduanya. Lanjutkan saja dengan proyek berikutnya. (74) 

Kita bereaksi berlebihan terhadap kegagalan. (75) 

Kemerdekaan: Kendali atas waktu Anda adalah dividen terbesar yang bisa diberikan uang. (89)

Mereka menggunakan kekayaan Anda sebagai patokan untuk hasrat mereka sendiri untuk disukai dan dikagumi. (102) 

Kita cenderung menilai kekayaan berdasarkan apa yang kita lihat, karena itulah informasi yang tersedia di depan kita. Kita tak bisa melihat rekening bank orang atau catatan utangnya. Jadi kita mengandalkan tampilan luar untuk menakar keberhasilan finansial. Mobil. Rumah. Foto instagram... Namun kebenarannya adalah bahwa kekayaan merupakan apa yang tak terlihat... Kekayaan adalah aset finansial yang belum diubah menjadi barang yang bisa dilihat. (107) 

Apa benar-benar perlu memberitahu dia bahwa jika kita mengeluarkan uang untuk membeli barang, kita akan mendapatkan barang, bukan uang? (107) 

Kekayaan adalah menolak makan besar dan benar-benar membakar kalori. Sukar dan memerlukan kendali diri. Namun itu menciptakan kesenjangan antara apa yang Anda dapat lakukan dan apa yang Anda pilih untuk lakukan, seiring waktu. (109) 

Kemampuan menahan diri yang diperlukan untuk benar-benar memiliki kekayaan. (110) 

Susah mempelajari sesuatu yang tak bisa dilihat. Itu menjelaskan mengapa banyak orang kesulitan membangun kekayaan... Dunia penuh orang yang tampil sederhana tapi sebenarnya memiliki kekayaan dan orang yang tampil kaya tapi hampir bangkrut. Ingat itu ketika menilai keberhasilan orang dan menetapkan tujuan sendiri. (111) 

Satu cara paling dahsyat untuk menambah tabungan bukan menambah pendapatan, melainkan menambah kerendahan hati... Tabungan adalah selisih antara ego dan pendapatan. (118) 

Uang lebih mengandalkan psikologi daripada pengetahuan keuangan. (119) 

(Menabung murni untuk menabung). Supaya Is, kamu siap jika hidup: Mengagetkan Anda dalam waktu yang tidak pas... Manfaat tak kasat mata uang bisa jauh lebih berharga dan mampu menambah kebahagiaan Anda lebih daripada benda-benda kasat mata yang jadi sasaran jelas tabungan kita. (120) 

Bila Anda tak punya kendali atas waktu Anda, Anda dipaksa menerima segala nasib buruk yang datang. (121) 

Masuk akal > rasional. Berusaha lebih banyak masuk akal itu lebih ampuh daripada jadi rasional tanpa perasaan. (125) 

Anda bukan tabel. Anda manusia. Manusia yang kacau dan emosional. Saya perlu beberapa lama untuk menyadarinya... Menyadari ini adalah salah satu bagian penting dalam keuangan. (126) 

Jika demam berguna, mengapa kita selalu melawannya? Saya pikir alasannya tak sukar dimengerti: Demam itu menyakitkan. Dan orang tak ingin sakit. (129) 

Pelajaran yang tepat untuk diambil dari hal-hal yang mengagetkan adalah bahwa dunia itu mengagetkan. (144) 

Titik kegagalan paling besar dalam hal uang adalah hanya mengandalkan satu gaji untuk mendanai belanja jangka pendek, tanpa tabungan untuk bantalan antara belanja masa kini dan belanja masa depan. Menabung untuk hal-hal yang tak bisa diprediksi, seperti tikus. (166) 

Orang buruk dalam memprakirakan dirinya pada masa depan. Membayangkan suatu cita-cita itu gampang dan asyik. Membayangkan cita-cita dalam konteks ketegangan realistis dalam kehidupan yang makin besar di bidang kompetitif itu beda lagi. (171) 

Hanya 27% lulusan kuliah yang pekerjaannya berhubungan dengan jurusan kuliahnya, menurut Federal Reserve. (172) 

Hati-hati kalau mengambil petunjuk finansial dari orang-orang yang melakukan permainan yang berbeda dengan Anda. (190) 

Manusia itu rakus, dan kerakusan adalah suatu ciri manusia yang tidak bisa dihapuskan. Tapi jangan lewatkan pelajaran penting mengenai bagaimana dan mengapa orang merasionalkan apa yang sesudahnya tampak sebagai keputusan rakus. (192) isma: aku jadi tertarik meneliti terkait koruptor kalau baca ini. Banyak sekali korupsi terjadi di negeri ini, tapi kita gak tahu akar apa yang menjadi kerakusan mereka? Banyak yang saling bertentangan, semuanya kontroversial. 

