Tuesday, July 7, 2015

Hati yang Dibolak-balikan = Pikiran

Malam ini untuk pertama kalinya solat terawih di Masjid Gede Kauman. Entahlah, selalu ada kedamaian tersendiri ketika saya masuk masjid ini. Saya datang ketika mau buka puasa sendirian. Halaman masjid sangat ramai sekali. Ramai akan pengunjung, orang jualan, dan stand donor darah. Di dalamnya masjid penuh orang dengan teh dan sebungkus nasi di depannya. Ya, hobi saya mencari makanan takjil gratis terpenuhi di masjid ini.Saya ikut ngantri dan ikut duduk bareng dengan beragam kelas masyrakat. Dan menu sore itu nasi gulai kambing.
Gulai Kambing (foto: infodapur.com)
Ini intermezo aja, rekomendasi buat ngabuburit, yang ingin saya share-kan adalah tentang ceramah ustad Abbas (dosen UAD) sebelum terawih. Jadi ada hal-hal yang menurut saya menarik:
#Tujuan dari solat adalah mengingat Allah. Kenyataannya ketika orang solat, kebanyakan yang diingat tidak Allah, tapi yang lain, entah utanglah, tugaslah, atau rencana-rencana dalam kepala yang berbaris rapat. Kondisi semacam itu kalau diilustrasikan seperti orang masak sayur tidak pakai bumbu. Kondisi kedua, ada orang yang mengingat Allah tapi dia tidak solat, diibaratkan orang yang hanya makan bumbunya aja tanpa sayur.
#Puasa ada tiga tingkatan: 1) puasa menahan lapar dan haus. 2) puasa panca indra. 3) puasa hati. Puasa panca indra kaitannya dengan menjaga mata, telinga, kaki, tangan, dll-nya. Dari indra inilah akan masuk ke hati. Semua berawal dari apa yang masuk ke indra kita yang kemudian diolah oleh pikiran. Manusia adalah apa yang ia konsumsi.
#Puasa hati: puasa kalbu. Di mana kalbu itu banyak tingkatannya. Lalu di mana letak kalbu itu? Dalam sebuah ayat disebutkan: Ada segumpal hal, yang jika itu baik maka akan baik seluruhnya, dan jika itu jelek akan jelek segalanya. Apa itu? Ada yang menyebutnya 'hati', tapi apa benar hati? Setelah dirunut lebih jauh, ternyata 'hal' itu adalah 'pikiran'. Jika pikiran baik, maka akan baik semuanya, dan sebaliknya. Mindset. Yang bisa dibolak-balikan dalam hitungan seper detik kecepatan cahaya.
#Sebenarnya semua yang masuk ke dalam diri kita itu akan tersimpan dan sewaktu-waktu bisa dipanggil kembali. Seperti kita jatuh cinta dengan seseorang, saat ketemu sepuluh tahun lagi pasti ingat. (Ada kisah menarik, pasangan yang masuk surga karena keanehan, begini: sang istri cantik dan suaminya mensyukuri itu. Di lain sisi, sang suami jelek, dan sang istri bersabar akan itu, haha, jadi ingat kata-kata Sokrates. Untuk itu, ujian dari dua orang yang sudah berpasangan adalah soal kesetiaan.)
Oya, just to know aja, di Masjid Gede solat terawihnya 8 rakaat, 2X salam (per salam 4 rakaat) + 3 witir. Rekomendasi banget buat kamu yang pengen belajar khusyuk, heuheu.

No comments:

Post a Comment