Wednesday, January 28, 2015

Musyawarah Majelis Syura (MMS) Sanggar Nuun 2015


Setelah sekitar jam 9-an siap-siap, pergi ke PKSI buat kumpul. Karena waktu itu saya jadi seksi konsumsi, saya di-sms Havid (ketua MMS) buat datang jam segitu. Di sana ketemu Madam, Mita yang lagi KRS-an, Mila, dll. Dapat kabar gak enak karena Meli dan Havid pas mau ngambil sesuatu dari kontrakan, mereka jatuh dari motor dan dibawa ke RS Bethesda. Untunglah tak apa-apa.
Teman-teman belum banyak yang datang, sampai siang nunggu di PKSI. Sorenya berangkat ke Pondok Pesantren Kaliopak, Piyungan, Bantul lokasi MMS naik motor bareng-bareng.

Malamnya (23/1), acara pembukaan, dilanjutkan pembacaan tata tertib dan laporan pertanggungjawaban, LPJ. Ngeh saat pembacaan LPJ terakhir. Saat Mas Mumun bicara tentang faktor penghambat kinerja sanggar, seperti di fakultas kita tak punya wacana teater yang bagus, terbatasnya ruang, kita tidak lepas dari sistem kampus yang seperti itu, sifat acuh tak acuh. Trus saat debat tentang divisi sastra juga yang kata Gudel dan Diyanto belum terwadahi. Yang menarik mungkin respon dari Pak Munir:

"Coba kita renungkan kembali Sanggar Nuun itu wadah. Tentunya awak di dalamnya, keaktifasnya. Misal kuliah di sastra memunculkan sastra. Apakah sudah bertanggungjwab dengan sastra? Coba kembangkan. Yang luar dibawa masuk, yang masuk dibawa keluar. Seberapa kuat merealisasikannya, seberapa besar susah payahnya? Apakah tekat kita sudah yes atau hanya lacur di mulut kita? Penting untuk saling menopang sebenarnya. Itu dibangun dari teks. Sastra tidak hanya cenderung puisi atau cerpen, yo hola holo. Niate kalau mau dibikin bagus ya tinggal tekat kita."

Dari Pak Tain sendiri menjelaskan angkatan saya proses yang dilalui sekitar setahunan, sedang yang di-LPJ-kan dua tahunan. Laku prosesnya sudah beda, tak hanya tanggung jawab formal, tapi juga etis. Dari historiografi ada kelemahan-kelemahan juga bagi yang tidak ikut. Kalau diibaratkan roda sebenanrya Nuun menggelinding terus. Di satu sisi, kita tak bisa menghitung ruji roda jika kita bergerak terus, kita bisa ngitung kalau sudah berhenti dan mempertanyakan pertanyaan krusial: sebenarnya kita lagi ngopo sih? 

 "Tak sekedar berkumpul, tapi juga soal penciptaan dan nilai-nilai yang kita perjuangkan."

Kalau kata Mas Mumun, proses individu sebagai proses pengayaan bersama. Ya, di hari pertama itu LPJ diterima namun secara bersyarat. Saat saya membaca LPJ-nya sendiri yang seperti buku diktat tebal, gila ini Nuun membahasnya detail banget, dokumentasi rapi, sampai pertemuan-pertemuan kecil itupun dimasukkan. Wohhh tenan...
Bolo Kurowo Pasca LPJ (Doc. Sanggar Nuun)
***
Di hari kedua (24/1), usai sarapan telo godog dan teh anget kita membentuk anggota komisi untuk membahas tentang Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Sanggar Nuun.
Yang selalu membuat kangen, makan bareng! (Doc. Sanggar Nuun)
Saya masuk anggota komisi AD, anggota membahas, mendebat, merombak apa-apa saja yang perlu diubah. Ada yang alot soal diksi, sampai esensi. Lalu siangnya AD dan ART ini diplenokan di pendopo. Pemimpin sidangnya si Madam Jemprit sama sekretarisnya Mas Penyok Kholis Lembayung. Dan perdebatan sengit memang ada di sidang pleno ini sampai lamaa banget. Dari siang sampai bakda magrib baru selesai.