Investor sering mengikuti petunjuk dari investor lain yang melakukan permainan berbeda, secara polos. (193) Padahal mereka memiliki tujuan dan cakrawala waktu yang berbeda-beda. Harga-harga yang konyol bagi satu orang, bisa masuk akal bagi orang lain, karena faktor-faktor yang diperhatikan berbeda. 

Satu hukum besi keuangan adalah bahwa uang mengejar hasil sejauh mungkin. (195) 

Duduk dan menonton dengan sabar? Tidak. Bukan begitu cara kerja dunia. (197) 

Namun bila Anda tak tahu mengapa seseorang berperilaku tertentu, Anda tak akan tahu berapa lama dia akan terus berperilaku begitu, apa yang akan membuatnya berubah pikiran, atau apakah mereka akan belajar dari pengalaman. (199) 

Satu hikmah yang bisa diambil di sini adalah bahwa hanya sedikit hal yang lebih penting dalam urusan uang dibanding memahami cakrawala waktu Anda sendiri serta tidak terbujuk perbuatan dan perilaku orang yang melakukan permainan berbeda. (200) 

Nasihat utama saya adalah usahakan mengenali permainan yang Anda lakukan. (201) 

Pesimisme juga kedengaran lebih cerdas. Pesimisme memukau secara intelektual. (204) 

Optimisme adalah kepercayaan bahwa peluang hasil baik akan ada seiring waktu, bahkan ketika dalam perjalanan kesana akan ada halangan. (204) 

Saya telah mengamati bahwa yang dikagumi khalayak sebagai orang bijak bukan orang yang berharap ketika yang lain putus asa, melainkan orang yang putus asa ketika yang lain berharap. John Stuart Mill. (209) 

Di karier, di mana reputasi dibangun sepanjang hidup tapi hancur gara-gara satu email. Sengatan singkat pesimisme berjaya sementara tarikan kuat optimisme tak diperhatikan. (218) 

Mengapa cerita lebih kuat daripada statistik? 

Fiksi menarik muncul ketika Anda cerdas, ingin mendapat solusi, tapi menghadapi kombinasi kendali terbatas dan taruhan besar. (225) 

Setiap orang memiliki model mental terbatasnya sendri. Kita membentuk narasi untuk mengisi kekosongannya. Kita hanya mengetahui sedikit dari cara kerja dunia dibandingkan yang sudah kita ketahui. Kamu bisa mengajukan penjelasan yang masuk akal berdasarkan sudut pandang dan pengalaman unikmu sendiri. 

Kahneman pernah menjelaskan jalan yang diambil cerita-cerita itu:
1. Bila merencanakan, kita memusatkan perhatian ke apa yang kita ingin lakukan dan bisa lakukan, mengabaikan rencana dan keahlian orang lain yang keputusannya boleh jadi mempengaruhi hasil kita. 
2. Dalam menjelaskan masa lalu dan memprediksi masa depan, kita fokus ke peran keahlian dalam sebab-akibat dan mengabaikan peran keberuntungan. 
3. Kita memperhatikan apa yang kita ketahui dan tak memperhatikan apa yang kita tak ketahui, membuat kita terlalu percaya diri dengan kepercayaan kita. 

Kemandirian berarti Anda hanya melakukan pekerjaan yang Anda suka dengan orang yang Anda suka pada waktu yang Anda inginkan selama Anda mau. (253) 

Isma: Saya tak masalah kalau tidak menjadi penulis terbesar di dunia, tapi saya tak bisa menjadi penulis yang buruk.

Judul: The Psychology of Money | Penulis: Morgan Housel | Penerjemah: Zia Anshor | Penyunting: Lucia Ariani | Penerbit: Baca (PT Bentara Aksara Cahaya) | Tebal: XXIV + 296 | Cetakan: XLVIII Edisi Revisi: Juni 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar