Monday, September 7, 2015

Umbul Pajangan Quality Time

Sabtu, 5 September 2015

"Quality Time" ini diksi dari anak PSDM ARENA untuk menamai kegiatan jalan-jalan dan senang-senang bareng. Setelah diskusi lumayan ngluarin asap dari kepala membahas kepanitiaan Rapat Tahunan Anggota (RTA), Rouf membahas tentang Quality Time ini. Jadi hari Sabtu kita kumpul depan MP jam tujuh pagi, kita swimming-swimming di Sendang Umbul Pajangan.

Esoknya, budaya ngaret entah kenapa masih selestari daun yang warnanya hijau. Molor 2 jam (kebiasaan buruk!), sampai Umbul Pajangan jam 10-an. Tempatnya terletak di antara pematang sawah yang hijau. Ada sekotak kolam renang yang airnya langsung dari sendang. Dingin dan cukup menyejukkan mata. Lalu para kamerad ARENA mengambil posisinya masing-masing. Ternyata, anak-anak ARENA jago renang semua, kecuali saya, Syntia, Agus, dan Fa'i. Si Jamal, Sabiq, Rouf, Miftah, Kurnia, Andy, Muza, Dewi, Faksi, Masodi udah kayak ikan saja.

Waktu itu semua pada njegur kolam kecuali saya dan Rohim. Tidak ada alasan kenapa saya tidak ikut. Kalau si Rohim kerjanya motrat motret para kamerad. Saya cuma kecek saja, megang-megang air pakai tangan selebihnya hanya melihat kegembiraan mereka. Jujur, saat itu saya iri melihat mereka yang bisa renang.

Saat Wulan datang membawa lauk untuk makan bersama. Semua pada mentas mengambil posisi. Kita berada di puncak acara Quality Time, makan-makan di pinggir (anggap saja) sungai kecil yang jernih, di atas rerumputan hijau, di bawah pohon-pohon teduh. Karena bantingan kemarin lima ribu, maka lauknya berbau "amis-amis". Jadi menunya: nasi + cap cay (yang ada telur dan sosisnya) + lele goreng + perkedel + tempe + sambel, uhh, lezat. Amis banget dah. Haha. Minumnya rika-rika pepaya buatan Kurnia. Segar. Pas makan-makan udah usai, kasihan pemred kami Lugas Subarkah ketinggalan Quality Time makan-makan. Dibercandain dia cuma senyum datar seperti Lugas biasanya.

Lalu kita renang-renang lagi. Dari atas saya memperhatikan mereka yang renang, ada seninya juga. Yang menghayati renangnya, mereka seperti menari-nari dalam air. Ada juga anak kecil TK-an, cowok, yang renang sama bapaknya. Anak itu sering loncat dari atas kayak nggak ada beban. Pose loncatan begitu sukses dieksekusi oleh Jamal. Kalau apologi si Sabiq loncatan kayak gitu itu ngabisin energi.

Ada juga guyonan gini: yang nggak bisa renang di samping ada penyewaan ban, atau pas Fa'i mau renang dia nyuruh yang lain jadi tim sar, atau tentang Agus yang  dikerjai ditaruh di tengah kolam trus ditinggal, atau tentang banyolan bikini party (tapi kagak ada yang mbentuk), haha. Trus ditutup mandi-mandi di sumur. Selebihnya quality time....
"Mungkin hanya dengan seperti ini keragu-raguan diantara kita bisa hilang," kata Rohim.

No comments:

Post a Comment