Membahas GBHSN (Doc. Sanggar Nuun)
Malamnya membahas tentang Garis-garis Besar Haluan Sanggar Nuun (GBHSN). Semacam ideologi, pegangan, landasan baik struktural maupun kultural.

Pak Munir: "Kaitannya di agama,  general kita pahami. Sepengetahuan dan sepembacaan saya, kita memiliki titik sadar kesenian yang wilayahnya ideologis bukan idealis. Ketika pentas, disana memberi rambu-rambu. Aturan itu bukan belenggu, kita mentransformasikannya dalam nilai-nilai. Akan sangat beda bobotnya jika kita punya plot atau alur yang jelas."

GBHSN ini setelah dikomisikan lalu diplenokan. Cukup lama sampai larut malam, sebagai proses memahami aku adalah manusia. Karena ketika jadi sesuatu tapi 'gak ngerti' itu lucu.

Mas Mumun: "Konsep keseluruhan Sanggar Nuun itu ya Nglaras Natas. Bagaimana kita sampai pada keseimbangan dari carut marut nilai yang ada. Doa kita di ultah bagaimana bisa seimbang (equiblirium)? Kenapa sih kita ngedan? Intinya pemantik diri sendiri. Bagaimana saya? Bagaimana kekuatan saya? Bagaimana memahami teks? Itu sangat tercermin dalam proses. Tidak hanya membaca ini, tapi juga membaca apa yang terjadi, apa yang saya lakukan? Beda lho mentalnya orang yang proses di sanggar itu penuh dan yang tidak.Proses tergantung individu masing-masing. Pengaruhnya buat aku apa? Tanggung jawab dengan diri sendiri, dengan tugas sendiri untuk besok berarti."

Ada yang pernah bilang pada saya bahwa kalau ikut proses, menyetubuhlah dengan proses itu. Mungkin itu yang diinginkan mas Mumun. Dan GBHSN yang dipimpin oleh Fuad dan disekretarisi Mas Dimpil Adib Hasubullah ini usai jam 12-an malam. Dengan semua kelakar warga saat membahasnya, dari kosa kata sensitifitas, kepekaan, hingga humor "harap disantaikan", haha.

***
Di hari ketiga (25/1), pembentukan tim formatur. Terpilihlah lima orang yang menjadi tim formatur melalui voting dengan sedikitnya lima suara, yaitu: Pak Munir (ketua), Kak Icha, Mas Zulfan, Mas Perek 'bitch' Okta, dan Mas Mon Mumun. Dari tim formatur terbentuklah tiga kandidat calon ketua Sanggar Nuun: Wahyu M. Firdaus, Havid Anshori, dan Sohibul Hidayat. Dilakukan pemilihan putaran pertama, dan Wahyu Cempe gugur. Dua masuk final, Dayat dan Havid (John Keple). Koalisi dua kandidat cukup sengit, hahaha. Ada tim kampenya juga.

Setelah pembacaan visi-misi dan debat calur (calon lurah) kita voting lagi. Dan terpilihlah (jreng-jreng-jreng)..........  

Damn! They choose the mother of fuckers Sohibul Hidayat!
Serah terima lurah lama Mumun (kanan) ke lurah baru Dayat (kiri) - Doc. Sanggar Nuun
Dayat menang mutlak 22 suara mengalahkan Havid 8 suara. Setelah terbentuk ketua, lalu pembentukan struktur kepengurusan, dari pelindung, penasehat, pembina, pendamping, ketua, sekretaris, bendahara, dll. Setelah itu foto-foto bareng. Dan pulang. Alhamdulillahhirobiil alamin.
Pengurus Baru dan Pendamping (Doc. Sanggar Nuun)
Bersama (Doc. Sanggar Nuun)
Cheer!! (Doc. Sanggar Nuun)
 Is-2015

No comments:

Post a Comment