Thursday, December 12, 2013

Malas dan Passion


Sharing ilmu aja. Habis nyuci sebanyak dua bak, capek banget rasanya aku tidur. Karena berhubung ga ada TV juga yaa, aku nyetel radio dari HP.. awalnya sih dengerin lagu-lagu galau bin GJ (ga jelas) gitu. Ada sih satu, dua yang jleb, kayak lagu menghitung hari 1 yang liriknya bertolak belakang sama menghitung hari 2.. Ini lagu konsepnya versus-versusan apa yak?? Terserahlah, kita kembali ke jalan yang benar.

Iseng-iseng nyari chanel, eh.. ada obrolan motivasi gitu, pertama kali denger tentang bisnis. Tepatnya apa aku ga tau nyetelku telat, jam 20.30, tentang student preneur gitu kayaknya. Dengan pembicara Mas Arry Rahmawan dan bukunya.
Oke, inti-inti penting yang aku dapat (dari Mas Arry):

---Kalau malas, ingat dua hal: bayangkan kenikmatan atau bayangkan kesengsaraan. Misalkan kenikmatan, saat malas tiba, kamu punya mimpi buat dapat uang omzet bisnis 20 juta sebulan, dan itu terwujud, bayangin. Kesengsaraan, misalkan, kamu udah koar-koar dalam kelas, “teman-teman kalau aku dapat omzet 20 juta, saya akan traktir teman-teman…” Bayangin jika itu ga terwujud? Bakal sengsara kan?

---Kita dikasi waktu yang sama 24 jam per hari, apa pun bisa kamu lakukan selagi kamu masih hidup. Tapi ada saja yang selalu berkeluh, “ga ada waktu”. Bukan karena ga ada waktu, tapi ga bisa manage waktu. Sebagian besar waktu terbuang untuk hal-hal yang ga ada sangkut pautnya dengan tujuan, koruptor waktu. Ingat, setiap hal yang kamu lakukan harus menuju tujuanmu.

---Ada tiga cara nemuin PASSION kita: Pertama, kamu mencintai pekerjaan itu. Kedua, apa yang kamu lakuin itu berguna untuk dirimu sendiri, juga berguna untuk orang lain (misalkan, passion kita tidur.. tapi itu bukan passion, karena tidak membawa manfaat untuk orang lain). Bukan Cuma buat orang lain, tapi juga buat dunia. Ketiga, menghasilkan nilai ekonomi. Mas Arry memberi contoh, dia bilang, “passion saya adalah menulis”, karena apa? Saya mencintai itu. Itu berguna untuk diri saya dan orang lain, serta saya bisa mendapatkan kompensasi dari menulis. Persoalannya, kamu tahu passion kamu, SETELAH ITU APA? Ada tiga kunci setelah nemuin passion yaitu KSE (Konwledge, Skill, Experience). Passion saya menulis, maka saya harus memberbanyak pengetahuan (knowledge) saya dengan membaca buku. Saya latih skill saya dengan praktek menulis setiap hari, ikut workshop menulis juga. Dan saya latih pengalaman (experience) saya dengan menguji karya saya sendiri mengirimkannya ke media massa. Kuncinya: KONSISTENSI.

---Pebisnis yang pinter itu kalau punya duit ga dihambur-hamburkan buat keliahatan sukses atau kaya, tapi ia investasi untuk menghasilakan penghasilan pasif.

Di dalam kos-an.. sambil menunggu kantuk.. Yogyakarta, 11-12-13, (11.25 PM)

No comments:

Post a Comment